Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
DRAVELUX


__ADS_3

Setelah masuk di Dravelux mereka bertiga langsung disambut oleh kepala sekolah dan para pengajar serta murid-murid di sana. “beri sambutan untuk Anie, Adrina, Sera” terdengar suara keras yang mengisyaratkan bahwa kita telah tiba di Dravelux. Sontak murid-murid pun memberi ucapan selamat pada mereka dan diiringi tepuk tangan. Terdengar beberapa siswa mengatakan “oh itu sang elementalis yang dikatakan sangat langka” dan menatap Anie dengan tatapan kagum. Para guru dan kepala sekolah pun memberi senyuman dan ucapan selamat datang pada kami. Namun ada satu orang yang begitu menarik perhatian Anie dengan pakaiannya yang indah disertai mahkota kecil di kepalanya dan penuh kharisma yang tentu saja membuat orang lain sangat segan dan menghormatinya, ia juga memiliki wajah yang cantik, mata biru seperti permata, senyum yang hangat dan energi sihir yang luar biasa, dia adalah kepala sekolah Dravelux. Kemudian beliau mengantarkan kami secara langsung menuju asrama untuk menaruh barang. “Besar sekali asrama ini, indah, aku rasa aku akan betah di sini” tibalah di kamar yang akan Anie tepati. “kepala sekolah secara langsung memperkenalkan dirinya kepada Anie dan teman-temannya, “namaku Alexa, kalian bisa mencariku di ruang kepala sekolah jika kalian membutuhkan ku”. “baik kepala sekolah, terima kasih” serempak jawab Anie dan teman-temannya.


“apakah kita bisa tinggal sekamar bersama?” tanya Anie kepada kepala sekolah.


“tentu saja jika kau mau Anie karena sebenarnya kamar disini di bagi atas bakat masing-masing dari kalian, secara garis besar ada 4 kelompok yaitu sihir perang, tumbuhan dan hewan, pengendalian benda dan perubahan wujud, alkimia. Namun karena saat ini ada seorang elementalis maka ada tambahan 1 kelompok yang berisi kamu saja. Dan masing-masing kamar disini berisi 4 orang dari kelompok siihir yang sama, jadi sebenarnya kamu sendirian di kamar ini, tapi jika kamu menginginkan untuk sekamar dengan teman-teman mu maka kau boleh lakukan”, penjelasan oleh kepala sekolah.


“Sihir perang?” tanya Sera

__ADS_1


“Sihir perang terdiri dari sihir pertahanan, Sihir penyerangan dan Ahli sihir strategi perang. Ahli sihir perang disini mempunya tugas seperti membuat formasi sihir yang akan digunakan untuk perlindungan mau pun penyerangan. Jadi kalian berdua masuk di kelas sihir perang karena bakat kalian adalah sihir penyerangan dan pertahanan, sedangkan Anie akan masuk di kelas yang baru saja kami bentuk yaitu kelas elementalis” jawab kepala sekolah


“Sekarang letakkan barang-barang kalian di kamar itu, aku akan mengajak kalian mengajak kalian berkeliling Dravelux” perintah kepala sekolah itu


Mereka pun bergegas meletakan barang-barang mereka di kamar dan berjalan dengan cepat menuju kepala sekolah karena sudah tidak sabar melihat lingkungan yang ada di Dravelux.


“Hampir barang yang ada disini adalah sihir jadi kalian harus berhati-hati saat menyentuh sesuatu, dan kalian bisa menginjak lantai yang ada di depan kamar kalian sambil membayangkan tempat yang ingin kalian kunjungi maka kalian bisa sampai ke tempat itu dalam waktu singkat tapi itu hanya berlaku di dalam wilayah Dravelux saja, ingin mencoba nya?”

__ADS_1


“baik tutup mata kalian aku akan membawa kalian ke bagian depan Dravelux” kata kepala sekolah sambil meninjakkan kaki nya di lantai depan pintu kamar.


