Enigma Sebuah Perasaan

Enigma Sebuah Perasaan
7 ESP


__ADS_3

🌼 Seseorang Yang Baru 🌼


Saya bertemu dengan seseorang yang baru. Seseorang dengan tatapan mata yang teduh. Ia ada ketika saya butuh, membantu saya ketika saya kesulitan. Bertanya kepada saya kenapa larut malam saya masih terjaga, dan saya hanya memberinya senyuman sebagai jawaban.Akan sangat baper ketika saya katakan bahwa ia selalu ada disaat saya butuh, karena ia hanya menjalankan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Dan tidak ada maksud lain selain itu.


Tapi, tahukah kamu, bahwa dalam hati kecil saya, saya berharap bahwa itu kamu. Kamu yang berdiri disamping saya, dan membantu saya yang dengan tangan gemetar mengurus pahlawan hidup saya sendiri. Kamu yang tersenyum kepada saya untuk menguatkan dan berkata bahwa semua baik-baik saja. Namun, nyatanya semua hanyalah sebuah pengharapan yang tidak akan menyentuh nyata bukan?


Ia, seorang pemilik mata teduh itu bukan kamu. Ia dekat, namun kamu terlampau jauh bahkan hanya untuk menguatkan saya agar saya bertahan. Ia, seseorang asing yang hanya saya ketahui nama panggilannya itu, bukanlah kamu. Ia hanya seseorang yang secara acak dipertemukan Tuhan dengan saya, sebentar. Namun, waktu sebentar itu mampu membuat saya berpikir pada keputusan itu.

__ADS_1


Inikah saatnya saya melepaskan kamu? Bukan karena ada dia, tapi lebih pada karena aku lelah, lelah menaruh harap bahwa kamulah yang diciptakan Tuhan untuk menemani akhir hidup saya. Lelah, lelah berharap bahwa kamu yang akan selalu menjadi penguat saya ketika rapuh. Lelah, saya lelah mencintai kamu diam-diam tanpa ada balasan.


Untuk kamu, seseorang yang pernah hadir dalam hidup saya, yang menempati seluruh ruang hati saya, terima kasih karena pernah ada. Dan untuk kamu, seseorang pemilik mata teduh yang kutemui beberapa hari lalu, terima kasih karena ada disaat saya butuh, meski itu hanyalah profesionalitas kamu semata.


14 September 2018, ketika saya beranjak dari kampung halaman saya untuk kembali, saya bebaskan hati saya. Bismillahi, saya ikhlas untuk melepasmu, juga semua kisah kita yang pernah ada.


Pasuruan, 15 September 2018

__ADS_1


Kamu tahu hal paling sulit? Mengingkari apa yang ada dihatimu. Kamu berusaha sebisa mungkin untuk menepisnya. Membuang jauh-jauh perasaan asing yang tiba-tiba hadir itu. Menguatkan diri bahwa kamu salah mengartikan apa yang kamu rasa itu. Dan terlebih kamu salah, salah karena memiliki perasaan itu kepada seseorang yang telah memberikan perasaannya pada orang lain.


Namun, otak kecilmu kadang berpikir keras. Benarkah kamu salah? Salahkah perasaan asing yang kamu artikan sebagai cinta itu? Ataukah kamu memberikan perasaan itu pada orang yang salah? Entah.


Orang bilang cinta tidak pernah salah. Hanya waktu yang tidak tepat, hingga menjadikan itu menjadi sesuatu yang salah. Tapi, bukankah kita tidak bisa mengelak saat perasaan asing itu tiba-tiba datang? Ia datang begitu saja, tanpa permisi dan mengubah hati kita yang semula dingin menjadi hangat seketika. Kita tidak pernah tahu kapan dan pada siapa cinta itu jatuh. Karena jika kita bisa tahu, kita pasti sebisa mungkin akan menghindar, agar luka yang diberi nama patah hati itu tidak pernah kita rasa.


Kita tidak bisa memilih kepada siapa cinta itu akan jatuh. Hanya terima, dan ikhlaslah ketika pada akhirnya kamu tidak menerima hal yang sama dari seseorang yang menerima jatuhnya cintamu.

__ADS_1


Kepada kamu, seseorang yang membawa separuh hatiku.


Sidoarjo, 16 Okrober 2018


__ADS_2