Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
Jam Tangan


__ADS_3

“Maafkan kita Anie, ini hanya sebuah rekaman yang kita buat semasa kita masih hidup. Semua hal yang terjadi saat ini bisa kami ketahui karena temanku telah meramalkan semua ini, semua percakapan kita dan juga bakat elementalismu Anie. Ingatlah kami akan selalu ada di dekatmu, yaitu di hatimu. Saat kau telah menemukan rekaman ini berarti kau sudah siap untuk menggantikan posisi kami serta ayah ibumu yang bertugas menjaga perdamaian di dunia sihir. Aku punya sedikit hadiah kecil untukmmu. Letakkan tanganmu di depan rekaman ini.” kata kakek Anie yang dengan sedikit air mata menetes dari matanya.


Anie mengikuti perintah kakeknya itu. Ia menengadahkan tangannya di depan rekaman dan ia merasakan ada sebuah energi yang masuk di tubuhnya. Hangat, itulah yang Anie rasakan. Kemudian ia dapat merasakan sentuhan lembut di kedua tangannya.


“sudah selesai cucuku. Sekarang sebagian energi yang ku simpan selama bertahun-tahun sudah ada di badanmu. Meskipun aku tau energimu jauh lebih kuat dari milikku tetapi setidaknya dengan energi yang kuberikan, aku bisa memelukmu setiap saat. Masuklah kebagian lebih dalam dari ruangan ini dan ambil semua benda kuno yang ada di sini karena ini semua memang sudah seharusnya menjadi milikmu. Waktu kami sudah tidak banyak lagi. Kami akan merindukanmu cucuku yang berharga. Jagalah dirimu baik-baik dan jadilah penerus kami menjaga perdamaian dunia sihir. Ada satu hal yang mungkin kamu belum tau. Semua yang kau baca di buku putih itu adalah kisah kakek dan nenek. Aku adalah seorang elementalis yang ingin mencari kedamaian di dunia manusia. Dan bakat elementalismu diwariskan dari ku.” Perlahan mereka berdua menghilang. Tangisan Anie semakin pecah ketika melihat orang yang sangat ia sayangi memudar dari pandangannya.


“kakekkkk…. Nenek…. Kumohon jangan pergi” teriak Anie.


“Lucas tolong… tolong kembalikan mereka.”


“maaf Anie aku tak bisa karena itu hanya rekaman dengan durasi tertentu. Kau hanya harus menerima semua ini.” Lucas memeluk Anie yang menangis.


Setelah air mata Anie mulai mengering Lucas mengajak Anie melanjutkan perjalanannya ke bagian lebih dalam dari ruangan itu. Pintu berwarna hitam yang sangat tinggi menghalangi perjalanan mereka. Lucas mencoba membuka pintu itu dengan kekuatannya tetapi kekuatannya justru memantul dan pintu tidak bisa dibuka. Kemudian Lucas meminta Anie membukanya. Hanya dengan sedikit dorongan pintu itu terbuka.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama mereka masuk di ruangan itu. Benda yang pertama kali ia temui adalah sebuah jam tangan. Jam tangan yang terlihat klasik dengan warna emas bagian pinggirnya dan kedua jarumnya berwarna silver. Anie langsung mengambil jam tangan itu.


“Lucas, kau tau fungsi benda ini?”, tanya Anie pada Lucas.


Lucas menjawab “Coba pakailah, benda itu diselimuti sihir sehingga ketika kau memakainya kau akan melihat gambaran cara memakai dan fungsi dari benda itu. Sihir yang menyelimuti jam tangan itu juga memiliki fungsi untuk perlindungan, jika orang lain selain keturunan dari nenek kakek mu menyentuhnya, maka sihir perlindungan akan aktif dan menyerang orang itu tetapi itu hanya berlaku sekali saja.”


Tanpa keraguan sedikit pun, Anie langsung memakai jam tangan itu dan ia melihat pemilik asli dari jam tangan itu. Dengan jam tangan yang ia pakai, ia dapat mengembalikan waktu ke masa lalu namun itu hanya dapat digunakan untuk kejadian yang belum lewat 24 jam. Dalam gambaran yang Anie lihat si pemiliki asli jam tangan itu sedang berperang dan hampir saja kalah karena kecerobohannya dan akhirnya ia menggunakan jam tangan untuk memutar waktu agar ia dapat menghindari kecerobohan yang menjadi penyebab kekalahannya. Dengan begitu ia dapat memenangkan perang. setelah semua gambaran itu menghilang, Anie membuka kembali matanya.


