Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
Buku Peninggalan Kakek


__ADS_3

“Aku sedang tidak membutuhkan bantuan mu. Aku hanya sedang mengingat-ingat dimana aku melihat pola ini. Pola ini sungguh tidak asing bagiku.” Anie masih mencoba mengingat-ingat.


“coba lihat.” Lucas sambil mengambil buku bersampul putih yang ada di tangan Anie.


“bukankah ini seperti yang ada di buku hitam yang kau bawa saat kau akan pindah ke Dravelux.” Kata lucas.


“yaaa.. kau benar lucas. Terimakasih kau sudah membantuku mengingatnya. Ini benar-benar pola yang sama persis hanya saja pola di buku hitam milikku menonjol ke luar sedangkan pola buku ini masuk kedalam membentuk cekungan. Lucas, bagaimana kau bisa tau aku memiliki buku hitam itu bukankah kau belum ku panggil saat itu?” Anie bertanya dengan penuh curiga.


“sebenarnya entah sejak kapan, aku merasa ada sebuah energi yang besar dari seorang elementalis. Aku penasaran siapa yang memiliki energi sebesar itu. Aku turun ke dunia manusia hanya untuk mengetahui siapa yang memiliki energi sebesar itu yang energinya mampu memanggil raja spirit. Setelah itu aku mengetahui bahwa energi itu adalah miliki mu setelah aku mengamatimu sekian lama. Oleh karena itu aku bisa tau mengenai buku hitam itu. Kemudian kau mencoba memanggil spirit untuk pertama kalinya aku memutuskan untuk datan dan membuat kontrak dengan mu karena aku sangat tertarik padamu. Apa kau tau spirit itu sangat senang jika memiliki master yang berkekuatan yang besar, oleh karena itu saat kau memanggil spirit pertama kali sangat banyak spirit tingkat tinggi, menengah dan rendah ingin membuat kontrak dengan mu. Tapi karena kekuatan ku jauh lebih besar dari mereka sehingga aku lah yang berhasil datang dan mengalahkan mereka yang ingin membuat kontrak denganmu.”


“Lantas mengapa awalnya kau jual mahal ketika aku mengajak mu membuat kontrak?” Anie yang menggoda Lucas karena selama ini Anie tau sifat Lucas yang selalu membanggakan dirinya.


“tentu karena aku raja spirit. Sudah sudah bukan saatnya untuk membahas itu.” Lucas mencoba mengubah topik pembahasan mereka karena ini menyangkut harga diri raja spirit


“ya ya ya” ucap Anie dengan senyum mengejek.


“Anie, apakah kau pernah mendengar sepasang buku yang dibuat oleh pasangan suami istri dimana dikatakan bahwa buku itu menyimpan benda kuno berharga di dalamnya?” Lucas bertanya pada Anie dengan wajah serius

__ADS_1


“Aku baru mendengar cerita ini dari mu. Eh jadi maksudmu mungkin saja buku ini yang dimaksud dalam cerita itu.”


“dasar gadis bodoh bagaimana bisa kau tidak memahami kata-kataku dari awal. Ya sudah bagaimana kalau kita buktikan saja. Bawa buku ini ke kamarmu kemudian kita buktikan.” Kata Lucas kembali dengan kesan sombong di wajahnya.


Anie yang tidak terima dengan ejekan Lucas mengatakan, “ stop mengatakan aku bodoh. Aku ini tidak bodoh, hanya… baru paham saja.”


“itu sama saja gadis bodoh.” Ejek Lucas lagi dan lagi


“tapi buku ini tidak bisa di pinjam. Hanya boleh dibaca di sini saja. Dan jika kita memaksa untuk membawanya ke kamar pasti alarm yang ada di perpustakaan akan berbunyi dan kita akan ketahuan”


“kalau begitu bawa saja buku hitammu kesini. Apa yang kau bingungkan” saran Lucas.


“tenang saja, apa kau lupa kau telah membuat kontrak dengan raja spirit air. Aku akan membuat ruangan khusus di sini dan orang yang berada di luar ruangan yang ku buat tidak akan bisa melihat maupun mendengar kita. Kau hanya perlu memerintahkan ku membuat ruangan itu karena kau adalah masterku dan aku akan bergerak hanya dengan perintah dari mu.”


