DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA

DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA
Chp 10: Organisasi Kriminal


__ADS_3

"Tuangkan minuman lagi di gelasku, Ezra..." ujar Jun Qionglin yang sudah sangat mabuk, sementara Diana sudah tertidur pulas di meja.


Ezra tidak menanggapi perkataan Jun Qionglin yang sedang mabuk, melainkan meminum minuman di gelasnya sampai habis lalu mengalihkan pandangannya ke arah Su Fei yang tampak tertidur.


"Mau sampai kapan kau pura-pura tertidur?" ujar Ezra yang tahu jika wanita itu hanyalah berpura-pura.


Su Fei membuka matanya lalu menatap Ezra dengan dingin, "Sepertinya kau sudah menyadarinya dari awal." ujarnya.


Ezra tidak membalas melainkan hanya tersenyum untuk menanggapi lalu kembali menuangkan minuman beralkohol itu ke gelasnya.


"Itu minuman keras, kan?" tanya Su Fei sambil menaikkan satu alisnya.


"Seperti yang kau lihat." balas Ezra datar.


Su Fei menjadi sedikit kesal karena Ezra pura-pura tidak mengerti maksud dari perkataanya yang sebenarnya.


"Maksudku kau memesan minuman keras dengan kadar alkohol yang sangat tinggi, oleh karena itu mereka berdua bisa mabuk dengan cepat." kata Su Fei sambil menunjuk Jun Qionglin dan Diana yang sudah terlelap.


"Tapi kau belum mabuk, kenapa bisa begitu?" tanya Ezra lalu menghampiri Su Fei.


Ezra kemudian mendekatkan wajah tampannya sangat dekat dengan wanita itu hingga membuatnya tertegun.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Ezra dengan senyuman manis.


Su Fei memalingkan wajahnya dari Ezra dan ingin segera pergi dari pria yang dia cap sebagai pria berbahaya.


Namun Ezra tidak membiarkan dia pergi dengan cara menekan tubuhnya ke bawah hingga posisi mereka bisa membuat siapapun yang melihatnya menjadi salah paham.


Tenaganya sangat kuat... - pikir Su Fei yang mencoba memberontak.


"Aku hanya ingin tahu apakah kau itu musuhku atau tidak, jadi katakanlah siapa dirimu sebenarnya?" tanya Ezra sekali lagi.


"Aku bisa mengatakannya, tapi menyingkirlah dari hadapanku sekarang!" bentak Su Fei yang sudah tidak punya pilihan lain.


Sesuai keinginan Su Fei, Ezra menyingkir dari atas tubuh wanita itu lalu kembali duduk diam di tempatnya sebelumnya.


"Sekarang katakanlah." perintah Ezra melihat Su Fei yang bangkit sambil membenarkan pakaiannya.


Su Fei hanya bisa menghela nafas panjang saat terlepas dari pria berbahaya seperti Ezra.


Dia memang terpesona dengan paras tampan Ezra, tapi ia tahu jika ketertarikannya itu hanya akan menyeretnya ke dasar neraka, jadi dia berusaha untuk tidak terpikat padanya.


"Aku adalah salah satu anggota pasukan rahasia di negara ini. Aku mengalami luka yang cukup parah saat sedang menyelidiki suatu organisasi ilegal di kota ini, tapi untungnya Diana muncul dan menolongku sesaat setelah di keluar dari bandara." kata Su Fei menjelaskan dirinya.


Ezra tampak berpikir sebelum bertanya, "Apa Diana tahu identitasmu?"

__ADS_1


"Tentu saja, oleh karena itu aku menyuruhnya untuk merahasiakannya demi keselamatannya sendiri."


Su Fei menjelaskan semua itu dengan jujur karena tahu jika dirinya tidak akan bisa melawan Ezra dalam kondisinya saat ini.


Bahkan jika ia sedang berada dalam kondisi terbaiknya, wanita itu tidak yakin apakah bisa mengalahkan pria kuat seperti Ezra yang bisa mengalahkan master seni bela diri dengan mudahnya.


"Kenapa kau tidak kembali ke organisasimu? Bukankah dengan keselamatan Diana akan terjamin?" tanya Ezra penasaran.


"Sepertinya ada seorang pengkhianat di organisasiku yang ingin menyingkirkanku. Mungkin saat ini dia mengira aku sudah mati, jadi aku masih belum bisa kembali sebelum mengetahui pengkhianat itu." jawab Su Fei.


Ezra mengangguk paham.


"Dan pertanyaan terakhir dariku, apakah kau tahu tentang sesuatu yang berhubungan dengan seorang kultivator?" tanya Ezra.


Su Fei sempat terkejut tapi kemudian dengan cepat memperbaiki sikapnya.


"Ya, aku tahu, walaupun aku bukan seorang kultivator tapi aku bisa merasakan aura dan tingkatan seorang kultivator. Itu adalah bakat spesial yang aku miliki sejak lahir."


"Ngomong-ngomong kakek tua yang kau kalahkan itu adalah seorang kultivator tubuh ranah Mind Scattering, dia masih terlalu lemah untuk seorang kultivator tubuh." lanjut Su Fei.


"Sepertinya kau tahu banyak soal kultivator..." kata Ezra dengan tatapan menyelidik.


