
Dan ini adalah ceritaku....
Awal aku masuk SMP , aku udah mulai agak dewasa. Tapi waktu itu aku masih lugu-lugunya. Aku masih takut dengan lingkungan sekitar sekolahku. Jangankan lingkungan sekolah, lingkungan kelas ku pun aku masih takut. Mau bergaul sama temen sekelas aja aku masih malu...( haha..cupu banget ya aku :) ) . Tapi memang kebanyakan gitu sih. Murid kelas 7 itu cenderung masih malu-malu nya.
Tetapi dengan berjalannya waktu, aku sudah mulai adaptasi sama semuanya. Aku juga sudah mulai naksir sama kakak kelas ku. Aku mulai dapat temen maen. Karena waktu itu aku masih lugu banget, aku juga dapat temen yang pendiam . Namanya Rima. Aku kemana-mana sama dia. Ke perpustakaan, ke kamar mandi, ke lapangan, ke mushola, pokok nya kemana aja sama dia. Tapi aku sama dia jarang ke kantin ataupun keluar sekolah untuk jajan. Dia jarang sekali mau untuk di ajak jajan. Dan aku yah...nurut aja sama dia , sekalian ngirit duit....hehe... Namun kadang aku juga ngajak dia jajan walau dia gak mau tapi aku paksa.
"Rim, jajan yuk laper nih aku belum sarapan."
"Kamu jajan aja sendiri, aku gak mau jajan lagi ngirit juga soalnya , nanti aku juga harus bayar parkir motor"
"Tenang aja ntar aku yang bayarin jajan kamu"
"Nggak usah repot-repot , aku nggak mau nyusahin orang". Kata Rima.
Dia memang gitu orangnya , agak keras kepala. Tapi dia anak yang pandai. Dia mendapat juara satu di kelasku.
Selain Rima, sebenernya aku juga punya temen main 5, mereka adalah Anita,Andila,Axl Vika,Sabrina, sama Khoirriyah. Aku berteman sama mereka tapi nggak terlalu deket amat. Mereka semua juga baik sama aku. Tapi ada yang belum aku suka. Emm....namanya di rahasiain aja ya.... :) .
Akhir semester 2 ada ujian kenaikan kelas. Nilai ku semua di atas KKM dan aku juga masih tercantum dalam peringkat 10 besar. Aku grogi banget apakah aku bakalan naik ke kelas yang sama atau tidak. Aku selalu berdoa agar aku masih di kelas yang sama dan masih satu kelas juga sama temen-temen yang sama. Tetapi Tuhan belum menghendaki doaku. Yaa... TINGG.... aku masuk kelas yang berbeda .
" Yah aku kok masuk kelas sini sih, kan nilai ku masih bagus semua , toh nilai ku sama nilai temenku masih bugusan nilai ku, masa iya aku ada di kelas sini, dan dia malah masuk ke kelas sana " protes ku dalam hati.
Tak hanya aku yang kaget dengan pembagian kelas yang menurutku tak adil ini. Temen -temen ku yang lain juga ikut syok. Termasuk juga Danu. Padahal dia dapet juara 2 umum se-kelas 7.
"Kamu ada di kelas mana Dan?", tanyaku pada Danu.
"A..a..a..aku ada di kelas B". Kata Danu dengan nada terbata-bata.
" Kalau kamu ada di kelas mana?".
" Loh, kok nasib kita sama sih, padahal kamu kan dapet juara umum, kok malah disini".
" Ya, aku juga nggak tau".
Kami hanya bisa pasrah dengan ini semua. Wali kelas kami pun juga sudah menjelaskan, kalau pembagian kelas unggulan tahun ini di bagi menjadi 2 kelas. Apa boleh buat aku hanya bisa menerima keputusan para guru. Nggak ada masalahnya juga aku ada di kelas B , Karena sebagian besar temen kelas ku yang baru adalah temen satu kelasku waktu kelas 7. Jadi aku nggak harus banyak adaptasi lagi sama temen-temen baru.
Aku kelas 8 mulai bisa percaya diri. Aku agak mulai pemberani,cerewet, dan lain-lain. Aku juga sudah mengenal yang namanya CINTA . Nggak hanya aku, temen-temen yang lain pun juga sudah mengenal apa itu cinta. Yah....wajar lah semua nya kan sudah punya HP, termasuk juga aku. HP telah mengubah kepribadian kita semua. Dan karena HP itu juga kita semua sudah merasakan apa itu cinta,asmara,luka,patah hati hah...apa-apa itu lah....
