DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA

DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA
Chp 8: Bertemu Kultivator Pertama


__ADS_3

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai para Kultivator yang ada di China, Ezra kemudian berangkat untuk melakukan tugasnya yaitu melindungi Jun Qionglin.


Jun Qionglin adalah seorang wanita karir yang bekerja sebagai CEO di perusahaan kecantikan yang cukup terkenal di China.


Sebenarnya Jun Hui sudah menyuruh istrinya untuk tidak usah bekerja karena keadaan keluarganya yang sudah serba tercukupi, tapi Jun Qionglin menolaknya dengan alasan bosan di tinggal di rumah.


Jun Qionglin beranggapan jika dia harus menyalurkan seluruh kemampuan yang ia dapatkan di sekolah selama bertahun-tahun.


Dia adalah lulusan terbaik dari universitas tinggi, jadi sudah sewajarnya ia mengelola sebuah perusahaan, bukannya hanya diam di rumah.


Kembali ke sisi Ezra dan Jun Qionglin.


Ezra mengemudikan mobilnya sementara Jun Qionglin duduk di kursi belakang masih dengan raut wajah cemberut.


"Jadi kemana kita harus pergi?" tanya Ezra yang sejak tadi hanya mengemudi keliling kota.


"Terserah." jawab Jun Qionglin cuek.


'Dia jadi lebih mirip anak kecil yang sedang merajuk sekarang....' batin Ezra melihat tingkah laku wanita dewasa itu.


"Maaf sebelumnya, tapi kita sudah berkeliling kota 3 kali hari ini. Jika Nyonya tidak mengatakan tujuan, maka mungkin kita akan melanjutkannya sampai malam." kata Ezra mencoba bersikap sopan walaupun dalam hatinya sangat kesal.


"... Kalau begitu kita akan ke restoran." jawab Jun Qionglin yang sadar jika dia sudah sedikit berlebihan.


Setelah diberitahu letak restoran yang Jun Qionglin inginkan, Ezra langsung mengemudikan mobilnya ke tempat itu.


Restoran itu adalah salah satu restoran bintang lima yang menyajikan banyak makanan luar negeri ataupun makanan tradisional.


Sebenarnya tempat ini akan lebih ramai saat di malam hari karena banyak orang kaya yang mengadakan pesta, tapi di siang hari juga tidak kalah ramainya.


Jun Qionglin langsung berjalan terburu-buru ketika memasuki restoran itu sementara Ezra hanya mengikutinya dari belakang sebagai seorang bodyguard.


Ezra sedikit kebingungan dengan Jun Qionglin yang sangat terburu-buru, tapi setelah sampai di salah satu meja makan yang Jun Qionglin tuju, akhirnya dia paham dengan alasan wanita itu terburu-buru.


'Ada banyak orang yang menunggunya untuk berbisnis, tapi dia malah asyik berkeliling di luar sana...' pikir Ezra ketika melihat ada 3 pria dan 2 wanita di meja makan itu.


Selain itu mereka juga membawa bawahan mereka yang berdiri tepat di belakang kursi mereka.


Pastinya mereka tidak akan mengadakan pesta di tempat itu melihat jika mereka mengenakan pakaian kerja dengan berkas-berkas di tangannya.


"Maafkan atas keterlambatan saya." kata Jun Qionglin dengan sopan lalu duduk di kursi yang telah disediakan sementara Ezra berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"Tidak masalah Nona Jun, kami juga baru sampai di tempat ini." ujar salah seorang pria paruh baya.


Ezra tahu dengan jelas jika pria itu berbohong.


"Baguslah ... ini adalah pertemuan pertama kita, jadi ada baiknya kita memperkenalkan diri terlebih dahulu." kata Jun Qionglin tanpa tahu jika pria paruh baya itu berbohong.


"Kalau begitu dimulai dariku." kata pria paruh baya tadi, lalu melanjutkan, "Nama saya Ming Hao, CEO dari perusahaan perhiasan. Saya sangat berharap bisa bekerjasama dengan perusahaan Anda."


"Saya akan mempertimbangkannya." balas Jun Qionglin lalu mempersilahkan yang lainnya untuk memperkenalkan diri mereka.


Semua orang memperkenalkan diri mereka dan perusahaan mereka kepada Jun Qionglin, berharap bisa mendapatkan kontrak kerjasama. Namun ada salah satu wanita berhasil menarik perhatian Ezra.


Dia adalah wanita karir sama seperti Jun Qionglin dan memiliki paras yang cantik dan terkesan dewasa dengan kacamatanya, dia adalah Diana, wanita yang Ezra temui di pesawat saat menuju negara itu.


Tatapan mata mereka bertemu, tapi Ezra dan Diana berpura-pura tidak mengenal satu sama lain karena situasi mereka yang tidak memungkinkan untuk saling menyapa.


"Setelah membaca berkas pengajuan kerjasama yang kalian berlima berikan, saya cukup tertarik dengan berkas Nona Diana." kata Jun Qionglin setelah membaca berkas yang diajukan kelima orang pengusaha itu.


Ming Hao tampak terkejut ketika mendengarnya, "Lalu bagaimana dengan lamaran kerjasama saya?" tanyanya.


