
🌼 Seperti Hujan 🌼
Banyak orang membenci hujan. Mereka bilang, hujan adalah tangisan kesedihan. Mereka bilang, hujan membawa kenangan-kenangan menyakitkan. Tapi, entah mengapa aku suka hujan. Ada rasa tenang ketika aku menghirup petricor. Entah mengapa. Dan aku akan sangat berterima kasih, setiap kali hujan turun dan membawa semua kenangan masa lalu kembali dalam ingatanku. Karena hanya disaat hujan turunlah, aku bisa menemukan kembali bait tentangmu saat menyelam dalam lautan kenangan itu.
Bagiku, kamu itu seperti hujan, hingga aku rela melepaskan payungku, demi bisa berjalan bersamamu. Bagiku kamu itu seperti hujan, dingin namun mampu membuatku nyaman hingga membuatku terlelap untuk sepersekian detik waktu. Bagiku, kamu itu seperti hujan, jatuh berkali-kali dihatiku dan aku tidak bisa menghindarinya lagi. Namun kamu tahu, tidak ada hujan saat ini. Ketika penaku menulis tentang hujan, disini sama sekali sedang tidak hujan. Langit pagi ini sangat cerah. Matahari sama setianya seperti biasanya memberikan kehangatan pada setiap orang yang membutuhkannya. Berbeda dengan hujan, yang kata orang hanya dapat memberikan kedinginan dan kesedihan. Mereka mungkin lupa, bahwa ketika hujan turun dan dingin merasuk tubuh, disitulah selimut dan secangkir kopi hangat berperan. Kamu bisa menikmati suara hujan di luar sana, duduk nyaman di kursi goyangmu, sembari berbalut selimut tebal dan menyesap secangkir kopi hangat di tanganmu. Bagiku, itu adalah bahagia sederhana yang ku dapat di saat hujan.
__ADS_1
Hujan mengajarkan banyak hal padaku. Tentang keikhlasannya dan kesabaran. Kamu tahu kenapa? Karena ia tetap saja kembali seberapapun seringnya ia jatuh. Ia tidak peduli meski ia di benci. Karena ia datang bukan untuk mereka, ia datang untuk mereka yang merindu dan mencintainya. Aku juga ingin seperti itu. Aku ingin menjadi hujan. Hingga sama sepetimu, yang jatuh di hatiku, aku juga akan menghujani hatimu berkali-kali dan kamu tidak bisa menghindarinya.
Aku suka hujan, meskipun aku tahu ia hanya sebentar. Karena di sudut gelap itu, ketika aku menyeka hujan, aku menemukanmu.Saat itulah, aku mulai mencintai hujan. Hujan adalah moment yang selalu aku tunggu. Aku akan berjalan bersama hujan hingga tidak ada satupun orang yang tahu bahwa aku menangis bahagia. Karena kamu dan hujan, adalah sebuah rindu yang ku simpan dalam kenangan saja.Pagi ini, ketika matahari bersinar cerah. Aku menulis tentang hujan, karena aku merindukan hujan. Juga kamu, yang menghujaniku dengan rindu.
🌼 Sendiri 🌼
__ADS_1
Kamu tahu rasanya sendiri? Ketika air matamu menetes tanpa permisi. Mengalir tanpa henti. Menuju muara yang tak kamu ketahui karena tak ada pundak yang kan menghalau debitnya. Tak ada tangan asing yang kan mengusap bekasnya. Dan tak kan ada yang mendekapmu tuk menyembunyikannya.
Kamu tahu rasanya sendiri? Berada dalam area luas, namun kamu selalu merasa sesak. Seolah oksigen terhimpit dan tak sampai memenuhi dadamu. Lantas, kamu duduk dan mendekap lututmu di pojok ruangan itu. Berharap seseorang akan datang mengetuk pintu dan menyelamatkanmu yang seolah terpenjara pada ruang sempit di pojok ruangan itu.
Apakah itu yang kamu rasa? Apakah itu sendiri? Tidak..!!! Sendiri adalah ketika kamu tidak mampu dan tidak mau memahami. Ketika hatimu menjauh dari sosok-Nya, "Sang Maha Ada". Pada hakekatnya manusia itu tidak pernah sendiri. Bukankah ketika kita mendekat satu jengkal pada Tuhan maka Tuhan akan mendekati kita sepanjang satu lengan? Ketika kita mendekati Tuhan sepanjang satu lengan, maka Tuhan akan mendekati kita sepanjang satu langkah. Ketika Tuhan mendekati kita sepanjang satu langkah maka Tuhan akan mendekati kita sedekat leher dan kepala kita. Bukankah seperti itu?
__ADS_1
Karenanya sendiri itu tidak ada. Sendiri hanya untuk mereka yang tidak mampu memahami bahwa Tuhan itu Maha Ada. Maha Mengetahui Segala. Karenanya sudahi sedihmu yang berpikiran sendiri itu. Hapuskan iri dengkimu melihat mereka yang bersama dalam ikatan tanpa nama. Karena sesungguhnya pacaran itu hanyalah ikatan sementara. Tak ada dalam agama. Jalinlah ikatan yang semestinya dengan ridho-Nya. Jika tidak bisa, maka sudahilah. Mulailah dekatkan dirimu pada-Nya. Percayakan hatimu dalam penjagaan-Nya. Menunggulah ditempatmu yang suci bersama dengan-Nya. Dengan begitu tak kan hinggap kata sendiri lagi dalam hatimu.
Pasuruan, 26 Mei 2017