
🌼 Berteman Dengan Sendiri 🌼
Orang-orang disekelilingku, berjalan bergandeng tangan. Suatu waktu aku merasa iri. Melihat mereka bersenda gurau bersama. Sementara aku, masih setia memeluk sepi, dan berteman dengan sendiri." Terkadang aku merasa lelah. Menanti jawaban Tuhan atas do'a-do'a. Yang kurapalkan atas namanya. Namun, ia tak kunjung bertandang ke rumah. Untuk membuatku bersedia hidup bersamanya.
Dalam diam pun aku selalu bertanya. Mengapa hati ini hanya bergetar untuknya saja? Pernah satu waktu terlintas dalam pikirku. Akankah hatiku sudah mati rasa? Oh Tuhan, aku ingin sembuh. Dan bertemu dengan seseorang yang baru. Jika memang benar bukan dia yang tercipta untukku. Hingga sampailah pada saat itu. Hatiku terketuk mendengar ceramah agama. Dan sampailah aku pada jawaban dari semua keresahan hatiku.
"Mengapa aku lelah ? Karena aku tidak lilah. Mengapa aku mengeluh? Karena aku tidak mengallah. Mengapa aku belum juga sembuh? Karena aku tidak sembah. Dan mengapa cintaku tidak bertahan? Karena ia tidak bertuhan."
Dalam sujudku di sepertiga malam. Aku mecoba untuk memantapkan hati. Aku mencoba untuk lilah agar tidak lelah. Aku akan mencoba untuk mengallah. Daripada menghabiskan waktuku untuk mengeluh. Aku akan menyembah dengan sebenar-benarnya sembah, agar hatiku benar-benar sembuh. Dan aku akan berteman lebih dekat dengan Tuhan. Agar ketika waktu yang tepat itu datang, cintaku dapat bertahan.
Kini aku bisa berdiri lagi, aku bisa kembali berjalan menyusuri lorong-lorong sepi itu sendiri. Dengan lebih percaya diri, berteman dengan sendiri untuk saat ini. Hingga Tuhan menepati janji-Nya yang pasti. Disuatu hari nanti.
__ADS_1
🌼 Ingkar 🌼
Pada akhirnya saya melanggar janji bukan? Saya melanggar janji untuk tidak menghubungimu lagi. Tapi ma'af... Ma'af karena disaat ketakutan ini menjadi semakin menakutkan. Saya hanya butuh kamu untuk menguatkan.
Saya tidak meminta lebih. Hanya katakan "kamu kuat", semua akan baik-baik saja, hmm..
Saya butuh kamu sebagai teman. Satu-satunya teman yang saya percayai. Untuk membagi semua kisah saya. Yang bahkan tak banyak orang yang saya izinkan tuk tahu.
Tapi, kamu bahkan tidak ada lagi waktu untuk sekedar mengatakan itu bukan? Atau memang saya hanyalah selingan? Yang tiba-tiba datang dalam hidup kamu. Yang bahkan hanya untuk menjadi seorang teman pun tak pantas untukmu?
🌼 Titik Terendah 🌼
__ADS_1
Terkadang saya juga butuh didengar. Tidak selalu saya yang menjadi pendengarKarena walau bagaimanapun saya hanya manusiaManusia biasa yang dimana saya juga bisa mencapaipada titik terendah dalam hidup saya.
Seperti sekarang, saat ini...Tepat dimana saya tidak tahu harus bagaimana dan seperti apa. Berikhtiar dan berpasrah? Bukankah itu memang keharusan? Dan bukannya pilihan?Tapi...Entah mengapa saat ini saya hanya ingin didengar. Dan dikuatkan tentu saja. Karena lebih dari apapun hanya itu yang saya butuhkan saat ini.
Pas, 18/8/18
🌼 Luruh 🌼
Bukankah saya melewati dua tahun ini sendiri? Saya kuat bukan? Dan harusnya, kali ini juga begitu. Tapi, entah mengapa ini sulit. Seluruh kata-kata yang saya katakan kepada diri saya sendiri agar saya kuat, seolah luruh begitu saja. Tak berpengaruh...
Meskipun saya mengatakan pada diri saya sendiri bahwa saya kuat. Saya bisa melewati ini. Saya tangguh. Tapi, tetap saja saya masih didera gemetar ketakutan.
__ADS_1
Kadang, yang saya perlukan bukanlah pelukan. Hanya katakan kepada saya "kamu kuat". Dan semuanya pasti bisa kamu hadapi dengan ikhlas.
Pas, 19/8/2018