
Pulang dari sekolah mereka masih tampak gembira, namun seperti biasa Anie nampak biasa saja walaupun tentu saja hatinya sangat senang karena ternyata dia memiliki bakat sihir yang langka. “bagaimana kalau kita besok berangkat bareng aja?” ajak Sera masih dengan senyum kalemnya. “okey deh siap” jawab Adrina. “Aku sungguh penasaran bagaimana bentuk Dravelux sebenarnya” bahasku tiba-tiba. Dravelux memang bukan tempat yang bisa didatangi oleh sembarang orang. Selain dilindungi oleh sihir yang membuatnya tak terlihat, tempat itu juga memiliki portal dimana hanya orang-orang yang memiliki ijin saja yang bisa masuk. Namun, kata orang yang pernah kesana, Dravelux merupakan tempat yang memiliki pemandangan yang sangat indah dan semua orang di sana beraktivitas dengan bantuan sihir. Membayangkannya saja membuat hati mereka berdebar.
Surat resmi Dravelux telah Anie terima. Surat yang berisi video kepala sekolah Dravelux yang memberi pengumuman singkat dan ucapan selamat dengan suara hangat. Dan kepala sekolah tersebut mengatakan untuk mengambil sebuah token berwarna emas sebagai kunci untuk masuk portal menuju Dravelux dengan cara memasukkan tangannya kedalam video yang ada di undangan tersebut. Saat Anie memasukan tangannya, dia merasakan ada benda keras yang menyentuh tangannya. Begitu menarik tangannya token emas tersebut sudah berada di genggamannya.
Anie segera menata semua barangnya karena setiap murid yang diterima di Dravelux harus tinggal di asrama yang disediakan dravelux. Ketika berkemas Anie membuka lacinya dan di laci tersebut ia menyimpan barang peninggalan kakek yang sangat ia sayangi, itu adalah sebuah buku. Buku berwarna hitam pekat yang ketika dibuka tidak ada tulisannya dan memiliki sampul timbul. Ia menyimpannya karena itu adalah barang yang diberikan oleh kakek nya dan kakeknya berpesan kepadanya agar menyimpan buku itu baik-baik. Semua barang yang akan ia bawa telah tertata di dalam tas nya tak kecuali buku itu. “Andai orang tuaku masih ada disini. Pasti mereka akan bangga karena anaknya bisa masuk di sekolah yang menjadi favorit semua orang” gumam Anie dengan mulut kecilnya. Ray yang mendengar ucapan Anie menjawabnya “jangan bersedih Anie, mungkin saja kau akan menemui mereka ketika kau sudah berada di sana, bagaimana pun kedua orang tuamu adalah penyihir yang hebat.” “ya semoga saja” balas Anie. Anie sedari kecil dibesarkan oleh kakeknya karena orang tua Anie tiba-tiba menghilang saat dia masih sangat kecil. Dan kedua orang tua Anie yang selalu tinggal di Dravelux menemui kakeknya dan menitipkan Anie kecil. Itu menjadi pertemuan terakhir Anie dengan orang tuanya. Setelah kakeknya meninggal, ia tinggal bersama burung beo yang telah ia pelihara sejak kecil. “Ray siapkan dirimu, besok kau ikut dengan ku di Dravelux”. “okey Anie”. Anie duduk sejenak sambal membaca buku kesukaannya, tentu saja tentang spirit. Di buku tersebut dikatakan bahwa ada 4 tingkatan spirit, yang pertama adalah spirit tingkat rendah, tingkat menengah, tingkat tinggi dan juga raja spirit. Sampai saat ini belum ada yang pernah memanggil sang raja spirit.