Sedikit ku ceritakan tentang tidak enaknya aku di kelas 8 . Aku seolah-olah hanya di jadikan poli kelas oleh teman-temanku . Bagaimana tidak?! Aku hanya di butuhkan pas mereka lagi susah aja. Cuma dijadikan tempat penampungan curhatan mereka doang. Iya... Aku memang bisa menjaga rahasia, jadi mereka semua percaya sama aku , kalau aku nggak bakalan bocorin rahasia mereka. Tapi bagian nggak enaknya, kalau mereka sudah selesai curhat, aku di tinggalin gitu aja.Aku kadang juga nggak ada temennya. Aku sendirian. Aku kesepian. Aku ikut kesana di kacangin. Ikut ke situ di campa'in. Haahh....kesel aku :( . Tapi aku masih bisa sabar sama mereka, karena merekalah sahabat-sahabat ku.
Kembali ke laptop....
Aku kelas 8 sudah berani pacaran. Walau itu dilarang tapi aku masih nekat aja. Itupun aku pacarannya sembunyi-sembunyi. Haha...bandel amat gw :v. Waktu itu aku pacaran sama cowok yang aku kenal lewat WA. Entah kenapa dan bagaimana awalnya aku nggak tau. Seingat ku waktu itu aku buat grup di WA dan aku menambahkan banyak kontak ke grup itu. Termasuk juga cowok yang jadi pacar ku. Aku buat grup itu karena aku sebel. Aku di masukkan terus ke grup nggak jelas. Dan akhinya aku buatlah grup yang nggak jelas juga. Parahnya aku buat grup sampai 4× , semua nama dan kontak yang ku masukkan kedalam grup itu sama. Aku malu luar biasa. Aku di bully dan di cekek dalam grup. OMG.. Bodohnya aku :(. Tapi karena grup itu juga aku kenal sama AAN SETIWAN. Dia baik sebenernya. Dan aku juga sering chatan sama dia. Dia berhasil buatku nyaman. Dan yah...kita sama-sama saling suka, so akhirnya kita pacaran.
Awal aku pacaran sama Aan , sudah ada kejanggalan yang nggak ngenak-enakin . HP ku mati. Kita susah komunikasi. Dan aku bingung mau ngapain. Tapi untung waktu itu ada bibi ku. Aku pinjem HP bibiku untuk ngabarin ke Aan kalau HP ku lagi rusak. Aku yang duluan chat dia.
"p"
"Hai An...ini aku Wardani, maaf nih baru bisa kasih kabar ke kamu".
" Lho kamu kok baru online sih, kemana aja, aku khawatir loh sama kamu, kamu menghilang tanpa kasih kabar ke aku, terus ini nomor hp kmu yang baru?"
" Ya maaf aku nggak ngabarin kamu, hp aku mati soalnya dan ini aku pake hp bibi aku, ini nomor bibi aku"
"Hp bibi kamu di kasih ke kamu?"
" Enggak... Aku cuma pinjem doang bentar"
" Lah, terus kita komunikasi nya gimana kalo hp kamu mati?"
" Nanti gampang lah ,aku punya sahabat namanya Anita Febriana , kamu komunikasi sama aku lewat dia aja, aku percaya kok sama dia".
" Tapi aku nggak tau nomor nya dia, terus aku dapat nomor nya dari mana coba?"
"Emm...gimana ya...oh iya kamu punya WA nya Atik kan? Kamu minta aja sama dia, dia punya kok Nomor nya Anita, dia kan temennya Atik juga".
" Iya deh nanti gampang. Aku akan minta WA nya Anita ke Atik".
"Oke , makasih ya, nanti aku tunggu kabar kamu, aku mau kembaliin dulu hp nya, udah di minta bibi nih soalnya ,udah dulu ya bay..."
" Iya kamu jaga diri kamu baik-baik ya.."
"Iya...".
Percakapan kami sudah cukup sampai di situ , karena hp nya bibi sudah harus aku kembaliin. Besoknya aku langsung temu in Anita dan minta bantuan dia. Syukurlah dia mau nolongin aku. Berkat dia aku bisa komunikasi lagi sama Aan. Hampir satu bulan aku komunikasi sama Aan lewat Anita. Hingga akhirnya Aan pulang juga dari rantauan nya. Aku seneng banget dia pulang. Dia auto ngajakin aku ketemuan .
Pertama kali aku ketemuan sama Aan , aku ngajakin Anita sama Tatik. Tatik juga sahabatku. Kita juga udah kenal lama. Walau beda sekolah tapi dia asyik di ajak main.
