
Setelah dibebaskan dari tahanan dengan berat hati oleh Bian Cheung, Ezra kemudian langsung diajak pergi pulang oleh Jun Hui istrinya.
Situasi di dalam mobil begitu canggung karena tidak ada yang ingin memulai percakapan, tapi tak lama setelah itu Jun Hui mulai berbicara untuk menghilangkan kecanggungan.
"Hah ... aku tahu jika tujuanmu ingin melindungi Jun Mei dari para pria itu, tapi membunuh mereka semua bukanlah jalan terbaik..." ujar Jun Hui setelah menghela nafas panjang.
"Aku tidak akan mengulangi hal itu." balas Ezra masih dengan wajah datarnya.
Jun Hui hanya bisa mengeluh dalam hati melihat reaksi datar Ezra yang terkesan tak peduli padanya.
Perlu diketahui jika Jun Hui sudah menghabiskan cukup banyak uang untuk mengeluarkan Ezra dari jeratan hukum dan mengganti rugi atas semua nyawa yang telah hilang.
Ia juga telah memanipulasi sumber berita yang akan memuat tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Ezra dan membayar uang tutup mulut untuk para saksi mata yang kebanyakan adalah para mahasiswi.
Tapi Ezra terkesan tidak peduli dengan hal itu dan menganggapnya tidak penting, padahal sebenarnya Ezra sangat ingin meminta maaf atas perbuatannya itu.
Demi membuat anak dan istri Jun Hui terbebas dari pengaruh pelet milik Ezra, ia harus membuat mereka membenci dirinya.
Ezra sudah sukses dengan Jun Mei, dan sekarang sisanya adalah Jun Qionglin dan Jun Yin....
"Selain itu kemana perginya Jun Mei setelah kejadian itu, apa kau melihatnya, Ezra?" tanya Jun Qionglin tampak khawatir.
Setelah Jun Mei menampar Ezra dengan begitu keras, ia kemudian pergi begitu saja menaiki mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi entah kemana.
"Aku tidak tahu kemana dia pergi." kata Ezra jujur.
"Apa?! Bukankah kau bertugas menjaganya?!" teriak Jun Qionglin tak percaya.
"Aku memang sudah menjaganya, tapi dia pergi begitu saja meninggalkanku ... jadi aku membiarkannya..." balas Ezra sambil memalingkan wajahnya tak sanggup menatap wajah marah Jun Qionglin.
"Bagaimana ini sekarang ... hari sudah mulai gelap dan gadis itu masih berada di luar sana dengan sendirian, kau benar-benar mengecewakanku Ezra..." kata Jun Qionglin kecewa.
"Jangan menyalahkan Ezra, dia sudah melakukan tugasnya dengan benar. Salah putri kita sendiri yang pergi darinya." kata Jun Hui memasuki percakapan.
Jun Hui memang berkata yang sejujurnya jika memang Jun Mei-lah yang salah, itu karena dia tahu betul bagaimana sikap putrinya itu yang egois.
Tapi Jun Qionglin tidak terima jika suaminya menyalahkan putri kesayangannya itu. "Jadi kau lebih membela seorang bodyguard daripada putrimu sendiri?!" bentak Jun Qionglin.
"Aku tidak membela siapapun, memang putri kitalah yang salah! Gadis itu selalu saja bersikap egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain, aku kita dia seperti itu karena terus dimanja olehmu!" balas Jun Hui kesal dengan sikap istrinya yang semena-mena.
Mereka berdua bertengkar di dalam mobil yang padahal Jun Hui masih dalam posisi mengemudi, hal itu juga membuat mobil yang mereka naiki menjadi oleng beberapa kali sampai-sampai nyaris menabrak mobil lainnya dan pembatas jalan.
Tapi untungnya tidak terjadi kecelakaan karena Ezra yang dengan cepat meraih kemudi mobil untuk dan menyelamatkan mereka dari kecelakaan.
"Sudah cukup! Apa kalian ingin mati?! Kalau begitu aku bisa membuat kalian kehilangan nyawa kalian dengan lebih mudah!" teriak Ezra tiba-tiba yang membuat mereka sadar jika sedang berada dalam mobil.
Jun Hui kembali mengambil alih kemudi dengan raut wajah kesal. "Aku akan menyuruh Gong Fai mengirim orang untuk mencari gadis itu nanti..." katanya.
Jun Qionglin tidak menjawab, melainkan melirik kearah Ezra dengan sinis.
'Sepertinya aku sudah membuat Jun Qionglin terlepas dari efek pelet milikku, tapi ... hubungan keluarga mereka sekarang jadi semakin memburuk...' batin Ezra.
...
...
...
