
🌼 Nihil 🌼
Seorang teman pernah bertanya padaku. Apa aku pernah melakukan sesuatu yg seharusnya tidak ku lakukan dan aku menyesalinya sampai sekarang? Ya, pernah...
Saat itu, setelah ketakutan yg teramat berat itu menghadiriku aku melakukan sesuatu yg tak sejalan dg logikaku. Aku memberanikan diri untuk mengirim pesan padamu. Menceritakan semua hal yg tengah menimpaku. Berharap kamu membacanya, dan memberi semangat untukku. Namun hasilnya nihil...
Aku merutuki diri sendiri berkali-kali. Menghitung setiap kali jarum jam bergerak dari satu detik ke detik berikutnya. Memeriksa setiap waktu barangkali ada pesan balasan darimu. Namun nyatanya nihil...
Harusnya sejak awal jangan membalasnya. Jika kamu ternyata memang tidak pernah peduli. Harusnya jangan memberiku harapan. Jika pada akhirnya kamu jatuhkan aku tanpa belas kasihan. Harusnya jangan buat aku tersenyum dalam sepersekian detik karena balasmu. Jika pada akhirnya kamu merubahnya menjadi tangis hanya dalam detik itu juga.
Terdengar menyalahkanmu bukan? Ya, memang kedengarannya akan seperti itu. Tapi jika kamu tahu, yang lebih kusalahkan adalah diriku sendiri. Aku benci diriku yang selalu berusaha untuk ttp tegar namun nyatanya lemah di hadapanmu. Aku membenci diriku yg berusaha beberapa tahun untuk tidak kembali mengingatmu, namun nyatanya kamu tidak pernah pergi sedetik saja dari pikirku. Aku benci, aku benci diriku yang seperti itu.
__ADS_1
Dan karenanya, hingga detik ini itulah sebuah penyesalan terbesar dalam hidupku. Mengharapkanmu, menantimu...Namun yang ku dapat hanyalah sebuah kenihilan semata.
#Pas,23/3/19
🌼 Menjadi Asing 🌼
Rasanya melelahkan, berusaha mengejarmu. Aku berjalan menujumu sementara kamu berlari dariku. Aku berusaha mensejajarkan langkahku agar sejajar denganmu. Namun, tetap saja aku selalu tertinggal di belakangmu. Hingga kemudian aku memilih untuk berhenti.
Rasanya berat, tidak mudah, tentu saja. Dulu kita hanya berpisah sementara di tempat ini. Tapi kemudian, tempat ini pulalah yg memisahkan kita selamanya hingga hari ini. Kamu kembali ke tempatmu, dan akupun kembali ke tempat asalku. Kita sama2 kembali menjadi orang asing kemudian. Seperti hari dimana kita tidak saling mengenal sebelumnya.
Malang, 1/4/2019
__ADS_1
🌼 Aku Ingin 🌼
Rasanya menyenangkan...Saling berbagi cerita bersama sahabat tentang masa lalu. Menertawakan semua sedih dan sakit yg pernah kami rasakan dulu. Menceritakan tentang pertama kalinya kami menyukai seseorang. Menyebutkan namanya dengan malu-malu dan sering memperhatikan dg diam-diam. Meski pada akhirnya tidak ditakdirkan untuk bersama. Tapi, kami tetap bisa tertawa ketika mengenangnya sekarang.
Dan aku menunggu saat itu tiba. Saat dimana aku bisa menertawakan tentang masa laluku bersamamu. Masa lalu, bisa ku sebut begitu bukan? Karena kamu tidak lagi disisiku sekarang, maka kamu sudah melewati saringan kehidupan dan mjdi kenangan bukan?
Aku ingin sekali bisa menertawakan semua kenangan kita dan bukan malah meneteskan air mata. Aku ingin menjadikanmu kenangan terindah yg akan kusimpan untukku saja tanpa seorangpun tahu. Dan aku ingin, suatu saat nanti aku bisa tertawa melihat kenaifanku bahwa dulu aku pernah mencintai seseorang dg begitu dalam namun tidak dihargai.
Setelah 14 tahun berlalu, kami berbagi cerita dan menertawakan masa lalu. Setelah 14 tahun kami tidak lagi malu menyembunyikan perasaan seperti dulu. Setelah 14 tahun berlalu, akhirnya kami merangkai tali persahabatan kembali.
Lantas, apakah aku harus menunggu selama 14 tahun lamanya agar bisa menertawakan perasaanku yg tak berbalas kepadamu? Aku tidak bisa, itu terlalu lama. Bahkan aku tidak tahu apakah saat itu aku masih menginjak bumi atau tidak. Jadi, katakan kepadaku sekarang bahwa aku memang tak ada harapan lagi menunggumu. Agar aku bisa membunuh paksa perasaan yg sudah kupendam selama empat tahun itu. Dan aku bisa menertawakan diriku sendiri, meski air mata akan deras mengiringi disela tawaku.
__ADS_1
Pasuruan,5/4/19