Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
Tenggelam


__ADS_3

Adrina mengedipkan mata pada Anie memberi kode ia ingin menarik tangan Sera hingga dia masuk ke dalam air. Anie yang langsung paham maksud Adrina mendekat ke arah Sera dan mereka dengan tiba-tiba menarik tangan Sera. Sera yang sudah tak dapat menghindar lagi hanya bisa pasrah ketika mengetahui dirinya sudah tercebur dalam air. Untuk membalas dendam kepada kedua temannya itu, Sera menyipratkan air ke wajah Anie dan Adrina. Adrina dengan sigap membalas serangan air Sera. Mereka bertiga saling menyerang satu sama lain. Anie berenang menjauh agar tidak terkena serangan mereka. Ketika berenang ia merasakan ada orang yang memegang kakinya dari dalam air dan berusaha menariknya ke arah bawah.


“ada apa ini? siapa yang menarikku? Aku tak dapat menarik kakiku?” itu lah yang dipikirkan oleh Anie ketika mendapati ada tangan yang menarik kakinya.


Anie berusaha meminta tolong pada kedua temannya yang berada tidak begitu jauh dengannya. Ia melambaikan tangan ke atas permukaan berharap temannya segera menolongnya.


“Sera, bukankah itu Anie? Mengapa dia melambaikan tangan? Apa dia dalam bahaya?” Adrina yang menyadarinya segera memanggil Sera.


“Adrina cepat ayo kita kesana.” Sera segera berenang menuju arah Anie yang masih melambaikan tangannya meminta tolong.


Dengan cepat mereka berdua menarik tubuh Anie. Mereka merasa tubuh Anie menjadi sangat berat seperti ada sesuatu yang menahannya. Tanpa menyerah mereka berdua terus menariknya hingga tangan yang menarik Anie melepaskan pegangannya pada kaki Anie.


Beruntung Anie dapat diselamatkan walau sempat pingsan beberapa saat. Mungkin jika mereka terlambat sedikit saja Anie sekarang sudah tidak bersama mereka. Setelah Anie bangun, Anie menangis karena rasa takut ketika mengingat kejadian itu. Orang-orang yang berada di sekitar kolam renang berkumpul mengelilingi Anie dan teman-temannya. Adrina yang menyadari hal itu mengajak Sera untuk membawa Anie menuju kamar. Mereka berdua membantu membawa Anie yang masih kesulitan berjalan menuju ke asrama mereka. Begitu mereka berjalan keluar dari area kolam renang baju mereka yang basah mengering dengan cepat. Ternyata ada sihir pengering yang dipasang di sekitar kolam renang.


“Anie kita sudah sampai kamar. Kau beristirahatlah dulu.” Sera membantu Anie berbaring di tempat tidurnya.


“aku sudah tidak apa-apa. Kalian berdua tidak perlu khawatir.” Ucap Anie.


“apa yang terjadi pada mu. Bukannya kamu pandai berenang? Mengapa bisa tenggelam?” Adrina yang penasaran akhirnya bertanya pada Anie untuk mengetahui penyebab kejadian itu secara pasti.


“ketika aku berenang ada sesuatu yang menarik kaki ku. Dia menarik kaki ku dengan kuat menuju bawah kolam renang. Ketika tangan ku melambai pada kalian, dia terus menarikku. Tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa apa yang menarikku.” Anie menceritakan secara detail kejadian yang dia alami.

__ADS_1


Mengetahui hal itu, Anie dan teman-temannya merasa ada yang mencoba mencelakai Anie. Awalnya Anie berpikir mungkin itu hanya kebetulan. Namun akal sehatnya menolak mengatakan semua itu sebuah kebetulan. Entah apa yang dia inginkan dari Anie, tapi ia merasa semua kejadian itu ada hubungannya dengan orang yang sering mengawasinya di bagian belakang Dravelux.


Setelah kejadian itu Anie mengurung dirinya di dalam kamar. Ia juga menolak untuk makan. Raut kekhawatiran terlihat dari wajah Adrina dan Sera. Mereka mencoba membujuk Anie untuk makan agar dia tidak sakit. Dengan bujukan mereka akhirnya Anie mau makan. Meskipun Anie masih merasa sedikit syok dengan kejadian yang baru saja menimpanya, ia berusaha terlihat baik-baik saja di depan temannya.


Keesokan harinya Anie memutuskan untuk tidak mengikuti kelas hari itu, selain merasa masih takut, ia juga merasa pelajarannya sebenarnya sudah selesai di kelas pun mungkin dia hanya berbincang-bincang dengan kepala sekolah. Sedangkan Sera dan Adrina menuju ke kantin untuk mengambilkan Anie makan.