Kembali ke pertemuan ku dengan Aan. Aku ketemuan sama Aan di pinggir jalan. Aku grogi banget saat dia datang dari arah berlawanan. OMG ganteng banget ^v^. Itu pertemuan pertama ku dengan seorang pacar. Aku bingung mau ngomong apa sama dia. Aku seakan-akan meleleh dengan pesona nya. Sumpah deh aku sampai nggak bisa bicara. Dia juga lumayan pendiem rupanya. Namun sesekali dia juga tanya-tanya ke aku, tapi nggak banyak. Habis tanya nya selesai yah diem-diem an lagi. Karena kita baru pertama ketemu mungkin, jadi masih pada malu hehe....
Aan cuma sendiri, sedangkan aku bertiga. Hah... untung aja aku bawa temen, jadi aku masih ada yang ngajakin ngobrol. Aku sama mereka berdua ketawa ketiwi nggak jelas. Petik daunlah, cabut rumput lah, yah pokok nya ada-ada aja kelakuan kita bertiga. Hmm namanya juga masih bocil wajarlah hehe....
__ADS_1
"Aduuhhh....." jerit Anita.
" Kamu kenapa nit?" tanya Tatik.
" Tanganku Kena duri kayu nih, sakitt...."
Saat main ranting Anita kena duri. Hanya luka kecil sih, darahnya juga nggak keluar banyak. Tapi dia ngotot minta di beliin plester.
" Ya ilah cuma luka gitu aja manja amat, udah deh usap aja darahnya pake bajumu, ntar juga mampet darahnya". Sela ku diantara percakapan mereka .
" Gak mau, aku maunya di balut plaster, ini sakit tau walau cuma luka kecil, Ayo Tik kamu anterin aku cari plaster ,ini tadi salah kamu juga."
" Lah kok aku sih nit...?" sahut tatik.
" Eh...eh...eh... lu berdua mau ninggalin aku disini sendiri, jahat amat lu berdua" . tukas gua.
" Iiihh.... siapa bilang kita mau ninggalin kamu sendiri, tuh kan masih ada Aan, toh lagian kita cuma bentar kok daahh...." . mereka main tancap gas aja ninggalin aku sama Aan.
" Eeehh.... Lu cepetan yaahhh...." teriak ku pada mereka karena mereka sudah agak jauh.
Tak ada sepatah kata pun di antara kita berdua. Anita sama Tatik juga lama banget nggak nongol-nongol .
" Tadi katanya cuma sebentar, kok lama banget sih mereka," guman ku kesal dalam hati.
Setelah sekian lama aku menunggu kedatangan mereka, akhirnya mereka kembali juga. Waktu itu Anita bilang kalau pacar nya mau nyusulin kita. Dia baru aja jadian , gitu-gitu aku juga yang yang suruh Anita buat menerima pacarnya, biar dia nggak mainin cowok mulu. Haha...
" Eh pacar aku mau kesini nih, gimana?"
Aku yang semula duduk, langsung berdiri dan menjawab pertanyaan Anita " Ya biarin aja dia nya kesini, sekalian aja hafalin raut wajahnya itu, kan kamu baru ketemu dia sekali, pasti udah lupa wajahnya kan"
" Iya juga sih, yaudah aku suruh dia kesini ya..."
" Iya bawelll...."
Anita baru aja jadian . Dia jadian sama sahabat deket mantannya. Namanya Syafiul Ikhwan Kurnianto. Dia itu ganteng banget tapi sayangnya dia pendek. Sama Anita aja masih tinggian Anita, hehe...maaf yah fiul nggak bermaksud ngledek kok, cuma kasih tau realitanya aja :) . Namun apa boleh dikata, namnya juga cinta, gak mandang fisik lah ya....
Karena sudah mulai bosan aku kacangin, Aan pamit mau pergi jemput temennya.
" Ehm... bentar aku mau jemput temen aku dulu ya,"
" Jemput kemana ? Jauh nggak?,"
Tanya ku pada Aan.
"Ouh... ya udah deh kamu hati-hati ya,"
Aan hanya melemparkan senyum kecil padaku dan akhirnya dia pergi tinggalin kita bertiga. Kita di situ cuma plonga-plongo kayak kebo nggak ada yang harus kita lakuin. Nungguin pacarnya Anita juga lama banget nggak dateng-dateng. Dan daripada kita gabut di situ, aku ada ide buat mereka.