Mengetahui dia adalah seorang Elementalis tentu saja dia sangat bangga karena sebentar lagi dia dapat memanggil makhluk yang dinamakan spirit itu. Di halaman berikutnya dari buku itu terdapat sebuah pola mantra untuk memanggil spirit. “Aku ingin mencoba memanggil spirit air tingkat rendah saja untuk percobaan.” Dia mulai menggambar pola mantra tersebut. Setelah selesai, ia mencoba memanggil spirit air tingkat rendah. “ Wahai spirit air datanglah aku ingin melakukan kontrak dengan mu”. Tiba-tiba sinar biru datang dan spirit air muncul, namun ia tidak pernah melihat spirit apa yang ada di depannya itu bahkan hingga halaman terakhir buku yang ia baca tidak ada yang menjelaskan siapakah spirit yang muncul di depannya karena dia memiliki wujud seperti manusia bukan seperti yang ada pada buku. Dalam hening spirit itu berkata “ hey manusia mengapa kau mengganggu tidurku.”. Anie tidak pernah mengira bahwa spirit akan sesombong itu. “aku ingin membuat kontrak dengan mu”. “HAHAHAHAHA, tidakkah aku salah dengar. Apa kau membangunkanku untuk membuat ku tertawa, sungguh lucu gadis kecil seperti mu ingin membuat kontrak denganku? Memang apa yang kau punya nak?” ejek spirit itu. Dengan nada kesal Anie menjawab “tidak akan ada yang mau membuat kontrak dengan spirit sombong seperti mu. Kau akan melewatkan kesempatan membuat kontrak denganku dan kembali ke dunia spirit dan tidak ada satupun orang yang mau membuat kontrak dengan mu yang sombong itu” kesal Anie karena penghinaan yang dia terima dari spirit tersebut. “besar juga nyalimu anak kecil, aku suka itu. Baiklah aku akan membuat kontrak denganmu. Majukan telapak tanganmu” perintah spirit itu. “bukankah membuat kontrak dengan spirit itu dengan cara mendekatkan wajahnya ke wajah ku seperti yang ada di buku, tapi kenapa ini menggunakan telapak tangan ku” bisiknya dalam hati namun ia tetap memberikan telapak tangannya ke spirit didepannya. Spirit itu menyentuh tangan Anie dan kontrak telah dibuat.
“baik ku beri kamu nama Noid, sekarang aku adalah mastermu”
“Noid? Nama apa itu jelek sekali. Namaku Lucas.” Tegas spirit itu.
“hey, bukankah mastermu yang harusnya memberimu nama?”
__ADS_1
“Tentu tidak khusus untukku”
“ya sudah terserah kau saja, kepalaku sudah pusing. Aku mau istirahat”
Terasa seperti mimpi bagi Anie, entah makhluk apa yang ia panggil namun ia sangat senang karena percobaan pertamanya berhasil. Namun tubuhnya merasa sangat lemas karena banyaknya mana yang ia keluarkan saat pemanggilan tadi. Anie tertidur pulas dan spirit itu memandangi Anie terheran-heran karena baru kali ini ada orang yang berhasil memanggilnya. “Energimu akan kembali esok pagi”, ucap spirit itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke dahi Anie.
“Selamat pagi Anie” sapa Ray seperti biasanya. “pagi ray, apakah kamu sudah siap Ray?” tanya Anie dengan senyum manisnya sambil membuka jendela agar ia dapat menikmati udara pagi dan mencium aroma rumput pagi yang menyegarkan. “tentu Anie”. “naiklah ke bahuku, kita akan segera berangkat”. Kemudian Anie mengambil yang telah disiapkannya kemarin, dan betapa terkejutnya Anie ketika melihat Spirit yang ia panggil ternyata masih ada di rumah nya.
“hey, bagaimana bisa kau masih ada disini?”
“tapi bukankan semua orang akan curiga jika kamu selalu berada di dekatku seperti ini?”
“tenang saja aku bisa membuat diriku tidak terllihat oleh mereka dan hanya terlihat olehmu saja”
__ADS_1
“baiklah, kalau gitu kau pasti ikut aku ke Dravelux kan?”
“ya, aku ikut dengan mu ke tempat yang membosankan itu”
Tak lama kemudian terdengar suara teriakan Adrina yang memanggil nama Anie dari luar pintu.
“ ya Adrina, tunggu sebentar” sambil berlari kecil menuju pintu
“Wah kau sudah siap rupanya” ucap Sera yang ternyata dia datang kesini bersama Adrina
“tentu, aku sudah menyiapkannya semuanya dari kemarin” jawab Anie
“hay Ray, kau juga ikut rupanya” tanya Sera yang melihat Ray sudah siap di bahu ku
__ADS_1
“oh tentu saja Ray ikut Anie” jawab ray dengan suara khas beo
Mereka berangkat bersama menuju tempat yang ada di balik token yang di berikan oleh Dravelux. Tibalah mereka di hutan yang penuh dengan pepohonan lebat. tiba-tiba token emas mereka bercahaya dan memunculkan sebuah portal yang merupakan jalan menuju Dravelux. Tanpa berpikir panjang mereka pun langsung masuk ke portal itu dengan barang bawaan mereka.