Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
Ruang Rahasia


__ADS_3

“hah? Keberuntungan apa?” Anie masih terus bertanya kepada Lucas karena masih banyak yang belum ia pahami.


“Kudengar orang yang memiliki buku itu dapat membuka ruangan rahasia dalam buku itu dan di sana ada benda kuno yang hebat. Tapi untuk saat ini aku belum mengetahui bagaimana caranya. Jika kau menginginkan aku bisa membantu mu mencari tau bagaimana menggunakan buku itu. Itu adalah buku yang banyak dicari oleh para penyihir jadi jangan ada yang tau jika buku itu ada di dalam tubuhmu. Jika orang yang menginginkan buku itu tau, mereka bisa saja membunuhmu karena hanya dengan itu mereka bisa mengambil buku itu dari dalam tubuhmu.” Penjelasan Lucas membuat rasa penasaran Anie pada buku itu semakin tinggi.


“baik, Lucas tolong carikan bagaimana cara menggunakan buku ini dan membuka ruang rahasia yang ada di dalamnya. Mari kita kembali sekarang Lucas.”


“Ok. Tapi kita tidak bisa keluar sekarang jika tidak berteleportasi atau menggunakan sihir tidak terlihat karena orang itu akan kaget ketika melihatmu tiba-tiba berada disini. Jadi aku akan membawamu terbang dengan sihir tidak terlihat saja, sungguh aku bosan berteleportasi. Ya hitung-hitung aku akan memberikan pengalaman terbang pertama padamu.” Kata Lucas sambil menggendong tubuh Anie untuk terbang.


“WAH… ini sungguh indah. Kau sungguh keren Lucas.” Pujian pertama yang diberikan Anie untuk Lucas


“bisakah kita berkeliling dulu, aku masih ingin terbang seperti ini,” Anie meminta kepada Lucas.


“ok. Sesuai keinginanmu.” Lucas menyetujui permintaan Anie. Langit terlihat mulai gelap dan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kamar.


Setibanya di depan kamarnya. Lucas menghilangkan sihir yang membuat Anie tidak terlihat dan kemudian Adrina dan Sera menyapa Anie. Setelah membalas sapaan kedua temannya, Anie menuju ke arah burung beo kesayangannya dan memberinya makan. Sera menanyakan apa saja yang Anie pelajari seharian, mengapa Anie tiba larut malam. Anie pun menjawab bahwa dia mempelajari tentang spirit setelah itu ia jalan-jalan sebentar. Anie menceritakan bahwa ia berhasil membuat kontrak dengan spirit api tingkat tinggi. Adrina meminta Anie untuk memperlihatkan spirit api yang diberi nama Noid itu. Anie menyebut nama Noid dan Noid pun datanng kepadanya. Ekspresi kagum sangat terlihat di mata Sera dan Adrina karena mereka pertama kali melihat spirit, apalagi yang mereka lihat adalah spirit tingkat tinggi.

__ADS_1


“kau sungguh hebat Anie. Padahal kau baru saja mempelajari tentang spirit dan kau berhasil memanggil spirit tingkat tinggi. Kata orang-orang memanggil spirit tingkat tinggi itu sangat sulit tetapi kau bisa melakukannya dipercobaan pertamamu.” Adriana melontarkan pujian kepada Anie.


“iya, Adrina benar. Aku sungguh bangga mempunyai teman seperti mu. Mungkin jika itu Adrina dia bahkan tidak bisa menundukkan kepalanya karena terlalu bangga dengan bakatnya hhhh.” Sera mengejek Adrina dan mengubah wajah Adrina menjadi masam.


‘maaf adriana aku tidak dapat memberi tahumu bahwa sebenarnya ini bukan kali pertama aku memanggil spirit. Bahkan spirit yang pertama kali adalah sang raja spirit. Aku tak dapat membayangkan kalau Adrina dan Sera mengetahui hal ini. Pasti mereka lebih heboh dari saat ini kan.’ Ucap Anie dalam hati.


Anie berucap sambil berjalan menuju tempat tidurnya karena dia benar-benar lelah hari ini “anggap saja itu kebetulan saja.”


