
Hari ini Ezra tidak bertugas karena suatu alasan, jadi dia menghubungi Su Fei melalui nomor telepon yang pernah ia berikan sebelumnya.
"Dimana kau sekarang?" tanya Ezra tanpa basa-basi.
[Memangnya kenapa?] jawab Su Fei yang ragu memberitahu keberadaannya begitu saja.
Ezra menghela nafas panjang lalu berkata dengan pasrah, "Kita harus bertemu, jadi katakan dimana kau sekarang. Aku akan menemuimu."
Su Fei berpikir sejenak sebelum memberitahu keberadaannya.
[Aku ada di pusat pembelanjaan kota Beijing.]
Suara Su Fei terdengar pelan saat mengatakan hal itu, jadi Ezra dibuat sedikit kebingungan olehnya tapi sebelum ia sempat bertanya bertanya, Su Fei sudah memotongnya terlebih dahulu.
[Akan aku ceritakan setelah kau sampai disini...]
"Kalau begitu tunggu aku." kata Ezra lalu bergegas mengendarai mobilnya ke pusat pembelanjaan kota Beijing.
Perjalanan itu membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam karena Ezra yang mengendarai mobilnya dengan ngebut.
Setelah sampai disana langsung saja Ezra memasuki tempat pembelanjaan atau mal besar itu.
Orang-orang berlalu lalang di tempat itu hingga memenuhi pusat pembelanjaan yang cukup besar, membuat Ezra sedikit kebingungan mencari Su Fei di tempat itu karena sangat ramai dan bising.
Namun tempat yang awalnya sudah bising itu semakin bertambah bising dan padat ketika beberapa gadis berteriak melihat kedatangan Ezra.
Mereka mengira jika Ezra itu adalah seorang artis karena parasnya, jadi mereka berbondong-bondong ingin berfoto bersama Ezra.
Ezra sedikit kerepotan dibuatnya, namun tiba-tiba sebuah tangan langsung menepuk pundaknya dari belakang yang membuat Ezra menjadi waspada.
__ADS_1
"Tenanglah ini aku."
"Su Fei?" kata Ezra melihat orang yang menepuk pundaknya itu.
Wanita itu tidak terlihat seperti Su Fei karena sedang melakukan penyamaran, tapi jika diperhatikan dengan lebih baik maka itu memanglah Su Fei.
"Benar, aku Su Fei. Sebaiknya kita ke tempat yang lebih tenang terlebih dahulu sebelum bicara."
Su Fei menuntun Ezra pergi dari kerumunan gadis itu ke salah satu toko pakaian yang lebih sepi dan tenang daripada sebelumnya, disana Su Fei langsung melepas penyamarannya sebelum berbicara kepada Ezra.
"Aku sedang mengawasi salah satu orang dari organisasi kriminal yang merupakan target organisasiku, jadi bisakah kau bersikap tidak terlalu mencolok?"
"Tentu." jawab Ezra dengan percaya diri yang membuat Su Fei menghela nafas pelan.
"Mustahil kau tidak mencolok dengan penampilanmu yang sekarang..." ujar Su Fei sebelum pandangannya teralihkan pada sebuah Hoodie hitam.
"Aku akan membuatmu menjadi berbeda." lanjut Su Fei lalu mengambil Hoodie hitam itu beserta beberapa pakaian dan aksesoris lainnya.
Beberapa saat kemudian Ezra kembali ke hadapan Su Fei dengan pakaian yang dia pilihkan.
"Bagaimana dengan penampilanku?" tanya Ezra sedikit ragu pasalnya pakaian yang ia kenakan bisa dibilang cukup modis, yaitu Hoodie hitam langsung dengan kerudung, celana jeans, masker hitam, dan kacamata hitam.
"Sempurna, dengan ini kau tidak akan menarik perhatian para gadis seperti sebelumnya lagi." kata Su Fei mengacungkan satu jempolnya.
Walaupun bagi Ezra cara berpakaian itu sedikit aneh, namun bagi Negara besar seperti China yang memiliki gaya fashion unik penampilan Ezra adalah hal umum.
Su Fei membuka handphonenya yang menampilkan gambaran peta pusat pembelanjaan itu, disana terdapat sebuah titik berwarna merah pertanda keberadaan tergetnya kali ini.
"Kalau begitu ayo kita bergerak!" ujar Su Fei yang sudah siap dengan penyamarannya.
__ADS_1
Ezra mengangguk sambil berjalan mengikuti Su Fei.
Sebenarnya tujuan Ezra menghubungi Su Fei bukan untuk membantunya mengurus masalah organisasi yang tidak ada hubungannya dengan dirinya, tapi untuk menanyakan tempat para kultivator biasanya berkumpul.
Tapi mengingat jika Su Fei juga berurusan dengan organisasi jahat yang mungkin saja ada hubungannya dengan kultivator membuat Ezra ingin membantunya.
Tak berselang lama kemudian Ezra dan Su Fei telah menemukan keberadaan musuhnya itu, dia adalah seorang pria paruh baya dengan jas hitam dan sebuah koper di tangannya.
"Apa yang dia lakukan di toko barang antik?" tanya Ezra melihat targetnya itu memasuki sebuah toko barang antik.
"Mungkin dia ingin menyelundupkan barang atau sebagainya." balas Su Fei mencoba menebaknya.
Beberapa saat kemudian pria itu keluar dari toko barang antik tanpa membawa kopernya, jadi tebakan Su Fei tentang orang itu yang ingin menyelundupkan barang memang benar.
"Aku akan menangkap orang itu sementara kau masuklah ke toko barang antik itu-"
"Tidak, biar aku saja yang menangkap orang itu." ujar Ezra memotong perkataan Su Fei.
"Apa kau yakin?"
"Jangan remehkan kemampuanku..." ucap Ezra sambil berjalan mengikuti pria itu yang sudah pergi jauh.
"Jaga dirimu!" teriak Su Fei sebelum Ezra benar-benar pergi menjauh.
Ezra mengikuti jalan pria itu sambil menjaga jarak darinya, perlahan tapi pasti pria itu menuju tempat parkir mal yang besar itu.
Orang itu sama sekali tidak menyadari Ezra yang mengikutinya karena kemampuan bersembunyi Ezra yang sangat baik.
Ketika sampai di tempat parkir mobil, pria itu menghampiri sebuah mobil sedan putih sambil mengambil kunci mobilnya, dia memasukkan kunci mobilnya berniat untuk membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
Tapi bersamaan dengan itu Ezra sudah berada tepat di belakangnya dan membenturkan kepala pria itu ke kaca mobil berkali-kali hingga pingsan.
Suara alarm mobil terdengar, membuat keributan yang sangat jelas di tempat parkir. Ezra merasakan beberapa petugas keamanan yang mulai mendatangi tempat parkir, jadi dia langsung memasuki mobil sedan putih itu sambil membawa pria yang tengah pingsan itu.