“Sudah selesai?” Lucas langsung bertanya kepada Anie begitu Anie membuka matanya.


“membuatmu kembali ke masa lalu dengan batas waktu 24 jam kan?” potong Lucas


“bagaimana kamu tau?” tanya Anie yang penasaran.

__ADS_1


“Aku sudah hidup ribuan tahun, bagaimana aku bisa aku tidak mengetahuinya.”


“tapi kenapa kau tidak tahu tentang buku bersampul hitam dan putih itu? Kau bahkan memerlukan waktu untuk mencari tahu bagaimana kita bisa masuk disini.” Jawab Anie dengan sewot karena kesal dengan sifat Lucas yang sombong.


“buku itu belum pernah digunakan orang lain sebelumnya. Hanya pembuatnya yang pernah masuk di dalamnya. Dan buku ini sebenarnya hanyalah buku yang berisi ruang rahasia biasa. Banyak buku yang seperti ini di luar sana. Tentu saja aku malas mencari tahu tentang buku ini ketika buku ini dibuat karena hanya akan membuang-buang waktuku saja. Namun siapa tahu ternyata di dalamnya terdapat benda kuno yang sangat terkenal dan banyak dicari oleh penyihir. Di samping itu 500 tahun terakhir aku memutuskan untuk tidur dan baru bangun ketika ada hal yang menarik perhatianku saja misalnya perang dan manusia dengan kekuatan yang besar. Selain itu benda-benda sihir di dunia manusia itu tidak berguna untuk ku. Itulah mengapa aku tidak tau ketika nenek dan kakekmu menaruh benda-benda itu di ruangan ini.” Penjelasan Lucas kepada Anie.


“heh… bilang saja kau tidak sehebat itu untuk mengetahui semuanya.” Ejek Anie yang tidak terima dengan penjelasan Lucas.


“terserah. Dasar gadis bodoh, memang sulit untuk diajak bicara.” Lucas mulai mengerutkan kening karena kesal dan memutuskan untuk menutup pembicaraan mengenai hal itu.


Mereka berdua berjalan menuju pintu kedua yang tidak terlalu jauh dari pandangan mereka. Tetapi sebelum pergi kesana Anie meminta Lucas untuk membuat cahaya untuk menerangi jalan mereka. Ketika telah sampai ke depan pintu Anie mencoba membuka pintu itu seperti sebelumnya. Namun ia tak berhasil, berbeda dengan pintu sebelumnya yang dengan mudah ia buka, pintu kedua sangat sulit untuk dibuka bahkan saat ia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya. Melihat hal itu Lucas hanya tersenyum dan diam saja. Anie yang menyadarinya langsung menegur Lucas, “ Hey mengapa kau hanya tersenyum saja. Kau mengejekku hah?”. Lucas menjawab, “kau tidak melihat tanda besar di depan pintu itu? Pantas kau tidak melihatnya, kau kan hanya gadis bodoh yang hanya bisa menggunakan kekuatan otot sedangkan otakmu hanya kau jadikan pajangan. Bukankah kau bisa melihat dengan jelas itu adalah lambang dari air. Dan lagi kakekmu adalah seorang elementalis mungkin saja ia sengaja membuat pintu ini untuk mengukur kemampuanmu juga. Menurutku setelah pintu ini kau akan membutuhkan spirit berelemen api setelah itu angin dan kemudian tanah atau bisa saja sebaliknya. Karena teman kakekmu sudah meramalkan bahwa kau adalah seorang elementalis maka kakek mu pasti telah mempersiapkan ujian untukmu agar kau lebih semangat untuk berlatih. Kalau begitu berikan aku perintah untuk membukanya.”


Dengan muka yang merah menahan marahnya karena perkataan Lucas yang sangat pedas, Anie pun tetap mengikuti apa yang dikatakan Lucas.

__ADS_1


“Lucas bukalah pintu itu.” Perintah Anie


Lucas pun mengeluarkan sihirnya dan pintu kedua pun terbuka.


__ADS_2