Tak lama berselang, Anie tertidur di atas ranjangnya. Dalam tidur pulasnya, ia bermimpi bertemu dengan kakeknya. Ia pun langsung memeluk kakeknnya sambil menangis dan meminta agar kakeknya tidak meninggalkannya. Kakek itu mengelus kepala cucunya dan berkata, “Anie, ini hanya awal. Kamu harus berusaha lagi untuk mengetahui rahasia yang ada di buku itu. Aku harap kebahagiaan selalu bersamamu. Ingatlah kakekmu selalu menyayangimu.” Setelah mengucapkan kalimat itu kakeknya berjalan menjauh. Setiap Anie berusaha mengejarnya, kakeknya justru semakin menjauh. Anie hanya bisa menangis hingga tangisannya tidak hanya terdengar di dunia mimpi hingga membangunkan Adrina dan Sera. Kedua teman Anie berusaha membangunkan Anie yang menangis tersedu-sedu.


“tenanglah Anie kita akan selalu menemanimu. Tenanglah jangan menangis.” Adrina menenangkan Anie yang sedang menangis.


Dengan sigap Sera mengambil minum dan Adrina berada di samping Anie yang menyandarkan kepalanya di bahu Adrina. Setelah Sera memberikan air minum dengan segera Anie meminum air itu. Setelah Anie mulai tenang Adrina menyuruh Anie untuk tidur lagi karena hari sudah tengah malam. Anie mulai memejamkan mata kemudian Sera dan Adrina pun mulai memejamkan matanya menyusul Anie. Mereka pun tertidur pulas hingga pagi tiba.


Ray menyapa Anie seperti biasanya. Kali ini Anie sudah menyiapkan makanan untuk Ray agar Ray tidak kelaparan karena Anie berencana untuk mencari tau rahasia yang ada di dalam kitab yang ada di tubuhnya. Ia pun segera bersiap-siap untuk memulai pelajaran di hari keduanya. Ketika Anie akan keluar dari kamar terdengar pengumuman kehilangan buku oleh perpustakaan. Seketika Anie merasa ketakutan. Ia hanya bisa berdoa agar tidak ada yang mengetahui bahwa dia-lah yang mengambil buku itu.

__ADS_1


Belum sempat pergi ke ruang kelas, seorang siswa datang kepada Anie dan mengatakan bahwa kepala sekolah menunggunya di ruangannya kemudian siswa itu pergi meninggalkan Anie. Deg… jantung Anie seakan berhenti ketika mendengar itu. Ia takut, sangat takut. Dengan kekuatan yang dimiliki kepala sekolah mungkin saja ia akan langsung tau bahwa aku lah yang mengambil buku itu, pikir Anie. Ia memanggil Lucas untuk menanyakan solusi.


“Ada apa Anie?” Lucas langsung datang begitu Anie memanggilnya.


“kepala sekolah memanggilku mungkin saja ada hubungannya dengan buku di perpustakaan yang hilang.” Anie yang panik melakukan pembicaraan dengan Lucas dengan telepati.


“tenang saja kekuatanmu jauh lebih besar dari kepala sekolah. Kau juga memiliki aku. Kau bisa mengandalkanku. Aku akan membantumu di sana.” Lucas berusaha meyakinkan Anie bahwa semua akan baik-baik saja.


“ya Lucas semoga saja.”


Mereka berdua menuju ruang kepala sekolah melalui teleportasi. Ketika telah sampai di depan pintu Aniepun mengetuk pintu di depannya. Kepala sekolah menyuruh spiritnya untuk mengeluarkan sihir sehingga pintu dapat terbuka dengan sendirinya.


“masuklah Anie!” perintah kepala sekolah.


Di dalam ruangan tersebut sudah ada beberapa siswa dan penjaga perpustakaan yang lebih dahulu ada di ruangan itu. Salah satu dari siswa itu adalah siswa yang ia lihat ketika ia berada di perpustakaan di dalam ruangan sihir khusus yang di buat Lucas. Anie berusaha menyembunyikan wajah paniknya. Dengan segera Lucas yang berada di sampingnya memberitahu Anie untuk memanggil Noid untuk memberikan kekuatan pada Anie agar Anie lebih percaya diri dan berani. Spirit api memiliki sifat yang penuh semangat dan berani sehingga Noid dapat memberikan rasa percaya diri dan mengubah aura Anie menjadi percaya diri. Sedangkan Lucas dengan sifat air yang tenang memberikan ketenangan pada Anie.

__ADS_1


“Noid datanglah tapi jangan tunjukan wujudmu di depan semua orang yang ada disini.”


__ADS_2