Enigma Sebuah Perasaan

Enigma Sebuah Perasaan
8 ESP


__ADS_3

🌼 Mengenangmu 🌼


Mengenang adalah salah satu cara seseorang melepas rindu. Ketika pertemuan kembali menjadi sesuatu yang sampai kapanpun tak akan pernah mencapai nyata. Maka, kamu hanya perlu menyelusuri memory di otak kecilmu, dan berjalan menjelajahi kenangan-kenangan itu.


Aku tak pernah ingin mengenangmu, seberapa keraspun aku berusaha untuk melepas rindu. Karena aku ingin merasakan kesakitan itu dan memeluknya erat, agar aku dapat selalu ingat bahwa aku pernah menyimpan sakitnya merindumu.


Namun, entah mengapa tanganku sangat usil. Hatiku tidak bekerja sama dengan pikiranku. Aku mengetikkan namamu di mesin pencari. Dan menemukan satu foto yang membuatku mampu menyunggingkan senyum tiba-tiba.


Kamu berpose jenaka disana, wajahmu lucu. Dan entah kenapa aku tak bisa beranjak dari memandangi foto usang itu. Yang kupikirkan hanya, ah begitukah masa kecilmu. Dan seketika itu pula aku menjadi serakah, karena menyimpan ingin untuk mengenalmu lebih jauh dan mendengar lagi semua cerita masa kecil yang pernah kamu bagi dulu. Namun aku tahu, itu mustahil bukan?


Aku tak ingin mengenangmu itu yang selalu aku katakan. Tapi nyatanya, hanya dengan melihat foto usang itu mampu membuatku mengingat berjuta kenangan kita dimasa lalu. Aku pandai berbohong bukan? Padahal aku benci dibohongi. Namun nyatanya aku malah sering membohongi diri sendiri dengan mengingkari semua kata hati.


Mengenang adalah cara seseorang melepas rindu. Dan itulah yang aku lakukan, menyelami semua kenangan itu dan memeluknya erat, seerat rinduku padamu yang enggan untuk pergi bahkan hingga detik ini. Karena kamu tahu, sesuatu mungkin berakhir tapi kenangan akan hal itu akan selamanya hidup.


Sidoarjo, 16 Oktober 2018


🌼 Hai 🌼

__ADS_1


Hai...


Satu kata itu ingin ku ucapkan lagi padamu. Untuk memulai semuanya kembali seperti dulu. Menghapus jarak dan waktu yang sudah menjadikan kita terpisah jauh.


Hei...


Satu kata itu, nyatanya hanya tersimpan dalam kebekuan lidahku. Hanya mampu ku tulis di ruang kosong ini, tanpa berani memencet tombol send padamu.


Hello...


Satu kata itu yang kuharap mampu menyampaikan semua rinduku padamu. Namun nyatanya bahkan untuk mengetik satu kata itu padamu, aku tidak mampu.


Tapi, sekarang, ku pikir cukup. Hatiku cukup berhenti pada rasa sakit saat itu. Aku tak ingin dia tersakiti lagi. Dia berhak untuk bahagia. Karenanya, sekalipun rasa rindu yang tiada pupus itu masih tertuju padamu. Aku akan tetap menyimpannya dalam-dalam. Betapapun sakitnya itu.


Hai...


Satu kata itu, akan selalu terucap oleh bibir kecilku. Saat menjelang atau ketika aku bangun tidur. Pada sosokmu yang dekat denganku, meski hanya berupa gambar semu.

__ADS_1


Hai...


Tepat malam ini, aku ucapkan kata itu secara tidak langsung. Tuk tunjukkan bahwa malam ini. Entah kenapa, angin menginginkan aku untuk menyampaikan pesan padamu. Bahwa ia rindu, padamu.. Ya, kamu..


Pasuruan, 18 Oktober 2018


🌼 Hati 🌼


Hati...


Pernahkah kamu bertanya kepadanya? Kenapa ia berwajah jantung? Kenapa ia tidak bersimbol wujudnya sendiri? Apakah kamu tahu kenapa? Katanya, karena ia mudah berbolak-balik. Hingga ia tak menemukan wujudnya yang sebenarnya. Benarkah begitu?


Hati...


Entah mengapa, aku ingin menangis ketika berbicara tentangnya. Aku mengenal satu hati. Ia rapuh, namun selalu mencoba untuk kuat. Berkalipun ia dibenci, dicaci, dimaku dan diabaikan.Ia tetap berusahan untuk tetap tegar. Berusaha untuk tetap menerima dengan penerimaan yang baik. Walaupun ia merasa lelah,. Mengapa ia tidak seperti kata orang-orang yang bisa berbolak balik? Ia tetap setia pada satu hati lain yang ia jaga. Hingga setik ini, ia masih belum bisa berpaling darinya.


Hati itu...?

__ADS_1


Ah, tak usah ku jelaskan siapa dia. Kamu pasti tahu, kamu mengenalnya dengan baik. Bahkan melebihi hati itu mengenal dirinya sendiri. Ia satu hati yang berbeda, yang menjaga dirinya hanya untuk kamu. Hati lain yang dicintainya.


Pasuruan, 18 Oktober 2018


__ADS_2