Elementalis Terhebat

Elementalis Terhebat
Kelas Pertama


__ADS_3

Mereka telah sampai di kamar. Dan kepala sekolah pamit undur diri. Mereka masuk ke kamar dan langsung memilih tempat tidur mereka masing-masing. Setelah mereka memilih tempat tidur yang mereka inginkan, mereka memutuskan untuk menata barang mereka bersama-sama agar tidak terasa lelah mereka melakukannya sambil mengobrol santai.


“hey apa kau merasa aneh, kita hanya murid baru biasa tapi kepala sekolah secara khusus mengantar kita berkeliling sekolah?” bisik Adriana dengan suara sedikit keras pada kedua temannya.


“apa kamu lupa kita memang siswa biasa, tapi Anie adalah seorang elementalis langka.” Jawab sera


“aku pun sama seperti kalian yang menspesialkan aku”, saut Anie


“apa kalian melihat sesuatu saat di hutan belakang sekolah tadi?”, Anie tiba-tiba mengubah topik pembicaraan mereka.


“aku tidak melihat apapun Anie. Memangnya apa yang kau lihat?” tanya Sera.


Tok… tok… tok..


Belum sempat Anie menjawab tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Anie spontan langsung lari menuju pintu dan membukakan pintu. Hanya 3 lembar surat dengan sayap kecil di kedua sisinya yang dia lihat dan tidak ada seorang pun yang mengantarkan surat itu.


“memang Dravelux, sekolah sihir yang terkenal. Mengirim surat pun dengan sihir. Keren sekali.” Gumam Anie dalam hati.


“Anie apa itu?” teriak Adrina yang tak dapat menahan rasa penasarannya.


“hanya surat. Ini untuk mu dan ini untuk Sera.” Ucap Anie sambil membagi surat tersebut berdasarkan nama yang tertera di bagian luar surat itu.

__ADS_1


Adrina yang tidak sabaran langsung membuka suratnya dan dengan wajah serius membaca isi surat tersebut.


“Yes.. kelasku dimulai minggu depan dan akan berlangsung 3 kali dalam seminggu. Senin, Selasa dan Rabu.” Adriana yang senang hingga melompat-lompat di kasur.


“ya, isi surat kita sama. Bagaimana denganmu Anie?” Kata Sera


“owh pembelajaranku sudah bisa dimulai besok dan aku masuk 5 kali dalam satu minggu.” Jawab Anie


“yah mulai besok kita akan berpisah kelas, tapi jangan lupa ke kantin bersama ketika jam istirahat tiba.” Ajak Adrina


Karena lelah berjalan-jalan Anie lupa memberi makan Ray burung beo kesayangannya.


“oh maaf Ray aku hampir lupa.” Jawaban Anie menenangkan Ray sambil mengambil makanan Ray yang ia simpan di tasnya.


Ray mau memakan apa saja, namun favoritnya adalah kacang-kacangan.


Tak lama setelahnya ke tiga siswa itu tertidur dengan pulas di tempat tidur mereka masing-masing. Anie tidur disebelah kanan, Adrina di tengah dan Sera di sebelah kiri. Adrina yang penakut pasti akan selalu memilih tempat tidur di tengah.


Pagi pun tiba. Seperti biasa “selamat pagi Anie”, kata yang selalu di ucapkan Ray padanya. Anie memang bangun paling pagi karena kelasnya akan dimulai hari ini. Ia membuka jendelanya dan pemandangan yang terlihat adalah air terjun yang indah dengan di kelilingi bunga-bunga dan ada satu pohon besar yang terletak di padang rumput di depan air terjun.


“pemandangan yang indah. Tapi seingatku tidak ada pemandangan seperti ini di sisi manapun asrama ini.” Ucap Anie pelan agar temanya tidak bangun.

__ADS_1


Namun Anie menyimpan pertanyaan itu sendiri dan akan menanyakan kepada gurunya yang sekaligus adalah kepala sekolah di kelasnya nanti. Setelah membuka jendela, ia berangkat mandi. Melihat kamar mandi yang keren karena di dalam kamar mandi itu terdapat air yang sangat segar dan berbeda dari tempat-tempat lain. Selain itu keluar ketika keluar dari kamar mandi otomatis air sisa mandi akan kering, namun rasa segarnya masi melekat di kulitnya, ia pun sangat kagum dengan bangunan itu.


Ia pun memakai baju bebas karena seragam siswa baru akan dibagikan seminggu kemudian karena pada umumnya pembelajaran akan dimulai minggu depan. Setelah sudah siap semua ia pun berangkat menuju kelasnya. Namun karena kemarin saat perkenalan lingkungan kelasnya belum jadi, Anie tidak tau dimana ruang kelasnya dan tidak bisa memakai teleport yang ada di lantai depan kamarnya karena dia tidak tau seperti apa bentuk ruang kelasnya. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kaki menuju ruang kepala sekolah untuk menanyakan dimana ruang kelasnya. Ketika ia sampai di depan ruang kepala sekolah ia melihat ada papan didepan pintu yang terletak di dekat ruang kepala sekolah. Anie memutuskan untuk melihat ruangan tersebut terlebih dahulu. Ternyata benar itu adalah ruangan elementalis. Kemudian ia membuka pintu ruangan itu dan terlihat kepala sekolah telah bersiap untuk mengajar.


“Selamat datang Anie, ini adalah ruang kelasmu. Sebenarnya ruang kelas ini sudah lama ada di sini tapi karena murid elementalis sangat langka makanya ruangan ini lama tidak dipakai. Itulah mengapa aku memutuskan untuk merenovasi dan membersihkan ruangan ini karena akan digunakan kembali.” Tutur kepala sekolah


“Terima kasih kepala sekolah. Apa aku boleh bertanya sesuatu?”


“tentu, apa?”


“bukankah tak ada air terjun disini? Bagaimana mungkin ketika aku membuka jendela kamarku aku melihat pemandangan air terjun yang tenang dan cantik?”


“hahaha…(tawa kecil kepala sekolah). Anie yang kau lihat itu hanya sihir. Kami sengaja memberi sihir itu agar para siswa nyaman di kamarnya. Dan satu lagi yang perlu kau tau, memang benar disini ada air terjun. Air terjun itu terletak di bagian belakang Dravelux. Aku harap kau tak berpikir untuk ke sana. Okey, cukup berbincangnya. Kau sudah tak sabar dengan pelajaran pertama hari ini bukan.”


“ya kepala sekolah. Apa hari ini kita akan memanggil spirit?” tanya Anie yang tidak telalu terkejut tentang pemanggilan spirit karena dia memang sudah pernah memanggil spirit aneh bernama Lucas.


“kita akan belajar tentang teori mengenai spirit dan membuat pola mantra untuk pemanggilan besok. Duduk lah Anie.”


Anie pun duduk di satu-satunya bangku yang tersedia di situ


Bantu dukung kami dengan memberi like dan komentar yaaa😊

__ADS_1


__ADS_2