DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA

DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA
Chp 4: Pria Pemikat


__ADS_3

"D- dia bodyguard baru kita?" ucap Jun Qionglin tak percaya, dibarengi dengan anggukan putri pertamanya Jun Mei.


"Dia lebih terlihat seperti seorang artis daripada bodyguard." lanjut Jun Mei.


"Tidak baik membiarkannya tetap berdiri, jadi silahkan duduk Ezra." kata Jun Hui mempersilahkan Ezra untuk duduk.


Ezra menganggukkan kepalanya dan menuruti perkataan Jun Hui, ia kemudian duduk di kursi sebelah Jun Hui sehingga dirinya berhadapan dengan seluruh keluarga Jun.


Ezra sedikit melirik Jun Mei yang melihatnya dengan tatapan penuh selidik.


"Ekhem! ... Karena kita semua sudah berkumpul, ada baiknya kita memperkenalkan diri terlebih dahulu." kata Jun Hui yang memecah tatapan aneh Jun Mei.


"Biarkan aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu." ujar Jun Mei, lalu melanjutkan, "Namaku Jun Mei, usia 17 tahun dan merupakan putri tertua keluarga Jun. Semoga kita bisa berteman dengan baik Ezra..."


Jun Mei memperkenalkan dirinya dengan anggun dan senyuman manis, tapi jauh di dalam hatinya ia berkata lain.


Kau pasti seorang penipu yang ingin memanfaatkan keluargaku. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, di balik wajah tampanmu itu pasti ada Iblis yang sangat kejam dan menunggu waktu untuk muncul ke permukaan - pikir Jun Mei.


Gadis itu sudah menemui banyak pria seperti Ezra yang menawan di luar tapi sebenarnya sangat menjijikkan di dalam. Semua pria itu hanya menginginkan tubuh Jun Mei, dan ia yakin jika Ezra sama dengan mereka.


Tapi sebenarnya Jun Mei tidak akan bisa membuat Ezra langsung jatuh hati padanya karena penampilan fisik tidak akan mempengaruhi Ezra.


"Senang bertemu denganmu, Jun Mei..." ucap Ezra dengan senyuman khasnya.


* DUG!! *


Jantung Jun Mei langsung berdetak kencang setelah melihat senyuman Ezra.


Eh? Apa ini? Apa baru saja aku... - batin Jun Mei kebingungan dengan perasaan yang ia rasakan.


Apa lagi perasaan yang gadis itu rasakan selain perasaan cinta?


Niatnya ingin memikat Ezra untuk memperlihatkan sisi aslinya, tapi yang terjadi malah sebaliknya yaitu gadis itu sendirilah yang terpikat pada


Ezra hanya tersenyum kecut ketika menyadari apa yang terjadi pada gadis itu.


Sepertinya aku sudah membuat seorang gadis tergila-gila padaku lagi, entah sudah berapa banyak gadis yang aku buat tersesat... - batin Ezra sambil menghela nafas.


"Sekarang giliranku memperkenalkan diri!"


Jun Qionglin berdiri dari tempat duduknya, dengan penuh semangat ia kemudian memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Namaku Jun Qionglin, usia 34, dan merupakan Ibu dari kedua gadis ini."


Ezra merasa sedikit aneh dengan sikap Jun Qionglin yang terlalu bersemangat, tapi ketika Ezra melihat wajah wanita yang sudah bersuami itu dengan seksama dia mulai menyadarinya.


Jangan bilang dia juga terpikat padaku? Ilmu pelet ini memang sangat meresahkan! - batin Ezra tak percaya.


Seperti kata Ezra, sebenarnya dia memiliki Ilmu pelet yang berguna untuk menarik perhatian lawan jenis.


Sebenarnya ilmu itu tidak akan berguna terhadap seorang wanita yang sudah menikah, tapi saking kuatnya ilmu milik Ezra membuat dia bisa memikat wanita yang sudah menikah.


Seandainya aku bisa menyingkirkan ilmu sesat ini dari daftar ilmu milikku, aku pasti sudah melakukannya dari dulu... - batin Ezra yang mulai menyesal mempelajari ilmu sesat itu.


"Selanjutnya Yinyin! Yinyin ingin mengenal kakak lebih jauh lagi" kata Yinyin tiba-tiba.


Tapi sepertinya tidak perlu lagi bagi gadis kecil itu untuk memperkenalkan dirinya karena ia sudah menyebutkan namanya.


"Jadi namamu Yinyin, ya ... itu nama yang indah..." ujar Ezra dengan lembut.


