
🌼 Semoga Kamu Bahagia 🌼
Litaskunu ilaiha"
Kamu tahu, setiap kali saya mendengar kata itu, atau ayat tentang itu dibacakan entah mengapa air mata saya menetes. Ah, ayat ini lagi, pikir saya dan saya mendengarnya untuk pesta orang lain. Kapan giliran ayat itu ditujukan untuk saya?
"Don't think too much"
Itulah yang akan kamu katakan jika berada di samping saya. Kamu akan melarang saya untuk berpikir terlalu banyak dan membebani otak saya dg pemikiran-pemikiran itu. Dan kamu akan mengatakan kepada saya bahwa suatu hari nanti hal bahagia itu juga akan dapat saya rasakan.
Sama halnya seperti dulu, ketika saya rindu ibu, kamu akan berkata bahwa saya punya banyak ibu di sana yg akan tersenyum bangga melihat keberhasilan saya. Dan ibu kandung saya di surga, juga akan melakukan hal yang sama, tersenyum bahagia untuk keberhasilan putri kecil tercintanya. Seperti itulah penghiburan yg kamu berikan, hingga air mata saya yg hendak melesat jadi terhenti tepat dipelupuk mata.
__ADS_1
Tapi sekarang kamu jauh, terlampau jauh untuk hanya sekedar menghiburku. Mengisahkan cerita-cerita lucu tentang masa kecilmu, atau cerita tentang pertemuan kedua orang tuamu yg akhirnya disatukan pada takdir yg sama oleh Tuhan. Dan setiap kamu mengakhiri ceritamu itu, saya menyelipkan do'a pada Tuhan, agar mengizinkan kita di takdir yang sama selamanya. Namun mau dikata apa, Tuhan memisahkan kita dan menamparku dengan keras untuk menyadarkanku bahwa kamu tidak diciptakan untukku.
Kamu bersaman orang lain, seorang wanita sempurnah yang bersederajat denganmu. Hingga beginilah keadaanku sekarang, dirundung pilu yang berkepanjangan karena harapanku sirnah dan hanya menjadi angan di ketinggian. Saya egois, iya benar katamu, saya berharap bahagia namun dari orang lain dan sampai kapanpun itu tak akan pernah ku dapatkan bukan?
Saya berharap bahagia, namun masih menyimpan kamu dalam pikirku disetiap rutinitasku. Hingga akhirnya saya sadar bahwa saya harus ciptakan sendiri bahagia saya tanpa harus menunggu kamu atau siapapun datang bertandang ke rumah. Untuk kesekian kalinya, saya melantur lagi.
Disore hari ini, ketika ayat tentang "litaskunu ilaiha" itu terdengar lagi oleh indra pendengaranku. Air mata saya menetes lagi, dan tangan saya mulai mengetik hal aneh yg bahkan tak kumengerti sendiri. Ma'af karena hanya di ruang kosong inilah, aku bisa bebas berkata bahkan perkataan absurd yg tak kupahami ini.
Semoga kamu bahagia, seseorang yang terpaut 510 kilometer dari sini
Pasuruan, 23 Desember 2018
__ADS_1
🌼 Biar Saya Katakan Walau Tak Mendapat Jawaban 🌼
Kita tidak pernah tahu usia seseorang. Bisa jadi hari ini saya masih bisa menuliskan perasaan saya yg tersimpan diam-diam untuk kamu. Tapi besok, barangkali kamu sudah mendapati saya tutup usia dan kembali pada sang pencipta.
Saya hanya tidak ingin menyesal di sisa hidup saya ini. Karenanya saya menyatakan perasaan yang saya simpan diam-diam di ruang kosong ini. Bukan untuk mendapatkan balasan darimu atau rasa kasian setiap orang karna cintaku tak bertuan.
Saya hanya ingin menyatakannya saja, agar perasaan saya tetap abadi dalam ruang kosong ini meskipun saya sudah kembali kepada sang pemilik diri. Tidak peduli berapa kali kamu akan mengabaikannya ketika tiba-tiba membaca tulisan saya ini. Tidak peduli meskipun kamu akhirnya menekan tombol delete pada akun saya sebagai teman kamu. Karena sekali lagi, seperti yg saya katakan di awal bahwa saya hanya ingin menyatakan sekalipun tak mendapat balasan.
Biarlah perasaan saya hanya ttp menjadi milik saya, Biarlah meski ia tak berbalas. Karena walau bagaimanapun berbalas atau tidak perasaan itu ttp cinta namanya. Biarlah takdir tetap di tangan Tuhan dan biarlah sekalipun pada akhirnya cinta saya tak bertuan, yang penting ia ber-Tuhan. Karena demi Allah, Anaa Uhibbuka Fillah.
Untuk kamu seseorang yg mungkin akan mengabaikannya ketika tahu ttg pernyataan saya ini. Tak apa, kamu hanya perlu tahu. Bahwa saya pernah menyatakan padamu. Tentang apa yg diam-diam saya simpan.
__ADS_1
Hingga mungkin beberapa jam lagi, besok, lusa atau kemudian hari saya menutup mata untuk selamanya. Saya sudah lega karena pernah menyatakannya. Meskipun kamu tak kunjung membalasnya.
Pasuruan, 25 Desember 2018