
🌼 Diri dan Sendiri 🌼
Menahan untuk tidak keluar air mata itu susah. Dan inilah yang terjadi sekarang. Saya harus membangunkan beliau disaat beliau istirahat hanya untuk memasukkan butiran zat kimia yang pahit itu kedalam mulutnya. Saya harus memasukkan jarum suntik untuk memasukkan cairan kimia hingga merasuk dalam darahnya. Sesuatu yang dulu sangat saya hindari untuk saya lakukan, karena ketakutan saya untuk menyakiti orang-orang yang saya sayangi.
Namun apa daya, tak ada pilihan untuk saya pilih. Ini satu-satunya, saya hanya punya sendiri disaat semua sudah memiliki jalan hidupnya sendiri. Dan kamu, satu-satunya yang saya butuh untuk menguatkan, berlalu pergi entah kemana. Padahal hanya terpaut beberapa detik saat kamu bilang iya atas pintaku. Kamu telah hilang, jauh dan mungkin tak akan pernah kembali. Dan akhirnya saya harus kembali pada satu ketetapan itu lagi. Bahwa dulu dan kini, saya hanya punya diri dan sendiri.
🌼 Penghilang Paling Sempurnah 🌼
__ADS_1
Kamu penghilang paling sempurnah. Bahkan aku tak memiliki keberanian lagi untuk mencarimu. Atau melayangkan beberapa pesan kepadamu lagi. Sejak kamu bilang iya dan kemudian kamu menghilang. Sejak itupulalah aku kehilangan keberanianku untuk menghubungimu lagi. Aku menyalahkan diriku sendiri, berkali-kali. Dan aku membenci diriku sendiri.
Harusnya aku tetap menjaga janji itu. Harusnya aku tetap bisa menjaga jarak itu. Kamu yang paling tahu bahwa aku benci mengingkari janji. Tapi, aku melakukannya kali ini. Aku tidak menyalahkanmu untuk tiba-tiba pergi dan menghilang. Karena aku tahu, bahwa dalam hidupmu tidak pernah ada aku. Atau bahkan terlintas sedikitpun tentangku.
Aku membenci diriku, yang tidak bisa mengatasi ketakutanku sendiri. Aku membenci diriku yang nyatanya selalu saja lemah dihadapanmu. Aku membenci diriku yang melibatkanmu padahal kamu tidak mau. Aku membenci diriku sendiri, yang ternyata kalah melawan hati yang beberapa tahun ini kuat kubentengi. Untuk tidak menghubungimu lagi. Untuk tidak mencari namamu di mesin pencari.
Untuk kamu, penghilang paling sempurnah dimuka bumi. Terima kasih untuk tetap baik-baik saja. Terima kasih untuk tetap berbahagia. Dan terima kasih untuk mengatakan iya, meski pada akhirnya kamu menghilang dengan sempurnah.
__ADS_1
🌼 Memeluk Sepi 🌼
Kamu tidak pernah tahu kapan ujian datang dan bentuknya seperti apa. Siap atau tidak kamu hanya bisa menerima dengan penerimaan yang baik. Bahkan ketika ujian itu datang silih berganti dari satu hal ke hal lainnya. Yang bisa kamu lakukan hanya menerima dan mencoba untuk lilah. Bukan hal yang asing jika kamu kemudian bertanya dalam hati kamu. Apakah ini tujuan karena Tuhan membenci kita akan dosa-dosa kita, ataukah ini salah satu bentuk cintanya?
Terkadang kamu ingin bertanya perihal itu pada Tuhan. Tapi, patutkah kamu menanyakannya? Patutkah kamu bertanya mengapa ini terjadi? Tidak, jika kamu bertanya hal itu artinya kamu mengingkari takdirnya. Hanya letakkan saja percayamu kepada-Nya, bahwa itu yang terbaik bagimu.
Namun, meski begitu kadangkala kamu juga merasa ragu pada dirimu sendiri. Mampukah kamu melewatinya ? Dan disaat-saat seperti itu kamu membutuhkannya. Membutuhkan dia, satu-satunya tempat ternyaman untuk kamu berbagi cerita. Satu-satunya yang bisa kamu percayai dengan sepenuh hati. Kamu tidak peduli yang lain menghilang saat kamu butuh. Hanya dia, kamu berharap hanya biarkan dia tetap berada bersamamu saat kamu butuh dan kamu akan menjadi lebih kuat.
__ADS_1
Tapi sayang, harapa kamu hanyalah asa pada ketinggian. Dia pergi dan kamu hanya tinggallah sendiri. Memeluk sepi, menelan sedih dan sesak di dadamu. Kamu butuh dia, untuk menyelamatkan dadamu yang terhimpit sesak. Kamu butuh dia, untuk setidaknya menjadi tempat bercurah cerita. Tapi, sekali lagi itu hanyalah pengharapan yang tergantung pada ketinggian dan kamu tidak dapat meraihnya. Dia pergi, menghilang dan kamu tidak bisa menemukannya lagi.
Pas, 29/8/2018