Mata indah Yinyin berbinar seketika mendengar perkataan Ezra yang sangat lembut di telinga kecilnya.


"Kakak Ezra sangat tampan ... nanti kalau sudah besar Yinyin ingin menikahi kakak Ezra!"


Semua orang masih terdiam sebelum Jun Hui berdehem untuk meredakan suasana, "Ekhem ... makanan sudah siap, ayo kita segera makan..."


"Baiklah." balas Ezra lalu mulai mengambil makanan, begitupun dengan Jun Mei dan Jun Qionglin sementara Jun Yin masih terlihat sangat ceria.


...


...


...


Keesokan harinya Ezra terbangun di ranjang empuknya dengan perasaan bersalah.


"Hah ... sepertinya kedatanganku kesini hanya membawa kehancuran bagi keluarga ini..." gumam Ezra.


Kedua putri beserta istri Jun Hui sekarang sedang menyukai Ezra, dan payahnya lagi Jun Hui tidak menyadarinya sama sekali. Jun Hui sudah bersikap baik dan tulus kepada Ezra, oleh karena itu Ezra merasa sangat bersalah.


Ia kemudian bangkit dari ranjang dan menatap ke luar jendela kamar mewahnya dan menatap taman di depan mansion keluarga Jun, disana terlihat seorang pelayan yang sedang menyiram bunga itu, dia adalah Zixin.


Dengan menumpukan dagunya di lengannya, Ezra mulai memandangi Zixin dengan tatapan lembut, perlahan sebuah kenangan akan masa lalu mulai mengalir di kepala Ezra.

__ADS_1


Dia pernah melihat pemandangan yang serupa, yaitu seorang wanita yang sedang menyiram bunga di pagi hari dengan penuh kasih sayang.


"Aku merindukanmu ibu..." gumam Ezra.


Tidak bisa dipungkiri jika Ezra masih belum sepenuhnya terbebas dari masa lalunya. Setiap kali dia mencoba untuk move on dari masa lalu, sebuah kenangan mengharukan selalu muncul di benaknya.


Pada akhirnya Ezra hanya bisa memendam semua perasaannya itu dengan senyuman, bahkan saat ini ketika Zixin menyadari sedang diperhatikan oleh Ezra.


Zixin melambaikan tangannya untuk menyapanya, tapi Ezra hanya memberikan senyumannya walaupun sebenarnya hatinya sedang sedih.


Melihat matahari yang telah terbit, Ezra menghela nafas panjang sambil bergumam, "Aku harus melaksanakan tugasku sekarang..."


Ezra turun ke lantai bawah, tepatnya ke meja makan yang kemarin.


Disana sudah terlihat Jun Hui beserta dengan seluruh keluarganya tengah menunggu kedatangan Ezra untuk makan bersama.


"Maaf aku terlambat." kata Ezra setelah sampai di tempat itu.


"Tidak masalah, kami juga baru sampai disini." kata Jun Hui dengan senyuman.


"Makanlah yang banyak sebelum kau melakukan tugasmu, atau kau butuh bekal buatanku sendiri?" ucap Jun Qionglin perhatian.


"Aku tidak membutuhkannya." balas Ezra cuek.


Mendengar perkataan istrinya, Jun Hui berkata: "Aku tidak keberatan kalau dibuatkan bekal makan siang sebelum berangkat ke kantor."


"Buat sendiri."


Tapi tanpa disangka-sangka Jun Hui malah mendapatkan jawaban sinis dari istrinya dan membuatnya patah semangat.


Melihat itu sekali lagi Ezra merasa bersalah, hubungan harmonis mereka berdua telah kandas karena kedatangan dirinya dengan membawa ilmu menyesatkan.


Ada dua cara untuk membuat istri dan kedua putri Jun Hui terbebas dari efek ilmu pelet milik Ezra.


Yang pertama adalah dengan cara berbuat kasar kepada mereka sehingga mereka sadar dengan sendirinya kalau diri mereka terpengaruh ilmu hitam, intinya harus membuat mereka membenci Ezra....


Dan cara kedua adalah mencari dukun yang jauh lebih sakti dibandingkan dengan pengguna pelet atau Ezra.


Ezra sadar jika tidak ada dukun yang jauh lebih sakti darinya selain gurunya sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan jika di negara ini ada dukun atau semacamnya yang jauh lebih sakti daripada Ezra.


Kalau tidak salah ada seseorang yang disebut kultivator di negara ini ... benar atau tidaknya yang pasti aku tidak sabar bertemu dengan mereka - batin Ezra bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2