
🌼 Dinding Tak Kasat Mata 🌼
Ada dinding tak kasat mata diantara. Aku tidak tahu, siapa yang telah membangunnya. Entah itu aku? Ataukah kah kamu? Hingga menjadikan kita berjarak seperti sekarang ini.
Aku tak tahu harus apa, pasrah untuk kehilanganmu mungkin adalah satu-satunya cara. Namun, perlu kamu tahu bahwa aku masih berharap seandainya ada celah disanaIngin ku ucapkan "aku mencintaimu". Ada dinding tak kasat mata memisahkan kita. Yang menjadikan kita yg dulu pernah sedekat nadi tuk berbagi cerita. Kini menjadi sejauh matahari.
Aku tidak tahu, apakah aku ataukah kamu yang membangunnya. Hingga kita menjadi seperti orang asing yg tak pernah bersua sebelumnya. Hanya satu harapku, seandainya ada celah disanaIngin ku bisikkan "aku merindukanmu". Ada dinding tak kasat mata diantara kita. Aku tidak tahu, siapa yang membangunnya. Apakah itu kamu? ataukah aku? Hingga menjadikan kita tetap berpijak pada tempat yg sama. Enggan tuk berjalan kembali ke masa lalu, dan ragu untuk melangkah maju ke masa depan.
Seandainya ada celah disanaIngin ku pinta padamu "kembalilah". Aku masih di sini, menunggumu di tempat sama. Untuk meruntuhkan dinding tak kasat mata itu. Untuk meretas seluruh rasa rinduku. Dan untuk menatap matamu lamat-lamat seraya berkata. Bahwa "aku mencintaimu". Masih mencintaimu dengan seluruh.
Pasuruan, 20/2/19
__ADS_1
🌼 Di Ujung Jalan Itu 🌼
Aku tidak tahu sekarang kamu dimana, sedang apa, dan entah tengah bersama siapa. Aku juga tidak tahu apakah kamu baik-baik saja atau tidak. Aku tidak tahu apakah kamu bahagia atau sedih, kamu sehat atau sakit. Aku tidak tahu, tidak tahu apapun tentangmu kini.
Hanya satu hal yang ingin aku katakan padamu. Entah kamu akan membaca pesan ini ataukah tidak. Namun, harus aku katakan. Ketika kamu kehilangan arah, maka berputarlah. Datanglah padaku karena aku menunggumu dengan setia di ujung jalan itu.
Ketika kamu lelah dan butuh tempat bersandar. Berbaliklah, datanglah padaku di ujung jalan itu. Pelukku akan menjadi sandaran yang kuat untukmu. Dan dengan setia akan mengusir semua lelahmu.
Ketika kamu jenuh dan butuh penghiburan. Berjalanlah ke arahku, aku akan menunggumu dengan setia di ujung jalan itu. Dengan canda dan leluconku yang mungkin tak bermakna. Namun, akan kupastikan bahwa kamu akan tertawa bahagia dan mengenangnya.
Pasuruan, 20/2/2019
__ADS_1
🌼 Hanya Karenamu 🌼
Terkadang aku bertanya-tanya. Apa beda antara bodoh dan naif? Apakah aku masuk kategori bodoh? Ataukah terlalu naif?
Aku menunggumu dg setia disini. Dengan do'a yang tak pernah henti ku lambungkan ke langit sana. Sementara kamu? Kamu mengejarnya, hingga sejauh itu.
Apakah kamu mencintainya? Terlalu mencintainyakah hingga kamu pergi sejauh itu hanya untuknya? Tidakkah kamu tahu, ada aku disini. Yg menunggumu dg air mata yg tak henti untuk menetes. Merapalkan mantra pada hati bahwa ia baik-baik saja. Namun nyatanya, aku ttp tidak baik-baik saja.
Rasanya sesak, membayangkan kamu bersanding dengannya. Berulang kali ku buang semua pikiran bodoh itu. Tapi nyatanya, ttp saja aku tak bisa. Pikiranku berkelana entah kemana. Membayangkan kamu merajut kasih dan bahagia bersamanya. Rasanya seperti nafasku di tarik dengan paksa, hingga hanya sesak yg menekan-nekan dalam dada.
Aku harus apa? Aku bisa apa jika kamu memilihnya? Berulang kali ku katakan itu pada diri. Agar aku sadar tak pernah ada rasa yg sama di hatimu untukku. Namun, dengan bodohnya aku masih saja meletakkan harapku pada Tuhan. Untuk membalikkan hatimu untukku. Aku egois bukan? Ya, sama seperti katamu empat tahun lalu.
__ADS_1
Aku yg egois ini, tak pernah tahu bahwa akan jatuh seperti ini hanya karenamu.
Pasuruan, 21/2/2018