
🌼 Egois 🌼
Kamu bilang saya egois. Tapi..bagaimana dengan kamu? Pernahkah kamu melihat pada dirimu sendiri?
Kamu mementingkan diri kamu sendiri meski kamu tahu ada yg tersakiti disini. Kamu mengabaikan ia yg pernah berjuang untukmu.
Bagimu, bukan urusanmu jika ia berjuang untukmu karna bukan kamu yg memintanya melainkan dirinya sendiri. Bagimu ceritamu dg nya telah berakhir sejak saat itu. Sejak kamu berhasil mencapai titik tertinggi dalam impianmu.
Kamu pergi tanpa perlu berpikir untuk kembali. Kamu melangkah maju tanpa pernah tahu bahwa ada yg setia menunggumu di belakangmu. Kamu ttp berjuang menggapai masa depan yg lebih baik, tanpa peduli bahwa ia yg pernah berjuang untukmu sedang tertatih untuk bisa berdiri kembali. Lantas katakan padaku, siapa yang lebih egois?
Kamu acuh dan tak peduli karna ia pernah menyinggung egomu. Ego yg sangat kamu tinggi-tinggikan itu. Tanpa kamu tahu bahwa ia melakukan itu agar kamu dpt menjadi lebih kuat jika menghadapi yg lebih dari itu di kemudian hari.
__ADS_1
Kamu membencinya, karena mengganggu kesenanganmu. Kesenangan yg kamu pikir akan berlangsung selamanya jika saja ia tdk datang. Tanpa pernah kamu tahu, bahwa ia melakukan itu karna ia percaya padamu dan berharap kamu sebagai tempat bergantung.
Tapi kamu masa bodoh. Bagimu karna itu sudah tidak lagi membawa keuntungan bagimu, kamu melepasnyaBagimu karna kamu sudah bisa berdikari tanpanya, kamu melenyapkannya.
Kamu menutup setiap lembaran cerita dengannya sesukamu sesukamu. Apakah kamu pernah sadari? Tidak kah pernah terlintas dalam benakmu bahwa ceritamu dgnya belum berakhir. Mungkin bagimu selesai, tapi tdk bagi ia. Ia yg terlalu bodoh untuk menunggu dg setia untukmu.
Untukmu yang berada jauh disana. Yang ingin cerita ini berakhir pada saat berpisah detik itu juga. Kuucapkan selamat, selamat karena kamu berhasil menjadikan ia menjadi seseorang yg pernah begitu bodoh. Karena memberikan sebagian hatinya untukmu dan bersetia menunggu hingga ia jemu. Meski mungkin, kata jemu itu tak akan mencapai akhir...
Pasuruan, 23 Oktober 2018
Kamu tahu apa yg menyakitkan dari cinta? Sendirian..Ya, jatuh cinta sendirian adalah luka tanpa adanya darah.
__ADS_1
Terkadang kamu merasa iri. Pada mereka yg bisa saling menggenggam. Sementara kamu, hanya terdiam dan berpikir. Ah, bagaimana rasanya? Kala tangan lain menggenggam tanganmu & menyalurkan kehangatan?
Kamu pun merasa iri kepada mereka yg saling dpt bersandar. Sementara kamu, hanya dapat menerka. Ah, bagaimana rasanya? Apakah kamu dapat membagi lelahmu dan bersandar di pundaknya?
Rasanya menyenangkan, melihat orang2 dengan cinta yg berbalas. Sementara kamu, hanya bisa berdiam dan memeluk diri sendiri. Membangun benteng yg kuat tuk lindungi hatimu agar tdk patah. Namun, tanpa kamu tahu, ia bahkan telah berdarah sebelum dipatahkan.
Menyakitkan...Tapi, kamu tdk bisa menghindar. Kamu tdk bisa menolak perasaan itu untuk ada. Sekeras apapun hatimu ingkar. Tetap saja rasa itu berdiam di dasar hati sana. Berharap mencapai bahagia, meski hanya ada asa tanpa nyata.
Jika saja cinta dpt memilih kpd siapa ia akan jatuh. Maka tdk akan ada cinta tak berbalas. Hatinya akan cenderung memilih utk jatuh kpd hati yg juga memilihnya. Namun nyatanya itu hanyalah sebuah "jika" yg tak lebih hanyalah sebuah kata pengandaian. Sementara fakta, tdk berdasar pada sebuah keinginan dari pengandaian semata.
Namun, satu hal yg perlu kamu tahu pada ia yg jatuh cinta sendirian. Kamu kuat, orang terkuat yg pernah ada. Karena kamu menjaga hatimu untuk tetap setia. Pada ia yg nyatanya hanya menganggap hatimu sebagai angin lalu. Kamu berhati besar, orang paling sabar yg pernah ada. Karena kamu ttp berpikir baik pada ia yg menyakitimu dan membuatmu terluka tanpa adanya darah. Meski pada akhirnya, kamu juga harus ingat untuk menyerah. Karena hati dan cintamu terlalu indah. Hanya untuk kamu buang sia-sia.
__ADS_1
Pasuruan, 23 Oktober 2018