" Gimana kalau kita susul Aan aja, katanya tadi deket kok lokasinya dari sini,"
" Deket sih deket, ya kalo ketemu syukur, lah kalo kagak, dapet capek doang kita," sahut Tatik agak malas.
" Ya kan belum di cari, baik di cari aja dulu, Nit kamu WA Aan dong suruh kasih tau dia ada dimana," .
Anita kemudian chat Aan biar dia kasih tau dimana lokasinya. Tapi kata Anita Aan nggak mau kita susul, katanya takut kalau kita nanti nyasar nggak tau jalan. Aan memilih untuk kembali saja ketempat tadi kami berada. Kali ini dia bawa temen, kalau nggak salah namanya Fendi. Untung aja dia bawa temen, jadi dia nggak kesepian lagi.
Selang beberapa menit Syafiul dateng juga. Dia bawa temen banyak banget. Busyeetttt.... dia bawa temenya atau bawa tentara nya ^v^.
" Bentar...bentar... Kayak nya aku kenal deh salah satu dari mereka,"
dari kejauhan Tatik melihat seseorang yang tak asing lagi baginya. Youdha Andrean Pratama mantan kekasih Tatik. Katanya dia ketemu sama youdha baru sekali pas pacaran. Dan kali ini dia bertemu lagi tapi udah jadi mantan. Yahh...hmmm....
" emang siapa yang kamu kenal?"
" Bentar biar mereka kesini dulu, dia nggak asing soalnya,"
"....." Anita diam memikirkan.
" Eh, tuh kan beneran, itu Youdha..." Spontan Tatik yang kegirangan melihat orang yang di sebut Youdha itu tadi.
" Youdha? Siapa tuh?",
" Di mantan aku, aku pernah ketemu dia di deket balai desa sana!," Tatik menunjuk ke arah utara.
" Idiihh...udah mantan aja kok...huhh...." Jawab Anita sewot sambil ketawa terbahak-bahak .
Setelah berlalu melewati kita berlima, ku kira Syafiul sama tentaranya bakalan berhenti di deket kita. Tapi dianya malah berhenti jauh dari tempat kita berada. Syafiul mungkin tidak nyaman dengan keberadaan Aan. Kenapa tidak? Ya kali aja, masa pacarnya sendiri jalan sama orang lain. Mungkin dia kira Aan sama Fendi itu selingkuhan nya. Begitupun juga Youdha, dia kira mereka berdua pacarnya Tatik. So... Anita sama Tatik menyangkal dan bilang kalau Aan sama Fendi itu bukan siapa-siapa mereka. Dia bilang kalau cuma temenin aku pacaran. Diih...gitu amat sih lu bro sama aku :( .
Karena Syafiul nggak mau deketin Anita. Dia izin mau pulang aja, daripada nggak ngapa-ngapain?. Mungkin dia juga males ada Aan sama Fendi. Karna dia kesel sama kita bertiga, Dia mau pamer kebolehan tuh. Dia trek-trekan di jalan. Syafiul dengan lihai nya dia bisa trek-trekan sama temen yang di bonceng nya. Tapi keberuntungan tak berpihak pada Youdha. Ketika mau nge-trek dia gagal dan nungsep hampir cium jalan. Haha.... Siapa suruh juga belagu, toh gitu kan akibatnya. Kita berlima cuma bisa ketawa kecil dari kejauhan. Walau kasihan sih, tapi mau bagaimana lagi salah dia sendiri. Haha....
Pertemuan hari ini nggak jelas banget. Baik pertemuan ku dengan Aan maupun pertemuan Anita dengan Syafiul. Kita semua masih saling mencampakan hubungan kita masing-masing. Mungkin karena ini baru pertama kali juga, jadi kita semua belum bisa peka.
__ADS_1
Setelah hari yang melelahkan ini, kita semua sering jalan bareng. Kita main bareng, bercanda bareng pokok nya ngapain aja kita sama-sama. Dan kabar baiknya juga datang dari Tatik. Dia bisa balikan lagi sama Youdha. So, hampir setiap hari kita bisa ketemuan. Banyak cerita dan kenangan yang kami dapat dari sana. Tempat yang sama, lokasi yang sama. Tempat yang menjadi naungan suka dan duka kita bertiga. Tempat yang menjadi kebiasaan kita berlabuh. (Auhhh.... So sweet  ̄ ³). Sejak saat itulah aku mulai menemukan kehidupan baruku dan berubah drastis dari pribadiku yang dulu. Aku yang dulunya pendiam kini aku mulai nakal :( .
