
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke kelas berikutnya, kelas pengendalian benda dan perubahan wujud. Kelas ini berisi murid yang mampu mengendalikan benda untuk menyerang, bertahan maupun untuk kehidupan sehari-hari dan murid yang mampu merubah wujudnya menjadi benda mati maupun makhluk hidup. Saat pintu kelas dibuka Anie dan teman-temannya melihat mereka sedang berlatih dengan banyaknya barang yang ada di tempat tersebut. Dua murid sedang beradu sihir dimana salah satu murid mengendalikan pisau yang ada di sekitarnya untuk menyerang sedangkan murid yang satunya berubah menjadi batu dan melaju kencang menembus pisau dan menyerang murid pengendali pisau, seakan belum menyerah murid itu mengendalikan tanah untuk melindungi dirinya dari serangan batu berikutnya dan tak habis akan murid satunya merubah dirinya menjadi sebuah pohon dan akarnya menembus tanah itu kemudian menyerang lawannya hingga lawannya sudah tak mampu berdiri lagi. Sungguh pertarungan yang mendebarkan. Anie bahkan tak mengedipkan mata saat melihat pertarungan itu. “siswa baru apakah kamu mau melihat pertandingan berikutnya?” tanya pengajar kelas tersebut. “maaf, mungkin kita akan melihatnya lain kali saja karena masih banyak tempat yang harus kami kunjungi” ucap Sera.
Kami pergi meninggalkan kelas tersebut dan menuju kelas berikutnya, yaitu kelas Alkimia. Kelas yang begitu hening terlihat sangat fokus dengan percobaan masing-masing. Hari ini mereka ditugaskan untuk membuat ramuan penyembuhan. Salah satu siswa sedang menyalakan api tungku dengan sihirnya sambil memasukkan semua bahan-bahan sesuai urutan sambil menjaga kestabilan panas dari api yang mereka buat karena apabila terjadi sedikit kesalahan saja ramuan tersebut akan gagal dan parahnya akan menjadi racun. Kelas yang tidak menarik bagi Adrina karena sifatnya yang memang tidak sabaran. Ia pun mengajak untuk segera meninggalkan kelas tersebut karena ia merasa bosan melihat kegiatan di kelas tersebut. “baik murid-murid kita ke perjalanan selanjutnya” kata kepala sekolah dengan lembut.
Di perjalan tiba-tiba kepala sekolah menanyakan pada Anie apakah benar ia adalah anak dari Regina dan Xenon.
“Anie apakah benar kau adalah anak satu-satunya Regina dan Xenon?” pertanyaan yang diajukan oleh kepala sekolah
“ya kepala sekolah. Apakah kau tau dimana orang tua ku sekarang? Aku bahkan tidak mengingat wajahnya karena kami berpisah ketika aku masih bayi” jawab Anie
“Aku tak tau dimana mereka sekarang. Mereka adalah penyihir hebat yang menghilang saat menyelamatkan Dravelux dan dunia sihir dari kekejaman Evelina. Dan itu juga yang menjadi alasan mereka membawamu meninggalkan Dravelux.”
“tapi aku sangat ingin melihat wajah mereka, wajah orang tua yang sangat aku rindukan.”
“Jangan sedih Anie mungkin suatu saat kau akan bertemu dengan mereka lagi. (kepala sekolah itu mengeluarkan sesuatu dari tangannya, sebuah kalung). Ini adalah kalung yang dititipkan oleh orang tua mu kepada ku. Mereka meminta agar aku memberikan kalung ini kepadamu ketika kau bersekolah disini” kata kepala sekolah sambil memberikan kalung itu kepada Anie.
Anie menerima kalung itu dan berkata “ Terimakasih kepala sekolah.”
__ADS_1
“mungkin kalung itu akan membantu mu suatu saat nanti dan jangan biarkan kalung itu jatuh di tangan siapapun.” Kepala sekolah memperingatkan kepada Anie.