"Mohon maaf sebelumnya, tapi ... saya sudah punya cukup banyak mitra dari perusahaan perhiasan yang jauh lebih besar daripada perusahaan Anda, jadi saya tidak bisa menerima pengajuan kerjasama Anda." balas Jun Qionglin.


Pria itu masih tidak terima dengan jawaban Jun Qionglin dan terus memprotesnya


"Dia cukup berpengaruh di Negaranya, jadi saya ingin meminta bantuannya untuk memperkenalkan produk saya di Negaranya. Sebaliknya saya juga akan memperkenalkan produknya di Negara ini." balas Jun Qionglin tegas.


"Ini tidak adil ... kau lebih memilih orang luar ini daripada diriku yang satu bangsa denganmu!"


"Tuan Ming Hao tolong jaga sikapmu!"


Ming Hao emosi, dia sudah tidak bersikap hormat lagi kepada Jun Qionglin setelah mendapatkan penolakan keras.


"Jaga sikap? Kau sendirilah yang membuat kami semua menunggu di tempat ini selama berjam-jam, dan kemudian kau menolak kami begitu saja? Jangan bercanda!!" teriak Ming Hao lalu berdiri dari tempat duduknya.


Dengan sangat kurang ajar dia ingin meraih Jun Qionglin dan melukainya, tapi Ezra bergerak dengan cepat dan membanting tubuh pria paruh baya itu di meja makan hingga menghancurkannya.


Semua orang sontak langsung panik dan terkejut termasuk Jun Qionglin, mereka langsung menjauh dari Ezra dengan pengawal mereka di depan mereka bersiaga untuk melindungi majikannya.


"Dasar brengsek! Berani-beraninya kau menyentuhku dengan tangan kotormu!" teriak Ming Hao kesal.


"Kau harusnya sadar akan situasimu." kata Ezra dingin lalu mematahkan lengan kanan pria itu.

__ADS_1


* CRACK!! *


"Aaaarrgh!!"


Pria menyedihkan itu berteriak histeris karena lengannya yang dipatahkan dengan mudahnya oleh pria muda di hadapannya.


Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah pengawalannya dengan penuh air mata, "Untuk apa aku menyewamu dasar tua bangka, cepat hajar anak tidak tahu malu ini dengan jurusmu!" teriaknya.


Ezra melirik pengawal itu, dia adalah kakek tua rentan dengan pakaian tradisional China. Namun Ezra bisa melihat jika dia bukanlah kakek biasa karena memiliki aura yang aneh.


'Aura ini ... dia seorang dukun? Tidak, tapi seorang Kultivator!' pikir Ezra yang akhirnya bisa bertemu dengan seorang kultivator sungguhan.


"Nak, cepat lepaskan dia dan berlututlah di hadapanku atau kakek tua ini akan memberimu pelajaran yang setimpal." kata kakek itu sombong.


Ezra melepaskan Ming Hao, membuat kakek itu tersenyum penuh kemenangan, tapi Ezra sama sekali tidak berniat untuk berlutut di hadapan kakek itu melainkan menantangnya untuk bertarung.


"Sudah lama aku menantikan orang sepertimu, dan sekarang aku bertemu denganmu secara langsung...." kata Ezra sambil menyeringai.


Kakek tua itu mengerutkan keningnya, "Kau tahu tentang hal itu?" tanyanya.


Ezra tidak menjawab melainkan hanya tersenyum dan mempersiapkan tinjunya.


'Apa apaan dengan bocah ini ... apa dia seorang kultivator juga? Tapi aku tidak bisa merasakan tingkat kultivasinya! Apa dia menggunakan teknik kultivasi belum pernah ada?' pikir kakek itu dengan keringat dingin.


Masalahnya dia tidak tahu pasti sampai mana tingkatan kultivasi Ezra, jadi dia tidak percaya diri melawannya.


Ezra bukanlah seorang kultivator, jadi tidak akan ada seorang kultivator yang bisa melihat tingkat kekuatannya.


'Kenapa aku menjadi ragu seperti ini? Dia hanyalah bocah biasa, dia pasti tidak mempunyai tingkat kultivasi yang tinggi, dia hanya bicara omong kosong belaka!' pikir kakek tua itu yang kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.


"Kalau begitu akan aku ladeni kau!" teriak si kakek lalu mengumpulkan tenaga dalamnya di genggaman tangannya, sementara Ezra hanya membuat bentuk kuda-kuda yang belum pernah dilihat oleh kakek tua itu.


'Dasar bodoh! Dia bahkan tidak bisa menggunakan tenaga dalam, jelas dia hanyalah dukun gadungan!' pikir kakek tua itu.


Dengan penuh kesombongan dia kemudian melesat dengan cepat kearah Ezra sambil mengangkat tinjunya tinggi-tinggi dan memukul tubuh Ezra dengan kekuatan tenaga dalamnya.


Mati kau dasar sialan! - batin kakek tua itu.


Ezra tersenyum, "Ajian Pameng kang jaga." gumam Ezra pelan lalu menggerakkan tinjunya dengan pelan.


Hembusan angin keras menerjang seluruh tubuh kakek tua itu, matanya membulat tak percaya setelah merasakan sensasi kematian yang amat pekat dari satu serangan pelan Ezra.

__ADS_1


"Mu- mustahil!" teriaknya.


Bersamaan dengan itu tubuh kakek tua rentan itu terlempar ke dinding hingga hancur.


__ADS_2