Dua Cinta Alia

Dua Cinta Alia
7. Alia Nugraha


__ADS_3

Didalam kamarnya Alia memikirkan banyak hal termasuk tentang jodoh yang baru dibahas Cindy dan Inneke. Ia merebahkan tubuhnya meski kasur yang ia tempati cukup nyaman namun hatinya gusar. Uang simpanan yang menipis dan gajian yang belum kunjung tiba, masalah keuangan yang selalu dibebankan kepadanya meski sebenarnya penghasilan dari kontrakan yang ayahnya tinggalkan lebih dari kata lumayan untuk biaya kehidupan mereka. Terakhir yang mengganggu fikirannya adalah Huda yang kembali lagi dikehidupannya dan jodoh yang terus didengung-dengungkan Cindy. Semua hal itu memusingkan bagi Alia.


Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya seorang wanita yang mencapai umur 27 tahun dan belum menikah memang bukan hal yang biasa. Gunjingan tetangga pun menjadi nyanyian yang terdengar seperti musik latar kehidupan. Umumnya wanita akan menikah sebelum mencapai umur tersebut. Namun seharusnya tidak ada yang mempermasalahkan jika jodoh tak kunjung datang meski umur sudah memasuki kepala tiga jika wanita tersebutpun tidak memusingkannya.


Jodoh akan bertemu dan bertamu jika saatnya tiba dan ikhtiar sudah maksimal. Tapi jika segala upaya sudah dilakukan dan belum juga dipertemukan dengan belahan jiwa, manusia bisa apa? Hanya berserah diri dan selalu positif thinking pada Sang Pencipta.


Entah mengapa setelah kedatangan Cindy perihal jodoh mendominasinya fikirannya. Alia menyadari usaha nya untuk menyempurnakan separuh agama belum maksimal dan ia pun belum begitu ingin memiliki pendamping dikarenakan beberapa kegagalan dimasa lalu memberikan rasa trauma dihati. Walaupun teman sejawat banyak yang sudah melangkah ke pelaminan, itu semua tak membuat Alia termotivasi untuk melakukan hal yang sama.


Alia selalu kagum pada pasangan yang mantap berkomitmen untuk menikah. Terlebih pada teman-teman yang sudah mengikat janji suci dihadapan Tuhan. Saling menerima kekurangan dan menghadapi segala masalah pasca pernikahan. Ia hanya jadi pengamat kehidupan oranga lain bahkan tak tahu bagaimana harus bersikap jika berada diposisi sebagai istri karena bagi Alia perihal jodoh itu bukan hal yang mudah.


Alia merupakan anak tunggal dari pasangan abdi negara. Ayahnya seorang pegawai negeri sipil dan ibunya berprofesi sebagai perawat. Alia tumbuh dengan penuh kasih sayang dari orang-orang disekitarnya hingga ia menjadi anak yang sangat peduli pada sesama.


Namun malang tak dapat ditolak dikarenakan setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati. Ibu Alia menghembuskan nafas terakhir saat akan melahirkan anak keduanya. Ibu dan bayi yang ada dalam kandungannya tak tadapat diselamatkan. Saat itu Alia baru berumur dua belas tahun dan baru saja lulus dari sekolah dasar.


Sosok ibu yang penyayang dan amat ia cintai tak dapat ia lihat lagi senyumnya. Hanya setahun berselang ibu baru hadir dikehidupannya. Ayah Alia menikah lagi dengan seorang janda beranak satu yang tak lain adalah Inneke dengan putri kecilnya Rena. Meski bukan darah dagingnya, Hadi sangat menyayangi Rena seperti putrinya sendiri. Tapi hal yang sama tidak terjadi pada Alia. Inneke hanya menunjukkan rasa sayangnya yang dibuat-buat ketika didepan suaminya.


Alia sangat tidak tahan dengan perlakuan ibu tirinya yang tak seperti ia bayangkan. Meski tak pernah melakukan kekerasan fisik, Inneke menyiksa Alia dengan tiap kalimat yang keluar dari mulutnya. Tak ada sedikitpun keramahan yang diterima Alia.