“baik kepala sekolah”
Setelah beberapa lama berjalan kepala sekolah berkata bahwa ruangan di samping mereka adalah ruangan pengajar. Jadi jika ingin menanyakan sesuatu atau mencari pengajar, mereka bisa mencarinya di tempat itu. Ruangan pengajar ini memiliki desain klasik tapi tidak meninggalkan kesan elegan. Di ruangan tersebut ada banyak sekali hal-hal yang menakjubkan mulai dari tulisan di dinding yang dapat mengeluarkan suara yang dapat membacakan tulisan apa yang dipegang hingga ada alat pendeteksi niat dalam hati mereka. Apabila ada yang memiliki niat buruk maka ruang guru itu akan mengeluarkan senjata yang akan menyerang orang yang memiliki niat buruk tersebut, sehingga kertas pertanyaan ujian dan jawaban ujian aman di dalamnya.
Dari ruang pengajar mereka belok ke kanan menuju ruang kepala sekolah. Disana kepala sekolah mempersilahkan mereka masuk terlebih dahulu. Ruangan mewah dengan sofa yang empuk dan tidak banyak benda di dalamnya. Anie dan teman-temannya dipersilahkan duduk di ruang an tersebut. Dan sepertinya kepala sekolah ingin menyampaikan sebuah rahasia sehingga ia menutup ruangan tersebut dan menguncinya.
“ Anie, cobalah kau pakai kalung itu.” Perintah kepala sekolah
Anie pun langsung memakainya
Anie dan teman-temannya tampak kaget dengan kata-kata yang keluar dari mulut kepala sekolah dan kepala sekolah meminta kepada mereka untuk merahasiakan semua itu.
“apakah kau adalah seorang elementalis?” tanya Anie kepada kepala sekolah
“ya, aku adalah satu-satunya elementalis disini sebelum ada kau.”
__ADS_1
“apakah semua kepala sekolah disini adalah elementalis?” tanya Adrina yang merasa penasaran
“Tidak semua karena seorang elementalis sangat langka sehingga terkadang penyihir terkuatlah yang memimpin sekolah ini. Namun ada sebuah kasus spesial pada kepala sekolah sebelumku. Ada seorang elementalis yang tak mau menjadi kepala sekolah disini, dia lebih memilih mencari kedamaian di luar sana. Dia adalah elementalis terhebat sepanjang yang ku tau. Tidak ada seorang pun yang bisa memaksanya. Jadi salah satu penyihir hebat menggantikan posisinya. Dan sampai saat ini tak ada yang tau keberadaannya.” Kata kepala sekolah pada mereka
“sekuat apa dia hingga tak ada satu pun orang yang dapat memaksanya” tanya Sera
“dia mampu memanggil semua elemen spirit tingkat tinggi, dan karena energi mananya yang besar, ia mampu mengeluarkan semua spirit tingkat tingginya dalam waktu yang lama”
Tiba-tiba orang yang ia kenal bernama Lucas muncul. Namun tak ada seorang pun yang terlihat seperti mengetahui keberadaannya. Anie juga berusaha menyembunyikan fakta bahwa dia telah berhasil memanggil spirit.
“wah wah kalian membahas hal yang menarik rupanya” kata lucas dalam telepatinya pada Anie sehingga hanya Anie yang dapat mendengar apa yang dikatakan Lucas. Seseorang yang telah membuat kontrak dengan spirit dapat melakukan percakapan dengan spirit yang melakukan kontrak dengannya melalui telepati.
“pergi kau dasar pengacau”. Anie marah karena tiba-tiba Lucas datang dan mengagetkannya.
“biar ku kasih tau Anie. Kau lebih hebat dari penyihir yang diceritakan oleh kepala sekolah mu. Kau bisa memanggil semua spirit yang kau inginkan bahkan tingkat tinggi sekalipun. Energi mana mu juga sangat besar sehingga mungkin raja spirit dapat kau panggil” kata Lucas dengan nada santai.
“benarkah aku sehebat itu Lucas?”
__ADS_1
“buktikan saja sendiri”
Setelah kepala sekolah bercerita kami diajak melanjutkan pengenalan tentang Dravelux.