“baik kalau begitu mari kita kembali ke kamar dan ambil buku hitam itu.”


Anie dengan cepat segera kembali ke kamar dan berharap tidak ada orang yang mengambil buku bersampul putih itu di perpustakaan. Sesampai di kamar ia melihat teman-temannya sudah bangun dan mereka menanyakan kemana saja Anie. Dengan singkat ia mengatakan aku ada kelas hari ini dan dengan segera ia mengambil buku hitam itu. Ia berjalan dengan cepat keluar dari kamarnya. Sera menghentikan langkah Anie dan bertanya mengapa Anie buru-buru. Anie yang ingin segera tiba di perpustakaan menjawab pertanyaan Sera dengan singkat, “kepala sekolah sedang menungguku.” Anie segera menuju lantai depan kamarnya untuk melakukan transportasi agar bisa sampai dengan cepat di perpustakaan tanpa mendengar apa yang dikatakan oleh Sera setelah ia menjawab pertanyaannya tadi.

__ADS_1


Tibalah Anie di perpustakaan dan melihat buku putih itu masih ada di tempatnya. Anie lega melihatnya dan segera mengambilnya. Kemudian ia memanggil Lucas dan memerintahkan Lucas untuk membuat ruangan khusus untuk mereka berdua terlihat. Lucas menuruti perintah Anie dan membuat ruangan itu. Mereka yang ada di luar tidak dapat melihat dan mendengar mereka berdua namun mereka bisa mendengar dan melihat orang yang berada di luar ruangan.


“Coba satukan kedua pola itu Anie.” Tanpa menunggu lama Anie menuruti kata-kata Lucas dan segera menyatukan kedua buku itu.


Cahaya putih keluar dari kedua buku itu. Krek.. pintu perpustakaan terbuka. Anie terlihat terkejut mendengar suara pintu itu.


“tenanglah Anie mereka tak dapat melihat kita. Fokuslah!” Lucas menenangkan Anie.


Kedua buku itu terbang ke atas dan menyatu kemudian masuk ke tubuh Anie. Anie merasakan sakit di tubuhnya ketika buku itu memasuki tubuh Anie. Ia meminta tolong pada Lucas sambil merintih kesakitan. “tolong Lucas ini sakit sekali.”


“tenanglah aku akan membantu meringankan sakit mu. Tahan Anie, kau bisa.” Lucas yang membantu Anie dengan menyalurkan sihir yang dapat mengurangi kesakitan Anie.


Rasa sakit yang Anie rasakan sedikit berkurang dan semakin lama rasa sakit itu menghilang dan menyisakan rasa hangat di tubuhnya. Ia berterima kasih pada Lucas karena Lucas sudah membantunya. Terima kasih itu hanya dibalas senyuman oleh Lucas. Kemudian Anie bertanya apa yang terjadi pada kedua buku itu dan mengapa mereka masuk di tubuh Anie.


“Apa yang terjadi pada buku itu? Mengapa mereka malah masuk di tubuhku? Bagaimana cara mengeluarkannya? Apakah ini baik Lucas? Kapan…” kalimat Anie terpotong karena Lucas menaruh jari telunjuknya ke bibir Anie yang menandakan Lucas ingin Anie diam. Anie pun terdiam walaupun hatinya masih tak sabar mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.


“Hey mengapa kau tidak memberiku pertanyaan satu demi satu. Bagaimana aku menjawab pertanyaanmu jika kau terus bertanya. Dengar Anie setahu ku buku itu telah mengakuimu sebagai pemiliknya karena kau yang menyatukan kedua buku itu sehingga mereka masuk ke dalam tubuh mu dan tidak akan terjadi apa-apa pada tubuh mu, justru ini adalah keberuntunganmu.” Lucas mencoba menjelaskan satu persatu pada Anie.

__ADS_1


Bantu dukung kami dengan memberi like dan komentar yaaa😊


__ADS_2