DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA

DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA
Chp 13: Semangat Jun Yin


__ADS_3

"Jadi? apa kalian masih mau melawan?" kata Ezra kepada anggota Geng Rajawali yang masih menganga.


Butuh beberapa saat sebelum mereka tersadar dan menggelengkan kepalanya dengan gugup.


"K- kami menyerah..." kata salah satu pria mewakili yang lainnya.


Ezra menatap mobil sedan hitam yang ada jauh di hadapannya, itu adalah tempat dimana seorang pria yang disebut Bos berada. Namun ia sudah pergi terlebih dahulu sebelum setelah melihat Geng Rajawali yang mendapatkan kekalahan.


Bukannya tidak bisa mengejarnya, tapi Ezra tidak bisa meninggalkan Jun Yin yang sedang tertidur pulas itu sendirian. Selain itu dia sudah punya banyak orang yang bisa dia tanyakan.


"Aku akan melepaskan kalian setelah mengatakan identitas orang yang mengirim kalian kepadaku." kata Ezra dengan seringai, membuat pria-pria yang gagah perkasa itu bergidik ketakutan.


"D- dia adalah sekretaris dari CEO perusahaan Quilmes. Kami hanya menjalankan perintahnya dengan bayaran sejumlah uang, kami sama sekali tidak tahu apa alasannya ingin menculik gadis kecil itu..."


Salah satu dari mereka mengatakan situasinya dengan jujur, Ezra menganggukkan kepalanya bangga dengan kejujuran mereka walaupun sempat dibuat kesal.


"Aku akan melepaskan kalian kali ini. Pekerjaan kalian bukanlah urusanku, tapi jika kalian mengambil pekerjaan yang berhubungan denganku ataupun keluarga Jun maka bersiaplah untuk menerima konsekuensi yang lebih besar." kata Ezra memperingati mereka.


Semua pria itu menunduk patuh di bawah kaki Ezra dengan tangisan haru.


""Kami bersumpah tidak akan berbuat jahat lagi!"" teriak mereka bersamaan.


Ezra sedikit kebingungan karena dia sebenarnya tidak melarang mereka untuk berbuat kejahatan, dia hanya melarang mereka untuk tidak berurusan dengannya lagi.


Tapi kalau sudah begini tidak ada ruginya juga membuat beberapa orang kembali ke jalan kebenaran walaupun yang membuat mereka tobat itu adalah perwujudan sesungguhnya dari seorang Iblis. Aneh bukan?


...


...


...


Keesokan harinya Jun Yin terbangun di tempat tidurnya dengan perasaan aneh, pasalnya dia kemarin tertidur pulas di samping Ezra.


Dia berpikir jika mungkin saja ayahnyalah yang menggendongnya ke tempat tidur, padahal nyatanya Ezra-lah yang melakukan hal itu.


Jun Yin bangun terlalu subuh hari ini yang bahkan anggota keluarga lainnya masih belum terbangun, itu karena ia ingin pergi ke toilet mengingat dirinya banyak memakan es krim kemarin malam.


Setelah keluar dari toilet Jun Yin ingin langsung kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidur, namun aroma sedap yang berasal dari dapur tiba-tiba tercium di hidung mungilnya.


Perlahan-lahan ia berjalan mendekati ruang dapur dan melihat seorang pelayan sedang memasak, dia adalah Zixin.

__ADS_1


"Eh? N- nona muda, kenapa Anda ada disini subuh-subuh seperti ini?" tanya Zixin menyadari keberadaan Jun Yin.


"Kakak sedang memasak?" balas Jun Yin bertanya dengan wajah polosnya.


"Tentu, ini memang sudah tugas rutin kakak untuk menyiapkan makan malam untuk Nona muda dan yang lainnya."


"Kakak sendirian?"


"Yah ... pelayan lainnya sedang mengambil cuti hari ini..."


Gadis kecil itu merasa kasihan dengan Zixin karena pekerjaannya yang sangat berat tanpa bantuan pelayan lainnya.


Sejujurnya dia tidak terlalu mengenal sosok Zixin karena dia adalah pelayan baru di kediaman keluarga Jun, tapi ia bisa merasa kasihan pada orang yang tidak dia kenal itu.


"Biarkan Yinyin membantu kakak memasak." kata Jun Yin tiba-tiba dengan mata berbinar, membuat Zixin menjadi sangat terkejut.


"Eh? Tapi..."


Zixin ingin menghentikan Nona mudanya membantu dirinya memasak di dapur karena itu bukanlah hal yang pantas dilakukan oleh orang berstatus tinggi sepertinya, apalagi dia juga masih kecil.