__ADS_1


Alia yang masih belia tak bisa mengadu pada ayahnya. Inneke selalu mengalihkan pembicaraan jika Alia mulai membicarakan ibu baru nya itu dan ditambah lagi Hadi sangat bahagia dengan keluarga baru yang hadir setelah satu tahun kepergian Mirna, istri pertamanya.


Selama setahun Alia melihat mendung diwajah ayah yang selalu ia banggakan. Awalnya ia merasa tak terima jika ibunya digantikan dengan wanita lain. Namun ia rindu senyuman ayah yang selalu tertawa riang, dengan berat hati ia merelakan ayah yang ia sayang menikah dengan Inneke.


Hanya dalam setahun seseorang yang merasa kehilangan bisa mengalihkan hatinya pada hati yang lain. Meski bertahun-tahun telah dilalui bersama, ketika hati terasa kosong ia bisa mengisinya dengan hati yang lain yang juga membutuhkan sandaran. Itulah yang terjadi pada ayah Alia yang kehilangan sosok wanita yang amat dicintainya dan Inneke yang telah hidup menjanda untuk waktu yang lama dikarenakan suami yang selingkuh dan tak bertanggung jawab akan putri kecilnya.


Rena kecil yang begitu riang penuh tawa bahagia menghipnotis Alia kala diperjumpaan pertama. Anak kecil itu menghangatkan hatinya. Begitu lucu dan menggemaskan dan ia selalu bergelayut manja pada Hadi, ayah sambungnya yang penyayang. Sebagai anak tunggal, tiba-tiba berbagi kasih sayang memang butuh penyesuaian meski kadang menimbulkan rasa cemburu. Meski begitu Alia selalu mencoba bersikap sewajarnya, ia tidak ingin protes maupun mengacaukan kebahagiaan Rena hanya karena rasa cemburunya.


Alia bisa berdamai dengan dirinya akan perhatian ayah, ayahnyapun bisa membagi kasih sayang pada putri kecil yang bukan darah dagingnya tapi Inneke tak mau membuka hati pada wanita sekedar berbagi kasih. Ia hanya bersandiwara didepan suaminya akan perhatian yang ditujukan pada Alia. Alia kadang lupa jika perhatian ibu sambungnya itu hanya lakonan yang akan berakhir jika pandangan ayahnya teralihkan pada hal lain.


Hingga tahun-tahun berganti Inneke tetap sama bahkan setelah kepergian Hadi untuk selamanya.


Ditengah banyaknya fikiran Alia pintu kamar terbuka. Cindy masuk tanpa permisi. Ia duduk didepan meja rias.


"Mikirin apa kamu sampai berkerut tujuh lapis begitu?"


"Kalau masuk kamar orang bisa gak sih permisi dulu atau ketuk pintu dulu?"

__ADS_1


"Eh, meskipun kadang bar-bar begini aku masih punya etika tau. Udah kuketok-ketok tadi, kamu aja yang melamun sampai ke Amerika"


Kening Alia berkerut.


Please deh jangan bawa-bawa Amerika. Jadi teringat dia kan akunya.


"Udah lah nggak usah pakai mikir segala. Aku tahu kok kamu memikirkan si Amerika itu"


"Maksud kamu apa sih?"


"Maksud aku dari pada kamu susah-susah cari jodoh lebih baik balikan sama mantan kamu yang baru pulang dari Amerika itu" Cindy menyilangkan lengan didadany.


"Balikan sama mantan?" Alia memiringkan kepala "Kamu...Kok kamu bisa...?"


"Bisa tahu?" Cindy memotong kalimat Alia


"Kamu kenal Huda?"

__ADS_1


"Suami aku tu satu SMP sama Huda mantan tersayang kamu itu dan mereka nggak pernah loss kontak. Aku juga tahu kamu dulu sangat bucin sama dia dan dia juga sama. Tapi sebenarnya aneh aja ya kok kalian bisa putus ditengah jalan, apa jangan-jangan..."


"Stop!"


__ADS_2