__ADS_1
Keesokan harinya Ezra kembali terbangun dari tidurnya dengan perasaan rumit, ia merasa enggan untuk menjalani rutinitasnya yaitu menjadi bodyguard tiga orang perempuan yang selalu membuatnya kesulitan itu.
'Aku merindukan kampung halamanku dulu...' pikir Ezra.
Sebelumnya walaupun hanya tinggal di desa dan menjalani latihan yang keras bersama dengan gurunya, tapi Ezra merasa bahagia dengan itu karena senang mempelajari ilmu-ilmu baru.
Tapi semua itu telah sirna sekarang hanya karena Jun Hui yang memanggil dirinya ke tempat ini....
'Lupakan tentang itu ... sebaiknya aku segera menyelesaikan tugasku agar bisa pergi dari sini secepatnya...' pikir Ezra, ia kemudian bangkit untuk sarapan bersama dengan keluarga Jun.
Disana sudah terlihat Jun Hui, Jun Qionglin, dan Jun Yin yang tengah menunggunya untuk sarapan. Seperti kemarin Ezra menghampiri mereka dan meminta maaf atas keterlambatannya.
Jun Hui dan Jun Yin menyambut Ezra dengan baik, sebaliknya Jun Qionglin hanya bersikap cuek.
Ezra tidak menghiraukannya dan bertanya tentang keberadaan Jun Mei, "Jadi apakah Jun Mei sudah ditemukan?" tanyanya.
"Tidak usah khawatir Ezra, dia sudah kembali ke rumah ini. Hanya saja ... sepertinya dia mengurung dirinya sendiri di dalam kamar dan tidak mau keluar..." kata Jun Hui menjawab pertanyaan Ezra.
Ezra paham alasan Jun Mei tidak ingin keluar, jadi dia tidak terlalu memikirkannya dan lebih berfokus untuk sarapan.
\=Skip
Sarapan telah usai, dan ini adalah waktunya untuk membahas tentang tugas Ezra selanjutnya.
"Aku sudah mengeluarkan Jun Mei dari universitas itu, sementara Yinyin belajar di rumah. Jadi hari ini kau akan menemani istriku bekerja di perusahaannya." kata Jun Hui.
Ezra mengangguk sementara Jun Qionglin berdecak kesal.
"Tapi sebelum bisa kau katakan siapa musuhmu yang sebenarnya?" tanya Ezra.
Ezra menganggukkan kepalanya, "Aku akan menyelesaikan tugasku dengan cepat."
Jun Hui menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum berkata: "Bukannya aku meremehkan kemampuanmu, tapi ... sepertinya musuhku juga memiliki orang kuat yang melindunginya"
"Apa itu adalah seorang kultivator?" tanya Ezra cepat.
"B- bagaimana kau tahu?"
"Aku hanya menebaknya..." balas Ezra jujur.
Jun Hui kembali menghela nafas panjang, entah sudah berapa kali ia melakukan hal itu hari ini.
"Bisa kau jelaskan lebih lengkapnya tentang seorang kultivator?" lanjut Ezra.
Jun Hui tidak punya pilihan lain lagi selain harus menjelaskan tentang kultivator kepada Ezra.
Secara harfiah kultivator ini adalah seseorang yang menjalankan teknik kultivasi.
Orang-orang yang berusaha mencapai hidup kekal abadi atau immortal, orang-orang yang berusaha mempelajari teknik-teknik dan jurus andalan hingga mencapai tahap immortal. Itulah yang disebut sebagai sosok kultivator
Metode utama dalam kultivasi masih berhubungan dengan teknik pernafasan, atau metode untuk mengumpulkan tenaga ki ke dalam tubuh sehingga para kultivator tersebut nantinya dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Setiap metode atau teknik kultivasi yang ada sangat bervariasi, tergantung darimana sang protagonis belajar teknik itu.
Namun apakah keberadaan seorang kultivator ini diketahui secara luas oleh publik? Tentu saja tidak, mereka bagaikan sebuah dongeng pengantar tidur di kalangan orang-orang Tiongkok, tapi masih ada orang-orang yang mempercayai jika mereka ada di dunia nyata...
Seperti itulah penjelasan yang Jun Hui berikan kepada Ezra.
__ADS_1
...****************...
•Kultivator tubuh / fisik (body cultivator)
Mortal flesh
Soul Forming
Mind Scattering
Sarira
Bone refining
Nirvana
Golden body
Godly Force
Heavenly mortal
Heavenly god
Heavenly buddha
Godly Buddha
•Kultivator qi (tenaga dalam)
Qi Gathering
Foundation
Gold Core
Soul Wandering
Nascent Soul
Ensoulment
Nihility
Ascension
Half Immortal
Earth Immortal
Golden Immortal
Immortal Venerable
Immortal king
Immortal emperror
__ADS_1