DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA

DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA
Chp 11: Gadis Kecil Yinyin


__ADS_3

Keesokan hari di pagi hari Ezra kembali melakukan aktivitas biasanya yaitu sarapan bersama keluarga Jun, namun bedanya sekarang Jun Mei sudah ikut sarapan walaupun masih menutup diri dari Ezra.


Ezra hanya berdiam diri, bukannya tidak ingin berbicara dengannya lagi tapi ia tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dari urusan keluarga mereka.


Toh setelah Ezra menyelesaikan pekerjaannya dia akan kembali ke Indonesia dan melakukan melanjutkan hidupnya dengan mempelajari ilmu-ilmu baru.


Sementara Jun Qionglin, wanita itu hanya menundukkan kepalanya karena ragu menatap Ezra.


Uwaah!! Apa yang telah aku lakukan?! Apakah dia ada saat aku mabuk? Apakah aku bertingkah aneh saat aku mabuk? Bagaimana ini?! - batin Jun Qionglin.


Pikirannya sangat kacau setelah memikirkan kejadian kemarin malam saat dirinya mabuk berat bersama dengan Diana.


Bisa-bisanya aku bertindak ceroboh seperti itu, bagaimana kalau terjadi sesuatu diantara kita saat aku mabuk? Itu akan sangat berbahaya - pikirnya lagi.


Jun Qionglin hanya memutar-mutar sendok makannya ketika pikirannya dilanda kekacauan, dia sedikit melirik ke arah Ezra dengan wajah yang memerah.


Kurasa tidak masalah jika ada sesuatu yang terjadi diantara kita - pikirnya yang sudah lupa jika ia sudah bersuami dan memiliki 2 orang anak.


"Apa kau baik-baik saja sayang?" tanya Jun Hui yang langsung membuyarkan lamunan Jun Qionglin.


"A- ah ... aku baik-baik saja, kepalaku sedikit pusing karena mabuk kemarin malam..." balas Jun Qionglin cepat.


"Kau begitu ceroboh, untungnya ada Ezra yang menjagamu saat itu jika tidak maka akan sangat gawat nantinya. Lain kali jangan paksakan dirimu untuk minum minuman keras terlalu banyak." kata Jun Hui menasehati istrinya dengan tulus.


Namun orang yang dinasehati itu malah asyik memandangi Ezra yang masih fokus sarapan tanpa sadar jika ia sedang diperhatikan.


"Apa kau mendengarku?" lanjut Jun Hui yang merasa istrinya tidak menghiraukan dirinya.


"Aku dengar aku dengar. Baiklah aku tidak akan pulang larut malam lagi." jawab Jun Qionglin cuek lalu melanjutkan sarapannya.


Sikapnya itu sukses membuat Jun Hui mengernyitkan dahinya, "Aku bilang jangan minum minuman keras terlalu banyak, kenapa malah jadi pulang larut malam? Jelas kau tidak mendengar nasihatku." geram Jun Hui.


Jun Qionglin meletakkan sendok makannya dengan keras di meja makan, ia kemudian berdiri dengan cepat hingga membuat suara dorongan kursi di bawahnya itu terdengar keras.


"Aku sudah selesai." ujarnya lalu berbalik pergi dengan wajah kesal.


Jun Hui menghela nafas panjang, wajahnya mengeluarkan keringat yang cukup banyak karena kelelahan menyikapi sikap buruk istrinya itu.

__ADS_1


"Kenapa dia sering seperti aneh sekarang..." gumam Jun Hui di depan tatapan aneh kedua putrinya.


Sementara Ezra hanya sedikit melirik pria paruh baya itu dengan wajah datarnya.


Hubungan mereka semakin memburuk ... sepertinya aku harus menjauh dari keluarga ini secepatnya... - batin Ezra.


...


...


...


Hari ini khusus untuk menemani Jun Yin. Di pagi harinya sampai siang gadis kecil itu harus belajar di rumah dengan guru lesnya, itu karena Jun Hui khawatir dengan keselamatan putri bungsunya itu jika bersekolah di luar.


Gadis kecil itu sangat ceria ketika Ezra menghiburnya dengan menunjukkan beberapa sulap yang menyenangkan bagi anak-anak. Seperti menghilangkan sebuah benda, mengeluarkan burung merpati dari dalam topi, dan lain sebagainya.


Di sore harinya Jun Yin tiba-tiba ingin pergi ke tempat bermain, Ezra tidak melarangnya dan menemani gadis kecil itu dengan senang hati.


