
Setelah puas bersenang-senang di taman hiburan, mereka berdua akhirnya pulang karena malam memang sudah larut.
Jun Hui memang mempercayakan Jun Yin kepada Ezra, tapi bagaimanapun juga Ezra tidak bisa membiarkan seorang gadis kecil seperti Yui berada di luar rumah saat larut malam. Jadi dia segera pulang.
Kala itu jalanan masih sangat padat. Ezra mengemudi pelan, membuat Ezra dan Jun Yin memiliki banyak waktu bersama.
Ekspresi senang dan bahagia tampak depan jelas di wajah mungil Jun Yin yang sedang memeluk sebuah boneka beruang, tapi perlahan-lahan ekspresi tiba-tiba berubah menjadi murung yang membuat Ezra sedikit kebingungan.
"Apa ada masalah?" tanya Ezra tanpa mengalihkan perhatiannya pada jalan raya.
Jun Yin memeluk bonekanya erat-erat sebelum berkata, "Apakah ayah dan ibuku akan bercerai?"
"Darimana kau mendengar hal bodoh itu?"
"Dari sinetron di TV, disana diceritakan kalau pasangan suami istri yang terus terusan bertengkar akan berujung perceraian ... Yinyin tidak ingin ayah dan ibu bercerai, dengan siapa nanti Yinyin tinggal..." ucapnya murung.
"Ayah dan ibumu tidak akan bercerai. yang kau lihat itu hanyalah acara TV yang bodoh, sebaiknya jangan menonton acara seperti itu lagi lain kali." balas Ezra masih dengan ekspresi datarnya.
Mungkin sikapnya itu terkesan cuek di mata Jun Yin, tapi Ezra melakukan hal itu bukan tanpa alasan.
Itu karena ada beberapa mobil yang selalu mengikuti mereka sejak tadi....
Melihat melalui spion mobil, Ezra melihat ada 3 mobil sedan hitam yang terus mengikutinya dengan gelagat aneh, dari kaca mobil yang transparan itu Ezra bisa melihat beberapa pria kekar dengan kacamata hitam.
Apa mereka seorang pembunuh? - pikir Ezra.
Mungkin mereka belum menyadari jika Ezra sudah mengetahui keberadaan mereka, jadi Ezra memilih untuk pura-pura tidak tahu dan tetap melanjutkan perjalanan.
"Ada apa kak?" tanya Jun Yin yang tampaknya menyadari adanya keanehan.
"Tidak ada masalah besar, kau tidurlah dulu karena sepertinya perjalanan pulang akan memakan waktu yang lama karena jalanan yang padat." jawab Ezra tidak berniat memberitahu orang-orang yang mengikuti mereka.
Ini sudah pukul 23 : 30 atau setengah 12 malam yang berarti sudah jauh melewati jadwal tidur Jun Yin, gadis kecil itu juga tampaknya sudah sangat mengantuk. Sepertinya dia sudah sangat lelah karena bermain cukup lama.
__ADS_1
"Emm ... bangunkan Yinyin kalau sudah sampai rumah..." ucap Jun Yin sebelum berbaring di tempat duduk mobil yang cukup besar untuk ukuran tubuh kecilnya.
Setelah memastikan bahwa Jun Yin sudah benar-benar tertidur lelap, Ezra kemudian mengemudikan mobilnya lebih kencang ke jalanan yang lebih sepi.
Seperti dugaannya, ketiga mobil sedan hitam itu juga melaju lebih kencang dan menyusul Ezra hingga sampailah mereka berempat di jalanan sempit yang cukup sepi.
Ezra berhenti dengan pelan di jalanan itu karena ternyata dia sudah di hadang oleh 2 mobil sedan lainnya seolah-olah semuanya telah direncanakan.
Ketiga mobil sedan hitam yang mengikuti di belakang Ezra juga berhenti. Pintu mobil terbuka dan keluarlah beberapa pria kekar dari dalam sana.
Mungkin jumlah mereka sekitar 12 orang jika dihitung dengan orang yang keluar dari 2 mobil lainnya.
Salah satu pria berkacamata hitam menghampiri pintu mobil Ezra lalu mengetuk kacanya pelan sebelum berkata, "Bos kami ingin mengambil anak kecil itu, jadi tinggalkan dia disini dan nyawamu akan selamat."