Kabar Anie yang hampir tenggelam ternyata sudah menyebar ke seluruh Dravelux. Semua orang sedang membicarakan hal itu. Pada akhirnya kepala sekolah mendengar semua kejadian kemarin. Setelah mengetahui hal itu, kepala sekolah mengunjungi Anie.


“Anie, apa kau baik-baik saja?” kepala sekolah menanyakan bagaimana keadaan Anie.


Anie menjawab bahwa dia sudah merasa baikan. Dia pun menceritakan apa yang menimpanya kemarin. Kepala sekolah segera melalukan penyelidikan karena merasa hal itu sudah membahayakan nyawa murid Dravelux.


“apakah kejadian ini pernah terjadi sebelumnya?” tanya Anie.


Tak lama kemudian, kepala sekolah berpamitan kepada Anie dan berpesan, “jika kamu dalam bahaya, ingatlah ada spirit yang selalu bersamamu. Kau bisa memberi perintah pada spirit itu.”


Anie baru saja ingat kalau dia adalah seorang elementalis. Akhirnya ia memanggil lucas.


“Lucas keluarlah.” Anie memanggil Lucas.


Begitu Anie memanggil Lucas, Lucas langsung muncul di depannya dan berkata, “ya Anie, ada apa?”

__ADS_1


“mengapa kau tidak membantu ku saat aku akan tenggelam?” Anie bertanya dengan nada marah karena Lucas tidak membantunya.


“aku melakukan apa yang kau perintahkan. Kau bahkan tidak mengingatku pada saat terburuk mu. Aku selalu mengawasi mu. Aku akan membantu mu kemarin jika temanmu tidak datang. Aku merasa kau lebih membutuhkan temanmu dari pada aku. Itu mengapa aku tidak keluar saat kau memanggilku.” Lucas kesal karena Anie tidak memanggilnya saat Anie dalam bahaya dan Lucas merasa dia tidak diperlukan.


Anie merasa bersalah karena saat itu yang dia tidak mengingat Lucas. “maafkan aku Lucas. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”


“tak apa Anie.” Lucas melihat ke arah jam tangan yang Anie gunakan di pergelangan tangannya.


“apa yang terjadi pada jam tangan ini? kenapa ini bisa rusak?” Lucas memegang jam tangan Anie.


“rusak? Aku tidak tau. Bahkan aku belum sempat memakainya. Bagaimana bisa jam ini sudah rusak?” Anie terkejut mendengar apa yang dikatakan Lucas.


“ada sihir hitam menyelimuti jam tangan ini. mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian kamu tengggelam kemarin. Tapi sudah lah Anie sebenarnya jam tangan ini hanya dapat digunakan 3 kali saja. Dan yang ku ketahui jam ini sudah digunakan sebanyak 2 kali. Tersisa 1 kali lagi. Sebenarnya kemarin aku mencari informasi tentang jam ini. aku ingin segera memberi tahumu tapi kau malah hampir tenggelam jadi aku memutuskan untuk menundanya sampai kau benar-benar sudah pulih.” Kata-kata Lucas membuat Anie penasaran.


“apa Lucas, katakan sekarang.” Pinta Anie


“ 2 orang yang pernah menggunakan jam tangan ini sebelumnya ternyata mengalami kejadian aneh setelah menggunakannya. Ini disebut karma karena cara kerja jam tangan ini melanggar hukum waktu. Apa kau pernah mendengar peramal tidak akan memiliki umur panjang dan kalaupun berumur panjang ia akan mengalami kecacatan di matanya? Sebenarnya itu juga sebuah karma dan bayaran dari kekuatan yang ia gunakan. Itulah mengapa peramal memilih untuk tidak menggunakan kekuatannya. Kalaupun mereka menggunakan kekuatannya, itu pasti untuk hal yang sangat penting saja.”


“lalu apa yang terjadi pada pemilik jam tangan ini sebelumnya?” Anie merasa beruntung karena belum pernah menggunakan jam tangan itu.


“mereka terkena kutukan waktu. Jam tangan itu memotong masa hidup orang yang menggunakannya. Orang-orang yang menggunakannya kemudian tertidur hingga ajal menjemputnya. Mereka tidak dapat dibangunkan dari tidur mereka tetapi mereka masih bernafas dan jantungnya masih berdetak. Mereka seperti orang yang koma. Itu bayaran untuk mengembalikan waktu yang mereka gunakan.”

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Lucas, Anie merasa lega jika jam tangan itu telah rusak. Meskipun begitu Lucas meminta Anie untuk menyimpan jam tangan itu dan tidak membuangnya.


__ADS_2