
Anie membuka matanya dan membuka jendela kamarnya. Angin sepoi dan aroma embun pagi menyapanya. Tak lupa burung beo dengan nama Ray yang selalu berucap “Selamat pagi Anie”. “Selamat pagi Ray” balas Anie dengan senyum manis seperti biasanya. Segera ia mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Anie tinggal di lingkungan yang damai. Dimana banyak tanaman rindang di sekitar rumahnya, pegunungan sebagai pemandangan dan juga danau kecil yang terletak tak jauh dari rumahnya. Ini adalah negeri sihir dimana semua orang yang hidup di situ lahir dengan kekuatan dan tingkatan yang berbeda-beda.
__ADS_1
Anie dan ke 2 sahabatnya, Adrina dan Sera akan pergi ke sekolah. Mereka berjalan melewati jembatan kayu yang dihiasi tanaman mawar di bagian pegangannya dan diiringi pecikan air dari air terjun. Ini merupakan jalan yang biasa mereka lewati. Setelah melewati jembatan kayu mereka akan melewati pohon besar yang mana di atas pohon tersebut ada rumah kayu sebagai tempat rahasia mereka. Dari pohon besar tersebut sekolah tempat mereka belajar berjarak sekitar 5 menit.
__ADS_1
“hey, Anie apa yang kau siapkan untuk ujian besok?”, tanya Adrina pada Anie. “ummm.. aku belum menyiapkan apa-apa” jawab Anie dengan santainya. Memang Anie adalah tipe orang yang santai dan cuek dengan sekolahnya. Cuitan burung di awan mengiringi obrolan mereka. “bagaimana jika kita berlatih bersama nanti sepulang sekolah?” ujar Sera dengan nada khas nya yang terkesan kalem. Anie dan Adrina menyetujui ide Sera.
__ADS_1
Sepulang sekolah mereka berkumpul di tempat persembunyian rahasia mereka. “Anie, bagaimana dengan mu besok?“ tanya Adrina yang panik. Masih seperti biasanya, Anie dengan cuek mengatakan “Entahlah, aku juga tak tau”. Sera tampak kebingungan dengan jawaban Anie karena mereka ingin berada di sekolah yang sama untuk jenjang berikutnya. Dan besok adalah ujian seleksi dari sekolah yang menjadi favorit semua penyihir yaitu Dravelux. Tentu adrina dan sera sangat antusias menyambutnya. Akhirnya mereka berlatih bersama sedangkan Anie sibuk membaca buku mengenai spirit yang menarik menurutnya. Anie memang sangat menyukai spirit dan Anie merupakan anak dari penyihir terkuat di sana. Namun sayangnya sampai saat ini Anie belum bisa tau bakat sihir yang dimilikinya.
__ADS_1
Hari ujian telah tiba. Setiap murid di panggil satu-satu Namanya untuk menampilkan kemampuan sihirnya dan mengetes bakat sihirnya dengan permata biru. Adrina dipanggil pertama, dia menampilkan sihir pertahanan yang hebat dan kemudian dalam tes bakat, permata biru berubah menjadi ungu yang cukup terang yang menandakan ia memiliki bakat sihir pertahanan dikelas sedang. Kemudia tiba lah Anie dipanggil namanya, dia memasuki ruang ujian dan salah satu juri menyuruhnya menampilkan kemampuannya. “aku tidak tau kemampuanku, dan sampai saat ini aku belum tau bakat sihir apa yang aku miliki”, semua juri terkejut dengan yang dikatakan Anie. Untuk mengetahui bakat sihir yang belum keluar salah satu juri meminta untuk meletakan tangan Anie di Permata biru. Selama beberapa detik warna dan cahaya permata itu tetap sama. Namun secara tiba-tiba muncul cahaya Pelangi dengan warna menyilaukan mata yang menyinari ruangan tersebut sontak semua orang yang ada di ruangan tersebut menutup mata mereka karena cahaya yang menyilaukan itu. Setelah Anie melepaskan permata biru, cahaya itu meredup. “ wow, seorang elementalis yang muncul 100 tahun sekali. Kau memiliki bakat elementalis nak” ucap juri. Anie terkejut mendengar apa yang dikatakan para juri. “pantas saja sihirmu tak bisa keluar, itu dikarenakan kamu harus memiliki kontrak dengan spirit baru kamu bisa mengeluarkan sihir sesuai dengan spirit yang memiliki kontrak denganmu.”. Anie dengan wajah terkejutnya menginggalkan ruangan. Kemudian giliran Sera dengan sihir penyerangan dan berhasil memunculkan warna merah yang terang yang menandakan sihir penyerangan tingkat tinggi.
__ADS_1