
🌼 Status 🌼
Saya berada disini sekarang. Di tempat dimana saya pernah merengek kepada kamu untuk mengantarkan saya mengadu nasib disini.
Saya pernah mendengar mereka berkata bahwa kamu pernah mengantarnya kesini. Dan saya pikir, tidak ada pengecualian pula untuk saya ketika saya meminta hal yg sama. Namun nyatanya saya salah.
Ada perbedaan antara status seseorang yg tak pernah saya mengerti. Saya pikir, saya sama dengannya. Jika kamu bilang iya, kepada dia, knp tdk untuk saya? Tetapi tidak. Akan selalu ada iya darimu untukknya, tapi tidak dengan saya.
Saya paham betul sekarang, bahwa status dia lebih tinggi dibandingkan dg saya. Dia sempurnah kecantikannya, kecerdasannya bahkan kekayaannya. Sementara saya, hanyalah remah roti jika dibandingkan dengan ia yg sempurnah. Karenanya bukan salahmu jika kamu lebih memilih dirinya dibandingkan dg saya.
Tapi, saya tidak salah juga bukan? Karena sejak awal entah bagaimana saya tidak pernah tahu bahwa rasa yang saya yakini tidak akan ada untukmu itu, nyatanya telah menyusup diam-diam, dan tak mau pergi lagi. Bahkan hingga detik ini, ketika kaki saya melangkah di kota asing ini. Tiba-tiba saja perasaan itu muncul kembali dg harapan bahwa saya bisa menemukanmu diantara keramaian orang2 asing ini.
Saya bodoh bukan? Atau terlalu naif? Ah, keduanya tak ada beda bukan. Karena setiap kali rasa itu hadir kembali, rindu itu mengetuk pintu hati. Dan saya menjadi orang yg lebih bodoh lagi, karena berharap bahwa kamu akan tahu suatu hari nanti tentang apa yg tersimpan dalam hati ini.
Surabaya, 5 November 2018
🌼 Kepercayaan 🌼
Saya berada disini sekarang. Di tempat dimana saya pernah merengek kepada kamu untuk mengantarkan saya mengadu nasib disini.
__ADS_1
Saya pernah mendengar mereka berkata bahwa kamu pernah mengantarnya kesini. Dan saya pikir, tidak ada pengecualian pula untuk saya ketika saya meminta hal yg sama. Namun nyatanya saya salah.
Ada perbedaan antara status seseorang yg tak pernah saya mengerti. Saya pikir, saya sama dengannya. Jika kamu bilang iya, kepada dia, knp tdk untuk saya? Tetapi tidak. Akan selalu ada iya darimu untukknya, tapi tidak dengan saya.
Saya paham betul sekarang, bahwa status dia lebih tinggi dibandingkan dg saya. Dia sempurnah kecantikannya, kecerdasannya bahkan kekayaannya. Sementara saya, hanyalah remah roti jika dibandingkan dengan ia yg sempurnah. Karenanya bukan salahmu jika kamu lebih memilih dirinya dibandingkan dg saya.
Tapi, saya tidak salah juga bukan? Karena sejak awal entah bagaimana saya tidak pernah tahu bahwa rasa yang saya yakini tidak akan ada untukmu itu, nyatanya telah menyusup diam-diam, dan tak mau pergi lagi. Bahkan hingga detik ini, ketika kaki saya melangkah di kota asing ini. Tiba-tiba saja perasaan itu muncul kembali dg harapan bahwa saya bisa menemukanmu diantara keramaian orang2 asing ini.
Saya bodoh bukan? Atau terlalu naif? Ah, keduanya tak ada beda bukan. Karena setiap kali rasa itu hadir kembali, rindu itu mengetuk pintu hati. Dan saya menjadi orang yg lebih bodoh lagi, karena berharap bahwa kamu akan tahu suatu hari nanti tentang apa yg tersimpan dalam hati ini.
Surabaya, 5 November 2018
Aku tidak tahu, mengapa hingga detik ini masih selalu kamu. Yang bertahta dan merajai hati ini. Aku tidak tahu, mengapa setiap hal kecil,Mampu membuat ingatanku kembali pada sesosok kamu.Seperti pembicaraan singkat dengan rekan kerja beberapa menit lalu. Membuatku kembali teringat akan cerita yang pernah kamu bagi dulu.
Aku lelah, lelah mengingat semua kenangan yang hanya membuatku luka saja. Aku lelah, lelah memegang harapan pada sesuatu yang tanpa arah. Aku lelah, lelah mencoba untuk melupa tapi tidak kunjung berhasil juga.
Lantas, katakan kepadaku, aku harus apa?
Aku tak pernah tahu, jika mengenalmu bisa membuat hidupku menjadi seperti sekarang ini. Aku tak pernah tahu, jika kehadiran singkatmu itu menjadi sebuah kenangan yang berarti bagiku. Aku tak pernah tahu, jika rasa yang tak pernah kupikir akan ada untukmu, Tiba-tiba hadir dan enggan untuk pergi.
__ADS_1
Di dunia ini ada hal-hal yang kita pikir tidak masuk akal, Namun tetap terjadi jugaSama dengan perasaanku padamu yang kupikir tidak masuk akal untuk ada,Namun ia hidup di hati hingga detik ini, sekalipun berulang kali kupaksa mati.
Katakan kepadaku caranya untuk berhenti?
Aku ingin berhenti menjadikan kamu sebagai satu-satunya yang bertahta di sana. Aku ingin berhenti mengingatmu setiap waktu dan membuang air mataku dengan percuma. Aku ingin berhenti mengejar sosok mu yang telah lama pergi dan enggan tuk kembali. Tapi, hingga detik ini aku masih saja tak bisa membuang pergi.
Semua kisah-kisah yang pernah kamu bagi cerita selalu berputar dalam kepala. Tiap kali rindu padamu datang menyapa. Semua kata-kata yang pernah terucap dari bibirmu selalu tertanam dalam kepalaTiap kali lelah dan jenuh datang mendera.
Lantas, bagaimana caraku untuk menyerah?
Cinta adalah sesuatu hal yang sangat misterius bukan? Ia datang mengendap-endap dan menjadikan hati ini sebagai sarangnya. Ia datang tanpa permisi dan menetap tanpa niat untuk pergi. Sekalipun pernah berkali-kali ku ingkari.
Hingga detik ini,
Ku akui bahwa rasa itu masih ada dan tetap sama. Tak berkurang sedikitpun meski waktu dan jarak membuat terpisah. Sekalipun berbagai usaha kulakukan untuk membuatnya sirnah. Tapi semua usaha itu sia-sia.
Namun, aku sadar bahwa perasaan itu hanyalah aku yang punya. Tak akan pernah mendapat sambutmu meski hanya sedetik saja. Karenanya, aku masih memperdalam upaya untuk membuatnya sirnah. Membuang rasa yang ku sebut sebagai cinta. Untukmu satu hati yang tidak pernah menganggapnya berharga.
Sidoarjo, 13 November 2018
__ADS_1