
Semua orang terdiam dengan mulut menganga ketika penjaga Ming Hao dapat dikalahkan hanya dengan satu pukulan oleh pria muda seperti Ezra.
Walaupun penjaga Ming Hao itu tampak sudah tua dan rentan, tapi nyatanya pria tua itu adalah orang yang cukup terkenal dalam bela diri Tiongkok dan cukup dihormati.
Tapi ia dengan mudah bisa dikalahkan oleh Ezra yang bahkan tidak terlihat pandai dalam seni bela diri.
Ajian Pameng Kang Jaga adalah salah satu ilmu hitam milik Ezra yang bisa memukul musuh dari jarak 50 meter dengan sangat keras.
Sebenarnya kemampuan itu belum Ezra gunakan secara penuh tapi sudah bisa membuat seorang kultivator seperti pria tua itu langsung pingsan.
Sepertinya tingkatan kultivasinya tidak sekuat yang aku pikirkan - pikir Ezra.
"E- Ezra apa yang kau lakukan?" ucap Jun Qionglin tergagap.
"Tentu saja melindungimu." balas Ezra yang masih belum mengalihkan pandangan dari musuhnya walaupun sudah jelas jika musuhnya itu tidak akan bisa bangkit lagi.
"Tapi ini sudah sangat berlebihan." geram Jun Qionglin tidak suka dengan sifat Ezra yang bisa melukai seseorang dengan santainya.
Namun walaupun begitu ia juga cukup senang karena mendapatkan perlindungan dari bahaya, tapi ia enggan mengakuinya.
"Sebaiknya kita pergi dari sini sekarang." ucap Jun Qionglin melihat beberapa satpam telah datang karena keributan yang dibuat Ezra.
Tapi sebelum itu Jun Qionglin sedikit menundukkan kepalanya kepada orang-orang yang ada disana terlebih dahulu, tapi ia hanya menatap Ming Hao yang masih tertegun di lantai dengan tatapan sinis.
Sebelum pergi Jun Qionglin juga memanggil Diana untuk ikut bersamanya ke luar restoran.
...
...
...
Setelah pergi dari restoran itu Ezra langsung mengemudikan mobilnya dengan Jun Qionglin di sebelah dan Diana di belakangnya beserta dengan pengawal pribadinya yang juga adalah seorang wanita.
Suasana di dalam mobil hening beberapa saat sebelum Diana berbicara untuk menghilangkan kecanggungan.
"... Terima kasih banyak telah memilih saya Nyonya Jun." ucap Diana tulus.
"Kamu orang yang sangat sopan, ya ... sebagai awal dari kerjasama kita, tolong jangan terlalu formal kepadaku." balas Jun Qionglin dengan senyuman lembut.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu."
"Ngomong-ngomong pengawalmu itu siapa namanya?" tanya Jun Qionglin karena wanita itu hanya berdiam diri sedari tadi.
Ezra juga sedikit penasaran karena seingatnya Diana datang sendirian ke Negara ini.
"Ah, namanya adalah Su Fei. Dia baru menjadi pengawalku akhir-akhir ini, dia memang tidak banyak bicara sih..." jawab Diana.
Ezra sedikit melirik ke belakang hingga pandangan matanya bertemu dengan wanita bernama Su Fei itu selama beberapa saat.
Dia wanita yang tangguh - pikir Ezra.
Dia laki-laki yang berbahaya - pikir Su Fei.
Ezra bisa tahu jika Diana berbohong tentang wanita bernama Su Fei itu, pasalnya Ezra bisa merasakan jika wanita itu sedang terluka cukup parah di bagian perutnya.
Tapi dia masih bisa bergerak dengan cukup normal tanpa tanda-tanda kesakitan sama sekali sehingga bisa menipu semua orang, tapi itu tidak berlaku di pandangan Ezra.
Itu pertanda jika wanita itu bukanlah orang biasa...
"Ekhem, ngomong-ngomong kemana kita akan pergi Nyonya?" tanya Ezra kepada Jun Qionglin yang masih asyik mengobrol dengan Diana.
"Sebaiknya kita mencari restoran lain. Tidak usah restoran yang mewah, yang penting restoran itu cukup nyaman untuk bersantai sambil membicarakan bisnis." jawab Jun Qionglin.