Mata Anie dan teman-temannya terlihat sangat kagum dengan bagian depan Dravelux yang merupakan taman luas, dimana ada air mancur yang berbentuk seperti kembang api dan banyak bunga yang tidak pernah mereka temui di tempat mereka sebelumnya. Air dari air mancur menetes seperti hujan dan mengenai wajah mereka. Dan kemudian mereka membalikkan badan. Terlihat bangunan megah yang mungkin setara dengan satu kota besarnya dan itu merupakan sekolah Dravelux. Adrina tak sadar membuka mulutnya karena kekagumannya pada bangunan yang pertama kali ia lihat itu. Bangunan dengan dinding yang terbuat dari marmer dan diatasnya merupakan tumpukan permata-permata berharga yang membuat bangunan itu tampak bersinar. Tepat di depan bangunannya ada barisan pohon yang terbuat dari emas dan berdaun biru seperti air laut yang menghiasi bagian depan Dravelux. Pohon bisa berbuah sesuai dengan yang kita inginkan, hanya dengan membayangkan buah yang ingin kita makan maka pohon tersebut akan mengeluarkannya. Bunga berwarna merah muda yang mekar dan sebagaian berguguran membuat mereka yang lewat di bawahnya merasakan musim gugur. Bunga itu memiliki bau harum segar yang baunya bahkan dapat tercium hingga tempat Anie dan teman-temannya berdiri saat ini.


Setelah mengagumi bagian depan Dravelux, kepala sekolah mengajak mereka masuk ke dalam. Lantai yang terbuat dari marmer adalah hal yang pertama kali Anie sentuh dari bangunan sekolah itu. Megah dan mewah adalah dua kata yang menggambarkan bangunan itu. Tapi bagian depan bangunan tampak sepi karena para siswa dan pengajarnya masih melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing.


Kelas Perang, itulah tulisan yang tertulis dengan jelas di papan depan pintu. Jadi dapat dipastikan itu adalah kelas Adrina dan kelas Sera. Kepala sekolah pun mengetuk pintu, kemudian pengajar yang ada di dalam membuka pintu ruang kelas. Terlihat dua murid sedang berlatih di area seperti lapangan dimana sisanya duduk memenuhi bagian pinggir lapangan tersebut seolah-olah sedang menonton sebuah pertandingan. Ruangan kelas yang begitu luas dan terlihat barang-barang di dalamnya terbuat dari bahan yang berkualitas. Dari luar ruangan memang tidak terdengar suara apapun karena memang ruangan itu adalah ruangan kedap suara. Namun berbanding terbalik dengan kondisi di dalamnya yang sangat ricuh seperti ada perang sihir. Kedua murid di lapangan tadi saling berusaha menjatuhkan lawannya. Menyerang dan menghindar dilakukan dengan cepat oleh mereka, walaupun itu hanya latihan tapi mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh. Adrina dan Sera tampak tidak sabar untuk pembelajaran pertama mereka, binar di matanya menunjukkan rasa penasaran dan semangat untuk segera mengikuti kelas.

__ADS_1


“Adrina, Sera ini adalah kelas kalian, kalian akan memulai kelas minggu depan sembari menunggu semua siswa baru tiba di Dravelux. Siapkan diri kalian baik-baik” ucap pengajar itu. “baik” ucap sera dan Adrina bersamaan. Ternyata kami adalah orang yang tiba disini pertama kali dan setelah kami tiba beberapa murid baru pun juga tiba tapi belum semua.


Kepala sekolah melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dan menuju ruangan berikutnya. Kemudian perjalanan kita sampai di kelas yang bernama kelas tummbuhan dan hewan. Dimana kelas tersebut berisi penyihir yang berbakat mengendalikan sihir hewan dan tumbuhan. Ketika kelas itu dibuka betapa terkejutnya kami karena kami disambut oleh hewan lucu seperti kelinci namun memiliki sayap. Hewan berwarna putih itu terbang menuju kami dan hewan tersebut merasa senang dengan pertemuan mereka. Ternyata itu adalah hewan sihir yang dimiliki oleh pengajar kelas tersebut. Kelas yang lebih mirip dengan hutan dimana banyak tanaman dan hewan yang ada disana. Murid-murid yang terlihat sedang berkonsentrasi untuk mengeluarkan sihir mereka menjadi pusat perhatian Anie karena ada satu siswa yang sudah mengeluarkan tumbuhan dengan mutiara di ujung daunnya. Tak lama kemudian penyihir itu menoleh pada Anie karena merasa diamati sejak tadi. Ia pun memberikan senyum yang ramah tanda sapanya pada Anie.


__ADS_2