Enigma Sebuah Perasaan

Enigma Sebuah Perasaan
12 ESP


__ADS_3

🌼 Perjalanan 🌼


Hidup adalah sebuah perjalanan. Perjalanan datang dan pergi. Dan perjalanan meninggalkan dan ditinggalkan.


Namun semuanya tidak mudah. Kadang kita menemui perjalanan yg menyenangkan. Dan terkadang juga, perjalanan yg kita tempuh begitu terjal dan memilukan.


Kita tidak pernah tahu. Kemana tadir membawa kaki kita melangkah. Kemana sebenarnya tujuan dari perjalanan kita. Yang kita tahu, kita hanya perlu mengikutinya. Berjalan setapak demi setapak sesuai kemampuan kita. Tanpa pernah tahu, dimana sebenarnya tujuan akhir kita.


Sama seperti perasaan itu, yang tiba-tiba hadir dan mengetuk pintu yang disebut hati. Ia tidak pernah tahu kapan perasaan itu datang. Ia hanya bisa merasakannya, sama seperti hembusan angin. Namun bedanya, hembusan angin bisa cepat datang dan pergi. Tapi, perasaan itu mudah datang tapi enggan untuk pergi. Sekalipun berkali-kali kamu paksa berhenti.


Semakin kamu paksa untuk pergi, ia malah akan semakin erat. Menjerat hatimu yg semula bebas. Semakin kamu paksa untuk menghapusnya, ia malah akan semakin nyata. Membuatmu berpikir ribuan kali untuk menekan tombol delete di hatimu. Semakin kamu paksa untuk melupakannya, ia malah semakin kuat. Mendekapmu dengan rindu, yang tak kan bisa kamu hindari meski kamu pikir mampu.


Perasaan itu juga perjalanan, perjalanan untuk menemukan pelabuhan terakhirnya. Sama seperti perasaanku, ia juga perjalanan menujumu.


Hidup adalah perjalanan. Sama seperti perasaanku yang berjalan menujumu. Dengan harapan kamu akan menjadi teman seperjalanku sampai akhir. Apakah aku boleh berharap? Bolehkah aku mengamini harapku ini?


Ah, aku melantur lagi hari ini...


Untuk kesekian kali, aku melantur dan masih tentang kamu

__ADS_1


Pasuruan, 20 November 2018


🌼 Angan 🌼


Terkadang, saya iri pada orang-orang yg bisa dengan mudahnya melupakan. Dan beralih pada hidup baru yg membahagiakan. Sementara saya, masih terpaku pada satu lelaki itu saja. Entah apakah ini bentuk dari setia, ataukah hanya kenaifan semata.


Pernah saya berkata pada diri, bahwa saya juga harus bahagia. Saya juga pantas bahagia seperti yang lainnya. Saya harus beranjak dari luka itu agar segera sembuh. Tapi nyatanya, disaat sepi dan sendiri saya malah mengingat kembali semua kenangan itu. Dan membuat luka yg menoreh menjadi lebih perih.


Berkali-kali pula saya memaki diri. Bahwa saya harus sadar, karena kamu sudah memilih untuk pergi. Dan tidak akan kembali lagi. Tapi, hati saya masih menyimpan harap itu. Jika suatu hari nanti kamu akan kembali dg cara yg mengagumkan. Meski nyatanya saya tahu itu hanyalah sebuah angan-angan.


Tapi, taukah kamu bahwa angan-angan itulah yg membuat saya mampu bertahan? Hingga hari ini, hingga detik ini. Ah, akan terlalu banyak tapi ketika kamu menjalani apa yang tidak bisa di jalani.


🌼 Adakalanya 🌼


Adakalanya saya berpikir, apa artinya semua ini? Saya berusaha dengan keras dan mengorbankan masa remaja saya untuk impian ituTapi nyatanya saya tidak bisa meraihnya.


Adakalanya saya berpikir, apa maksud dari semua ini? Saya berupaya dengan sekuat tenaga untuk melakukan yg terbaik agar bisa membahagiakannya. Tapi nyatanya beliau yg saya sayangi pergi tanpa pernah bisa melihat betapa keras upaya saya bagi pembahagiaannya.


Adakalanya saya berpikir, kenapa Tuhan menempatkan saya diposisi ini? Saya juga ingin seperti yg lainnya, tertawa tanpa beban. Dan melakukan semua hal yg diinginkan tanpa peduli dg yg lainnya. Tapi nyatanya sekali lagi saya juga tidak bisa.

__ADS_1


Adakalanya saya berpikir apa arti dari semuanya? Saya bertemu denganmu di persimpangan jalan itu. Merajut hari-hari bersamamu, mencipta sedih, senang, amarah, benci, tawa dan semua rasa itu. Tapi nyatanya semuanya hanyalah sesaat dan kini kita kembali seperti sedia kala, bagaikan orang asing yg tak pernah bersua sebelumnya.


Sementara...


Hati saya tidak bisa kembali seperti sedia kala


Ketika bertemu denganmu, saya berpikir. "Ah, akhirnya aku menemukanmu". Tempat ternyaman untukku bersandar. Tempat ternyaman utk ku bagi keluh kesahku. Tempat ternyaman utk ku berhenti melepas lelah. Tapi, sayang sekali lagi hanya saya yg merasakan sendiri.


Sementara kamu..


Memiliki hati lain yang kamu jaga dengan segenap perasaanmu


Apakah saya menangis? Jangan bertanya seperti itu, karena kamu pasti lebih tahu bahkan melebihi diri saya sendiri. Kamu tahu betapa mudahnya cairan bening itu menetes dari mata membasahi pipi. Tapi, sekalipun begitu kamu tidak bisa lagi berhenti dipersimpangan jalan itu untuk menghapus air mata itu. Kamu tetap meneruskan langkahmu dengan pasti. Tanpa peduli saya merintih tersakiti.


Apakah saya membenci? Andai bisa, akan saya lakukan...Saya ingin membencimu, mengutukmu dan memakimu dg segala sumpah serapah. Tapi nyatanya, saya tidak bisa. Saya tidak bisa bahkan hanya sekedar membenci. Karena betapa sakitnya saya tersakiti. Kamu tetaplah pemilik hati saya ini. Entah sampai kapan..


Apakah sampai rambut saya memutih? Saya tidak tahu, karena hingga pagi ini. Ketika saya mengetikkan kalimat-kalimat aneh di ruang kosong ini. Air mata saya menetes tanpa henti. Dan masih selalu kamu yang menjadi alasan kenapa ia jatuh.


Pasuruan, 12 Desember 2018

__ADS_1


__ADS_2