Namun Gadis itu tidak mendengar perkataan Zixin, ia mendorong sebuah kursi untuk menggapai tempat memotong sayuran lalu mengambil pisau dapur yang tak jauh dari sana.


"Bagaimana cara memotong sayurnya?" tanya Jun Yin polos sambil mengangkat pisaunya membuat Zixin bergidik ngeri.


Satu satunya yang ia ingin lakukan adalah membantu Zixin dengan memotong sayuran karena memasak haruslah memerlukan keahlian tinggi.


Melihat Nona mudanya yang bersikeras membuat Zixin hanya bisa menghela nafas panjang, jadi mau tidak mau dia harus mengajari Nona mudanya memotong sayuran dengan ekstra hati-hati.


Jun Yin bisa mempraktekkan ajaran Zixin dengan cepat dan tanpa melukai tangannya sama sekali, tapi itu tidak membuat Zixin merasa lega dan terus mengawasi Gadis itu dengan hati-hati.


...


...


...


Beberapa jam telah berlalu dan pagi haripun akhirnya tiba, seperti biasa semua keluarga Jun sarapan di meja makan termasuk Ezra yang kali ini tidak datang terlambat.


Jun Yin juga sudah ada di meja makan bahkan sebelum keluarnya datang yang membuat sang ibu sedikit kebingungan.


"Tumben kau bangun pagi Yinyin, biasanya ibu harus membangunkanmu setiap paginya untuk sarapan." kata Jun Qionglin keheranan.

__ADS_1


"Hehe ... Yinyin merasa sangat lapar hari ini..." kata menampilkan senyuman polos di wajahnya.


"Apa semalam kau tidak cukup berbelanja dengan Ezra?"


"Sudah, tapi tetap saja Yinyin merasa sangat lapar sekarang."


"Sudahlah, itu wajar bagi seorang anak yang sedang dalam pertumbuhan..." kata Jun Hui memasuki percakapan.


Jun Qionglin tidak menanggapi melainkan hanya memutar bola matanya malas. Jun Yin yang menyadari itu sontak mengubah ekspresinya menjadi murung namun tetap ia sembunyikan dengan senyuman.


Tidak ada yang tahu tentang hal itu selain Ezra yang memilih untuk diam.


Mereka akhirnya sarapan pagi dengan perasaan hampa yang menyelimuti seisi ruang makan.


Tidak ada sedikitpun kehangatan seperti di masa lalu.


Singkat cerita sarapan pagipun akhirnya telah selesai. Jun Yin dan Jun Mei langsung kembali ke kamarnya dengan beberapa patah kata, meninggalkan Jun Qionglin, Jun Hui, dan Ezra di meja makan.


Jun Hui menghela nafas panjang sebelum membicarakan tugas Ezra berikutnya, namun sebelum ia bisa bicara Ezra memotongnya terlebih dahulu.


"Bisakah aku berbicara denganmu secara pribadi?"


Setelah beberapa saat akhirnya Jun Hui mengerti maksud Ezra dan melirik istrinya yang masih diam di tempat.


Mendapatkan isyarat untuk pergi, Jun Qionglin memutar matanya kesal lalu pergi begitu saja dengan sedikit kasar hingga menyebabkan suara gesekan kursi yang keras.


Jun Hui memijit keningnya pusing melihat kelakuan istrinya itu sebelum mengalihkan perhatiannya kembali kepada Ezra.


"Jadi, ada masalah apa?" tanyanya.


"Kemarin malam saat aku mengantar Jun Yin pulang ada musuh yang menghadang kami, dia berniat untuk menculik Jun Yin dengan menyewa sebuah Geng." kata Ezra menjelaskan tentang kejadian kemarin malam.


"Jadi dia melakukannya lagi ya..." gumam Jun Hui yang bisa di dengar oleh Ezra.


"Sepertinya kau tahu siapa dalang penculik itu?" kata Ezra menerka.


"Aku tahu orang itu, dia adalah saingan bisnisku dari perusahaan Quilmes. Beberapa bulan lalu dia pernah melakukan penculikan terhadap putri bungsuku namun usahanya itu bisa digagalkan oleh bodyguard kala itu."


"Bisa dibilang dia adalah orang yang kuat karena memiliki banyak ahli bela diri dan kultivator di sisinya." lanjut Jun Hui.


Mendengar itu membuat Ezra sedikit bersemangat.

__ADS_1


Kuharap kultivator yang dia miliki tidak membuatku kecewa sama seperti terakhir kali - batin Ezra.


__ADS_2