Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
Lucas


__ADS_3

“Memang mereka berdua ini tidak bisa akur ya”, tanya kepala sekolah dalam hatinya.


“Hay spirit Api tingkat tinggi, buatlah kontrak denganku.” Anie meminta kepada spirit api itu


“baik, berikan aku nama. “ pinta spirit api.


“Bagaimana dengan Noid?” hanya nama itu yang terpikir di benak Anie saat ini.


“Baiklah” spirit api tingkat tinggi itu menyetujui nama yang diberikan Anie.


Lucas yang mendengarnya ketawa terbahak-bahak dan berkata “Apa hanya nama itu yang bisa dipikirkan oleh otak kecilmu, Anie? Tapi aku tidak suka jika kau menggunakan nama yang pernah kau berikan padaku hanya untuk makhluk lemah ini.” Memang spirit tingkat tinggi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan raja spirit.


“Kau sendiri yang menolaknya, mengapa sekarang kau tidak menerimanya?” Anie yang kesal dengan Lucas yang selalu berkomentar pedas pada apapun yang Anie lakukan


“Karena aku adalah Raja spirit” Lucas menjawab dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.


“Dan aku ini mastermu”, Anie yang kesal menjawab Lucas dengan nada tinggi.


“kau menang kali ini Anie”


Kemudian sang spirit mendekat ke wajah Anie dan mereka berhasil membuat kontrak. Anie meminta Noid untuk tidak menampakkan diri jika Anie tidak menyuruhnya. Ia tidak mau nanti orang lain melihat Anie dan bertanya banyak hal tentang spiritnya. Itu sungguh merepotkan bagi Anie.

__ADS_1


Baru kali ini kepala sekolah senyum seakan dia telah melepaskan bebannya bertaun-taun. Ia pun berkata pada Anie, “Anie, ku rasa aku mulai tua. Dan aku telah menemukan pengganti yang tepat untuk posisiku saat ini.”


Bagaimana bisa kata-kata itu terdengar seperti orang tua yang akan mati dan membuat wasiat. Lagi pula siapa yang percaya kepala sekolah sudah tua. Yaaa, walaupun dia memang sudah berumur 100 tahun lebih tapi kulitmya saja masih sama seperti gadis 20 tahunan, kata Anie dalam hati.


Kepala sekolah memegang tangan Anie dan berkata, “kau akan menjadi penerusku Anie. Kau akan membawa kewajiban ini di tangan mu. Kau tak bisa menolaknya. Ini sudah menjadi takdirmu. Kau akan menjadi kepala sekolah berikutnya setelah ku nanti. Kau juga berkewajiban menjaga keseimbangan dan kedamaian dunia sihir karena kau adalah yang terkuat. Apa kau paham Anie?”


“tapi aku saja belum pernah bertarung yang sesungguhnya. Aku juga belum pernah mencoba kemampuanku. Aku tidak yakin aku bisa membawa beban seberat itu.” Anie dengan wajah melasnya.


“tentu aku akan membimbing mu semampuku Anie. Ku yakin ini tidak akan sulit untuk belajar semuanya karena itu adalah kamu, elementalis yang luar biasa.” Tatapan kepala sekolah penuh harap agar Anie mau menerima permintaannya.


Sebenarnya Anie sangat keberatan dengan permintaan kepala sekolah karena ia selalu berharap dia kebebasan tanpa keterikatan. Namun Anie juga tidak bisa menolak permintaan kepala sekolah yang lebih terlihat seperti perintah bukan permintaan. Memang takdir sang elementalis harus seperti itu.


“Baik kepala sekolah. Aku akan berusaha sebaik mungkin.”


“ya benar dengan begitu aku dapat menemukan petunjuk tantang keberadaan orang tuaku. Aku berharap aku bisa menemukan mereka dan kita bisa bersama seperti keluarga pada umumnya.” Pikir Anie


“pembelajaran hari ini kita selesaikan sampai disini saja. Karena ini adalah pembelajaran pertamamu di Dravelux jadi anggap saja ini sebagai pemanasan.” Ucap kepala sekolah yang membubarkan lamunan Anie.