"Organisasiku memang cukup dekat dengan hal-hal spiritual seperti kultivasi dan lain sebagainya, aku juga bisa tahu jika kau mencoba untuk memikatku dengan kemampuanmu. Itu bukan ilmu kultivasi, apa itu sihir?" jawab Su Fei tersenyum licik.


"Sepertinya kita berdua akan akrab." balas Ezra dengan senyuman.


"Aku tidak ingin hal itu terjadi." jawab Su Fei tersenyum pahit.


...


...


...


Setelah mengetahui identitas dan kemampuan Su Fei yang sebenarnya, mereka berduapun akhirnya pulang ke kediaman mereka masing-masing.


Su Fei yang menggendong Diana di punggungnya untuk memasuki mobil sementara Ezra juga menggendong Jun Qionglin ala tuan putri untuk memasuki mobilnya.


"Semoga kita bertemu lagi lain kali, Su Fei." ujar Ezra memberi salam perpisahan.


"Tch! Semoga kau lenyap dari muka bumi." balas Su Fei dengan sinis.


"Dan ngomong-ngomong antar pulang wanita itu dengan baik, jangan membawanya ke tempat lain seperti hotel atau semacamnya lalu memanfaatkannya yang masih mabuk itu." lanjut Su Fei dengan tatapan sinis.


"Aku tidak sejahat itu kok..." balas Ezra tersenyum manis, tapi itu tidak membuat Su Fei percaya begitu saja.

__ADS_1


Biasanya laki-laki yang punya senyuman seperti itu adalah laki-laki serigala... - batin Su Fei.


"Kalau begitu kami pergi dulu." kata Ezra lalu melajukan mobilnya dengan Jun Qionglin yang masih tertidur pulas.


...----------------...


Sementara itu di sebuah rumah Tiongkok bergaya tradisional, terlihat seorang pria tampan dengan rambut hitam panjangnya menjuntai hingga pinggang.


Daripada disebut pria tampan tampan mungkin lebih tepatnya disebut pria cantik. Ia juga mengenakan pakaian tradisional Tiongkok dengan satu kipas berukuran sedang di tangannya.


Pria cantik itu menghadap pada seorang pria paruh baya yang memiliki penampilan berbeda jauh dari dirinya, yaitu pria itu berpenampilan sangat modern dengan jas hitam dan banyak perhiasan di tubuhnya.


Pria modern itu memasang wajah kesal kepada pria cantik di depannya itu.


"Tch! Apa kau gagal lagi membunuh anggota keluarga Jun sialan itu, untuk apa aku membayar mahal untukmu!" ujar pria itu kesal.


"Tolong jaga sikap Anda Tuan Liu, asal kau tahu aku bisa membunuhmu kapan saja di tempat ini." balas pria di depannya itu.


"Aku tahu kau hebat karena kau seorang kultivator, tapi dengan gagal melaksanakan tugas maka kau sama saja sudah gagal menjadi seorang kultivator." balas Liu Minghao.


Dia adalah CEO dari salah satu perusahaan besar di kota Beijing sekaligus kepala keluarga Liu, salah satu keluarga besar di kota itu.


Dari dari status perusahaan hingga status keluarga, Liu Minghao masih jauh di bawah keluarga Jun yang lebih unggul dalam dalam segala aspek.


Oleh karena itu di sangat membenci keluarga Jun khususnya Jun Hui dan selalu ingin menyingkirkannya.


Terakhir kali ia mengirim pria cantik di depannya itu yang adalah seorang kultivator untuk menyingkirkan Jun Mei, anak dari Jun Hui saat ia sedang berada di kampusnya, tapi tanpa dia duga rencananya itu gagal.


"Aku sudah menghabiskan banyak uang untuk menyewamu, jadi sebaiknya kau memberikan penjelasan yang logis kepadaku kali ini." ucap Liu Minghao sambil menghela nafas panjang.


"Aku kalah karena ada orang kuat yang menjaga gadis itu." jawabnya tanpa basa-basi.


"Maksudmu?"


"Sejak awal aku sudah merasa aneh dengan keberadaan seorang pria di dekat gadis itu (Jun Mei) dan setelah mengeceknya dengan cara membuat salah satu siswa yang melemparkan batu meleset, hasilnya sangat mengejutkan..." kata pria itu menjelaskan.


Dia masih ingat dengan jelas soal pembantaian keji yang dilakukan oleh Ezra di depan universitas itu.


Pria itu sadar jika dirinya bukanlah orang baik karena sudah membunuh cukup banyak orang demi uang, tapi setidaknya ia tidak akan melakukan pembantaian keji itu secara terang-terangan.


"Aku tidak peduli dengan itu, pasti terpenting apakah kau bisa membunuhnya atau tidak? Jika tidak maka kau harus mengembalikan uangku!" kata Liu Minghao acuh tak acuh.


"Aku yakin bisa melakukannya! Jika aku tidak bisa melakukannya maka namaku bukan lagi Qing Chuan lagi!" teriak pria itu serius yang ternyata bernama Qing Chuan.


Aku akan mencari tahu kekuatan pria itu yang sebenarnya - pikir Qing Chuan.

__ADS_1


__ADS_2