Mendengar kata 'Bos' dari mulut pria berkacamata hitam itu membuat Ezra refleks mengalihkan pandangannya kearah salah satu mobil di depannya, dan benar saja masih ada seorang pria yang masih belum keluar dari mobilnya.
"Hei apa kau mendengarku?" ujar pria berkacamata hitam sambil mengetuk kaca mobil Ezra kembali dengan lebih kencang.
Ezra menurunkan kaca mobilnya dengan perlahan lalu memberikan sebuah isyarat untuk diam menggunakan jari telunjuknya.
Ezra memberikan isyarat untuk jangan berisik agar tidak menggangu tidur malaikat kecilnya, tapi pria berkacamata itu tidak menghiraukannya dan malah tertawa lebar.
"Hahahaha! Aku tidak peduli apakah anak kecil itu tidur ataupun mati, yang terpenting sekarang adalah anak kecil itu harus ikut denganku. Minggir saja kau supir sialan!"
Pria berkacamata itu memegang kerah baju Ezra dan ingin melemparnya keluar dari mobil, tapi ia tidak bisa melakukan hal itu karena Ezra masih duduk tegap tanpa terpengaruh sedikitpun.
Apa apaan pria ini, apa dia batu? - pikir pria berkacamata.
Ezra sedikit melirik ke arah Jun Yin yang bergerak dengan gelisah karena suara tawa orang bodoh sebelumnya yang sangat keras.
"Kau telah membuat kesalahan besar karena mengganggu tidurnya..." ujar Ezra dingin.
"Ap-"
__ADS_1
* GREB!! *
Ezra membalas dengan memegang kerah baju pria berkacamata itu sebelum ia bisa bereaksi, genggamannya yang kuat membuat leher pria itu sedikit tercekik dan merasa sangat kesakitan.
"Seharusnya begini caranya membanting seseorang." kata Ezra datar lalu membanting pria itu dengan keras ke jalanan yang padat itu.
Tindakan itu sangat fatal karena Ezra langsung membanting kepala pria itu terlebih dahulu dan menyebabkan pendarahan yang cukup parah.
"Bro Guang Fai!" teriak pria lainnya yang menyaksikan itu sontak terbelalak tak percaya.
Ezra keluar dari mobilnya kemudian menatap 11 pria yang masih tersisa dengan tajam.
Belasan pria itu gemetaran, namun mereka masih berusaha menguatkan diri mereka untuk melawan demi kehormatan geng mereka.
"Kau akan menerima konsekuensi karena telah menyinggung Geng Rajawali kami dasar keparat." teriak salah satu orang.
Ezra sedikit mengernyitkan dahinya, di China khususnya di kota besar seperti Beijing masih marak adanya sebuah kelompok atau Geng yang biasanya melakukan tindak kriminal demi uang.
Asalkan ada uang maka mereka siap untuk melakukan tugas apapun. Ezra tidak tahu seberapa besar kekuasaan Geng Rajawali ini, tapi yang pasti sepertinya Geng itu dibayar oleh seseorang untuk menculik Jun Yin.
Jadi Geng Rajawali bukanlah musuh utama dirinya, namun karena Geng sombong itu sudah berani menyinggungnya, jadi memberi mereka beberapa pelajaran berharga tidak rugi juga.
Salah satu pria berbadan kekar maju untuk melawan Ezra, dia melayangkan pukulan berat yang pastinya akan menumbangkan siapapun yang terkena olehnya.
Namun itu tidak berlaku bagi Ezra.
* Tap! *
"Apa?!"
Tinju besarnya itu dapat dengan mudah ditangkap oleh Ezra, membuat pria itu dan pria lainnya sangat terkejut.
Tak berhenti sampai disana Ezra sedikit melompat lalu memutar tubuhnya di udara sebelum mendaratkan tendangan keras di wajah pria kekar itu.
__ADS_1
Semua orang menganga tak percaya pasalnya anggota terkuat mereka setelah ketua mereka yang bernama Guang Fai itu dapat dikalahkan dengan mudah oleh pria yang bahkan terlihat tidak bisa bela diri itu.