
Ruangan yang mereka kunjungi setelah itu adalah perepustakaan. Perpustakaan besar yang dijaga oleh seorang penyihir hebat dengan berbagai jenis buku. Disana banyak buku kuno yang tidak boleh dipinjam oleh sembarang orang tanpa ada ijin dari pengajar. Anie terlihat senang melihat banyaknya buku di perpustakaan karena dia adalah orang yang suka membaca. Hal itu berbanding terbalik dengan Adrina yang lebih suka praktik tanpa harus membaca buku.
“apakah ada buku tentang spirit disini?” tanya Anie pada penjaga perpustakaan itu.
“ada beberapa buku tentang spirit disini namun jumlahnya tidak banyak. Hanya ada beberapa. Elementalis adalah bakat yang langka sehingga jarang juga buku tentang spirit disini. Hmmm apakah kamu Anie yang sedang dibicarakan banyak murid itu? Jadi kau adalah elementalis?” tanya penjaga perpustakaan dengan rasa penasaran yang tinggi
“ya aku Anie. Apakah beritanya menyebar secepat itu” jawab Anie
Anie memang sangat penasaran dengan spirit apa yang ia panggil itu makanya ia berusaha mencari buku yang lebih lengkap karena di buku-buku yang ia punya tidak ada yang menjelaskan tentang Lucas. Tapi seperti yang penjaga perpustakaan katakan, tidak banyak buku tentang spirit yang ada.
“apakah kau sudah puas bertanya Anie?” tanya kepala sekolah pada Anie
Anie langsung menoleh ke arah kepala sekolah dan menjawab “sudah, kurasa pertanyaanku sudah cukup”
“baik anak-anak mari kita lanjutkan perjalanan, kali ini kita akan menuju tempat yang pasti kalian suka dan kalian butuhkan. Kita akan pergi ke kantin Dravelux” ajak kepala sekolah sambil berjalan menuju pintu keluar.
Sesampai nya dikantin mereka dibuat melongo karena kantin yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, kemewahannya tak dapat mereka ungkapkan sampai-sampai mereka terdiam sejenak. Kantin itu memiliki banyak meja dan kursi dan mereka hanya tinggal memilih menu dari tempat duduk mereka dan sihir akan membantu menyiapkan makanan yang mereka pesan kemudian mengantarnya ke meja pemesan. Selain itu ada air mancur mini di setiap meja nya yang digunakan untuk mencuci tangan sesudah dan sebelum makan. Lampu gantung yang terlihat seperti kristal menjadi hiasan di langit-langit tengah ruangan. Kantin yang dapat melayani pelanggan tanpa harus antri dan berdesak-desakan.
__ADS_1
“bagaimana bisa ada kantin seluas dan secantik ini, sungguh membuat ku betah berlama-lama disini”, ucap Adriana
“dasar kau tukang makan”, jawab Sera dengan bercanda
tiba-tiba penjaga kantin datang dari belakang mereka dan berucap, “kalian bisa pergi kesini jika kalian lapar, kantin ini buka 24 jam, dan menunya juga berubah setiap hari agar kalian tidak bosan, tapi ingat kalian tidak boleh berbuat gaduh disini karena peraturan makan disini adalah tidak boleh menimbulkan kegaduhan dan bila ada yang melanggar maka sanksinya adalah kalian tidak boleh makan disini selama satu minggu”
setelah puas mengamati kantin Dravelux mereka diajak meninggalkan kantin dan menuju bagian samping kanan Dravelux, disana ada kolam renang yang digunakan siswa untuk berenang saat bosan. Selain kolam renang ada juga ruangan untuk olahraga bagi siswa. Olahraga sangat penting bagi murid disini agar energi mereka lebih stabil. Jadi wajar bila tempat ini hampir tak pernah sepi.
Selain tempat olahraga disini juga ada taman bermain seperti ayunan kecil dengan pemandangan bukit yang jauh di depan ayunan itu. Di bagian belakang dari sisi samping Dravelux ada tempat berlatih sihir, disana ada banyak perlengkapan untuk melatih sihir. Pintu akan berwarna merah jika tempat latihan sihir tersebut sudah penuh oleh siswa yang berarti siswa lain tidak diperbolehkan masuk lagi hingga ada siswa yang keluar. Dan sebaliknya, pintu akan berwarna orange biru jika masih ada tempat untuk siswa berlatih. Bagian dalam tempat itu terdiri dari ruangan-ruangan dan setiap ruangan dapat berubah sesuai bakat sihir siswa dan mengubah fasilitas yang tersedia agar sesuai dengan bakat murid yang masuk.
Namun ada rasa aneh yang Anie rasakan, seperti ada yang mengawasinya dari bagian dalam hutan yang gelap.
“Siapa itu?” tanya Anie sambil menoleh ke arah hutan yang gelap karena rimbunnya pepohonan.
“Ada apa Anie?” kepala sekolah menanyakan Anie yang tampak kebingungan
“tidak, tadi sepertinya ada yang mengawasiku dari sana”, jawab Anie sambil menunjuk arah hutan lebat
__ADS_1
“Ingat Anie dan kalian berdua, apapun alasannya kalian tidak boleh pergi kesana. Itu adalah hutan larangan tidak ada siswa yang boleh pergi kesana. Dan itu adalah batas yang tidak boleh kalian lewati, tidak ada sihir perlindungan lagi di sana, maka dari itu bisa jadi di sana berbahaya.” Ucap kepala sekolah sambil menunjuk ke arah batas berupa cahaya yang hampir transparan di ujung sana.
“Apakah ada seseorang yang pernah kesana?”, tanya Adrina kepada kepala sekolah
“pernah, seseorang yang sangat kuat. Mari kita berpindah ke sisi sebelah kiri Dravelux”
Mereka pun berjalan menuju bagian samping kiri Dravelux. Berbeda dengan sisi Kanan Dravelux yang di penuhi bangunan, sisi kiri Dravelux lebih mirip sebuah kebun yang sangat luas, luasnya sendiri hampir setara dengan bangunan sekolah Dravelux dengan berbagai tanaman yang digunakan sebagai bahan percobaan siswa Alkimia. Tidak ada yang menarik dari sisi sebelah kiri ini. Namun hanya sisi ini yang memiliki penjaga. Beliau seorang laki- laki yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi, ia bernama Antonio. Tentu bagian kiri memiliki penjaga karena khawatir ada yang mengamil tanaman-tanaman disini karena bisa di bilang sebagian besar tanaman disini adalah tanaman yang langka.
“hallo selamat siang, apakah diantara kalian ada siswa Alkimia?” tanya penjaga kebun itu
“tidak, ada apa?”, Sera menjawab pertanyaan penjaga kebun itu
“oh tidak, aku hanya mau menitipkan pesan kepada pengajar Alkimia beberapa hari lagi tanaman yang dia tunggu-tunggu akan segera panen”
“kalau begitu nanti akan saya sampaikan”, saut kepala sekolah.
“baik anak-anak. Mari kita akhiri jalan-jalan kita hari ini, aku akan mengantar kalian kembali ke kamar” ajak kepala sekolah kepada mereka bertiga.
__ADS_1