Disana mereka memainkan banyak jenis wahana hiburan dan permainan berhadiah khas yang dimiliki wahana itu.


Namun karena Ezra yang selalu memenangkan permainan dengan mudahnya, ia kemudian diusir dari tempat permainan itu dengan membawa banyak hadiah yang ia menangkan.


Namun setelah mendengar jika Ezra akan membelikan dirinya es krim, ia langsung mengangguk setuju lalu beristirahat di bangku taman yang ada di tempat tersebut sementara Ezra membelikan es krim yang letaknya tak jauh dari sana.


Beberapa saat kemudian Ezra kembali dengan membawa satu es krim strawberry di tangannya, menghampiri Jun Yin yang duduk dengan manis di bangku taman.


"Ini ambillah." kata Ezra menyodorkan es krim strawberry itu.


Ia kemudian duduk di samping Jun Yin sembari menatap pemandangan yang membuat dirinya merasa nonstalgia.


Banyak anak-anak yang bermain bersama dengan kedua orang tuanya di taman bermain itu, mereka semua tertawa dengan riang gembira yang membuat hati Ezra tersayat karena melihat hal itu.


Di kampung halaman Ezra juga ada tempat semacam taman bermain seperti ini, hanya saja namanya adalah pasar malam.


Pasar malam itu tidak diadakan setiap malam, melainkan hanya diadakan saat malam-malam tertentu seperti ketika ulang tahun desa atau acara desa lainnya.


Itu adalah momen paling mengasyikkan bagi Ezra kecil yang masih memiliki kedua orang tua di sisinya, karena hanya saat itu saja dia bisa bersenang-senang dengan keluarganya.

__ADS_1


Ezra kecil yang periang itu sangat gemar bermain berbagai macam wahana dan menyeret tangan kedua orang tuanya ke berbagai tempat hingga membuat mereka kewalahan.


Itu adalah momen paling membahagiakan dalam hidup Ezra. Namun semua itu sekarang telah sirna karena adanya tragedi yang mengubah hidupnya 360 derajat.


Hati Ezra menjadi dingin ketika mengingat kembali hal itu, perlahan senyum yang selalu menghiasi wajahnya mulai luntur sebelum perkataan Jun Yin membuyarkan lamunan Ezra.


"Kenapa kakak hanya membeli satu es krim?" ujar Jun Yin.


Ezra menatap mata gadis kecil di sampingnya itu yang memasang wajah cemberut.


"... Apa Yinyin ingin es krim lagi? Kalau begitu akan kakak belikan-" kata Ezra lalu berdiri untuk membeli es krim lagi.


Tapi Jun Yin menghentikan dirinya dengan cara menarik belakang baju Ezra.


"Ada apa?" tanya Ezra kebingungan.


"Yinyin tidak ingin es krim lagi, kakak beli es krim untuk diri kakak sendiri..." jawabnya.


"Kakak tidak suka sesuatu yang manis-manis." ucap Ezra sebagai alasan.


Namun tekad gadis kecil itu masih belum buyar, dia menarik tubuh Ezra dengan susah payah untuk membuatnya duduk kembali lalu menyodorkan es krim miliknya yang sudah tersisa setengah itu.


"Makanlah sedikit." kata Jun Yin serius.


"Eh? Tapi itu sisamu-"


"Sudah makan saja!" bentak Jun Yin lalu menyodorkan es krim miliknya lebih dekat ke bibir Ezra.


Aroma manis dari es krim rasa strawberry yang dingin dan menggugah selera terpancar dari es krim strawberry milik Jun Yin yang bisa dicium dengan jelas oleh Ezra.


Dengan sedikit enggan akhirnya Ezra memberanikan diri untuk sedikit mencicipi es krim yang sudah tersaji di depan bibirnya itu.


"Bagaimana?" tanya Jun Yin melihat Ezra yang sudah mencicipi es krim miliknya walaupun sedikit.


"Ini manis..." gumam Ezra.


"Benarkan apa Yinyin bilang?!" kata Jun Yin yang tersenyum ceria.

__ADS_1


Ezra juga tersenyum melihat tingkah laku gadis kecil di depannya itu, sudah lama dia tidak merasakan sesuatu yang manis-manis, jadi dia sedikit menikmatinya sekarang.


Tapi ... aku tidak akan ditangkap FBI kan? - pikir Ezra yang sekarang mulai khawatir...


__ADS_2