Ezra kemudian mengatur gps yang ada di mobil itu untuk menuju restoran yang diinginkan Jun Qionglin karena sejatinya Ezra masih belum akrab dengan kota itu.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba di restoran yang tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman untuk bersantai.
Ezra memesankan kedua wanita pebisnis itu sebuah ruangan pribadi agar bisa membicarakan bisnis dengan privasi yang lebih terjamin.
Ezra tidak terlalu peduli dengan pembahasan bisnis yang dilakukan oleh kedua wanita itu karena tugasnya hanyalah sebagai seorang pengawal, yang Ezra tahu hanyalah jika kedua wanita pebisnis itu ingin melebarkan bisnis mereka.
Beberapa jam berlalu dan akhirnya pembicaraan bisnis yang membuat Ezra menguap beberapa kali itupun akhirnya telah selesai.
Jun Qionglin dan Diana saling berjabatan tangan pertanda jika kedua belah pihak telah menyetujui bisnis yang akan mereka lakukan.
"Senang berbisnis denganmu Jun Qionglin."
"Senang juga berbisnis denganmu Diana, semoga kedepannya kita bisa menjadi rekan yang baik."
__ADS_1
Mereka berdua bahkan sudah tidak bersikap terlalu formal lagi satu sama lain, melainkan bersikap layaknya sahabat.
Jika dilihat dari umur mereka berdua tidaklah terlalu jauh berbeda, jadi mereka memiliki banyak kesamaan dan bisa cepat akrab satu sama lain.
"Apa kau ingin pulang sekarang?" tanya Jun Qionglin pada rekan bisnis sekaligus sahabat barunya.
"Kurasa begitu, tapi jika kau tidak keberatan aku ingin mengajakmu untuk bersenang-senang terlebih dahulu di tempat ini." balas Diana sambil tersenyum.
"Sebenarnya aku juga ingin menawarkan hal itu padamu."
Jun Qionglin mengalihkan pandangannya kearah Ezra yang sangat dikecewakan karena tidak jadi pulang.
"Ezra, tolong pesankan beberapa minuman beralkohol." perintah Jun Qionglin sambil tersenyum jahil.
"Tch! Baiklah baiklah..." balas Ezra kesal lalu pergi begitu saja untuk memesan minuman.
"Nona Diana, apa Anda pernah minum minuman alkohol sebelumnya?" tanya Su Fei yang khawatir jika Diana akan mabuk.
"Tidak usah cemas Su Fei, aku adalah wanita dewasa yang sudah terbiasa dengan berbagai macam minuman beralkohol, jadi aku sudah kebal dengan itu." jawab Diana dengan bangga.
"Apa boleh buat kalau begitu..." gumam Su Fei pasrah.
Beberapa hari setelah mengenal sosok Diana, Su Fei memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap wanita dewasa yang memiliki sikap kekanak-kanakan itu.
Diana adalah penyelamat nyawa Su Fei ketika ia sedang berada dalam bahaya sebelumnya, jadi Su Fei merasa sangat berhutang budi kepadanya...
Beberapa saat kemudian Ezra datang sambil membawa beberapa botol minuman beralkohol dan empat gelas kaca yang membuat Diana sedikit kebingungan.
"Kenapa gelasnya ada empat?" tanya Diana.
"Tentu saja kami akan ikut bergabung." kata Ezra tersenyum sambil menyodorkan satu gelas kepada Su Fei.
Su Fei terdiam terlebih dahulu sebelum melirik Diana untuk meminta persetujuan.
"Sekali-kali bersantai tidak masalah kan?" ucap Diana yang mengizinkan Su Fei untuk minum bersama mereka.
Su Fei menerima uluran gelas pemberian Ezra dengan sedikit ragu, tapi ia merasa baikan karena akhirnya bisa bersantai dari kerasnya kehidupan yang ia jalani.
"Kalau begitu ayo kita mulai, cheers!" kata Jun Qionglin gembira sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.
__ADS_1
Pesta kecil-kecilan yang sangat memabukkan akhirnya dimulai hingga sampai larut malam, Jun Qionglin dan Diana minum cukup banyak dengan antusias sementara Ezra dan Su Fei minum sedikit demi sedikit untuk menjaga kesadaran mereka.
Tapi lama kelamaan Su Fei juga akhirnya mulai mabuk.