“baik kepala sekolah, kalau begitu saya permisi dulu.” Anie pergi meninggalkan ruangan dan pergi menuju perpustakaan.


Ketika dia telah sampai di perpustakan, dia bertemu dengan penjaga perpustakan.

__ADS_1


“hay Anie, bagaimana kabarmu? Apa kamu betah disini?” sapa penjaga perpustakaan dengan ramah.


“baik, sangat baik. Aku sangat senang di sini.” Balas Anie dengan senyuman di bibirnya


“senang mendengarnya. Kalau begitu nikmati waktu membacamu. Aku tinggal dulu.”


Anie berkelilng mencari buku yang menarik untuk dibaca. Hingga ia menemukan buku berwarna putih dan tak ada tulisan apapun di sampulnya. Hal itu membuat Anie penasaran. Buku itu terletak di rak yang tertulis ‘hanya boleh dibaca di perpustakaan, tidak untuk dipinjam’.


“hm.. buku ini sangat unik. Sampulnya berwarna putih tanpa ada tulisan apapun. Aku akan membaca buku ini di sini saja.” Anie mencari tempat duduk yang nyaman untuk membaca buku itu.


Ternyata buku itu hanya berisi cerita cinta sepasang kekasih yang saling mencintai. Dalam buku itu di jelaskan bahwa mereka adalah pasangan yang memiliki kekuatan yang sangat hebat. Seorang laki-laki yang merupakan elementalis yang terkenal dan perempuannya merupakan penyihir penyerangan yang hebat. Seorang laki-laki yang miliki sifat lemah lembut dan pasangannya yang memiliki sifat pemberani dan tegas. Setelah menjalin hubungan yang cukup lama, mereka pun menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Ketika hamil anak ke dua, perempuan yang dicintainya meninggal terlebih dahulu karena tanaman beracun yang tak sengaja ia sentuh ketika ia berlatih sihir di hutan. Karena orang yang dia cintai meninggal, dia memutuskan untuk keluar dari dunia sihir dan membangun rumah di dunia manusia. Sejak perjanjian damai antara penyihir dan manusia, banyak penyihir tinggal di dunia manusia dengan syarat ia tidak boleh menggunakan sihir mereka kecuali saat bersama sesama penyihir. Oleh karena itu para penyihir membuat sekolah sendiri yang dikhususkan untuk para keturunan penyihir. Setelah pria tinggal di dunia manusia ia tidak pernah lagi kembali ke dunia sihir dan ia membesarkan anak perempuannya seorang diri.


Cerita itu hanya sampai di situ saja. Anie heran kenapa buku seperti ini bisa ada di rak yang berisi buku-buku yang tidak boleh dipinjam padahal Anie merasa tidak ada yang istimewa dari buku itu. Ketika ia membalik halaman terakhir yang sudah berisi kertas kosong ia menemukan hal aneh, seperti ada sebuah pola di bagian sampul belakang bagian dalam. Ia merasa seperti pernah melihat bentuk pola yang sama dengan buku itu.


“kurasa aku pernah melihat pola ini tapi dimana aku melihatnya?” ucapnya sambil mengingat-ingat.


Anie berusaha mengingat dengan keras dimana ia melihat pola tersebut hingga munculah makhluk menyebalkan yang ia benci.


“Apa yang kau lakukan di sini? Mengapa kau terlihat begitu serius?”


Anie sudah tidak kaget dengan kemunculan Lucas yang tiba-tiba. “Aku hanya sedang berpikir saja. Pergi kau jika kau hanya ingin menggangguku. Aku sedang tidak ingin beradu mulut denganmu.” Usir Anie.

__ADS_1


“mengapa kau mengusirku padahal aku hanya bertanya pada mu. Dan siapa tau aku bisa membantumu. Kau adalah masterku, kau bisa memanggilku kapan saja saat kau butuh bantuan.” Lucas berniat menawarkan bantuan kepada Anie karena Anie adalah masternya sekarang.


__ADS_2