Lebaran hampir tiba. Semua orang yang berada di rantauan rata-rata mudik ke kampung halamannya. Termasuk juga kakak-kakak ku. Mereka pulang dari Jakarta. Keberadaan mereka semakin mendesak ku. Jelas ! Aku tidak bisa keluar rumah dengan bebas. Di tambah lagi liburan panjang usai ujian akhir semester 2. Aku takut keluargaku ada yang tau kalau aku pernah jalan sama cowok. Aku pasti akan di marah i besar-besaran. Aku juga nggak bisa jalan lagi sama Anita dan Tatik. Apalagi dengan Aan?? Hahh... Nihill !!. Yang ada malah di gantung di pohon toge aku :v .
Rasa ketakutan dan kekhawatiran ku selalu menghantuiku setiap hari. Aku nggak tenang dengan semua lakon ini. Aku takut ada yang tau kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu. Dan benar saja adanya. Kegelisahan ku Selama ini terjadi juga. Rahasia yang ku sembunyikan dengan baik-baik terbongkar dengan tak terduga. Omelan demi omelan terdengar memekakkan telinga. Dan yang tak ku sangka-sangka, satu kalimat yang sama di ucapkan oleh keluargaku semua " Mau belajar nakal kamu?!". Aku tak bisa banyak berbuat . Hanya bisa diam dan menangis dalam hati. Sejenak aku berpikir, ya.. Benar aku memang sudah banyak berubah.
Liburan kenaikan kelas kali ini terasa sangat tidak menyenangkan. Aku hanya diam dirumah saja. Meski bertepatan dengan hari lebaran, namun aku malas keluar rumah. Jangankan pergi jalan-jalan bersama Keluarga ataupun teman. Pergi ke tempat saudara ku pun aku tak mau ikutan. Bukan karena aku malas bersilaturahmi dengan kerabat ku, hanya saja aku ingin menenangkan diriku. Tapi aku di rumah nggak terlalu males amat. Yah karena aku punya HP lagi, jadi aku masih bisa komunikasi sama Aan lagi. Walau nggak ketemu secara langsung , tapi setidaknya aku masih bisa Chatingan sama dia.
Karena aku masih penasaran sama Youdha dan Syafiul, Aku minta kontak mereka ke Anita. Untung aja boleh jadi aku bisa mengenal mereka lebih jauh lagi. Saat aku chat mereka berdua, Eh...ternyata cuek semua. Dih... Jadi males deh aku. Mending aku chatan aja sama Aan , Tatik, dan Anita, Daripada chatan sama Youdha dan Syafiul nggak di respon.
Penantian ku akhirnya datang , liburan ku yang membosankan berakhir juga. Saat masuk sekolah aku cerita banyak sama Anita. Aku curhat ini itu. Anita pun juga sama, menceritakan hal-hal yang dilakukan nya selama liburan. Cerita Anita tampak menyenangkan, sedangkan aku? Boro" seneng, senep ada :( . Bertepatan dengan hari itu juga, aku dapat kejutan yang luar biasa dari Echa. Eca sahabat aku juga. Dia datang i aku dan Anita.
" Eh... Dan... Kamu tau nggak??"
" Tentang apa Cha'?"
" Aku ada kabar yang luar biasa nih"
" Apaan sih kamu, yang jelas dong, kabar apaan?"
" Itu loh pacar kamu si Aan, dia selingkuh sama Azka adek kelas kita dulu!"
"Apa?! Aan Selingkuh sama Azka?!, yang bener aja kamu, bohong ya cha' kamu jangan gitu deh!" Darah aku seakan naik pentok. Aku kaget dan syok.
" Ngapain aku bohong sama kamu, tanya aja sendiri ke mereka berdua kalau nggak percaya" .
Pulang sekolah aku mampir ke rumah Anita dan langsung tanya ke Aan tentang perkataan Echa tadi. Tapi Aan nggak mau ngaku. Aku juga nggak kurang akal. Aku jebak yang ceweknya. Aku pura-pura nggak kenal sama Aan dan tanya ke Azka tentang hubungan mereka berdua. Dan benar, Azka mengaku ada hubungan dengan Aan. Setelah dia mengaku tanpa pikiran panjang langsung marah-marah ke Azka.
"Heh.... Lu tikung pacar gua. Berani amat lu. Kecil-kecil udah jadi perusak hubungan orang, gedhe mau jadi apa lu?!" kata ku dengan panas.
" Aku tikung pacar kamu?? Nggak salah??? Bukannya kamu yang ngaku-ngaku jadi pacarnya?"
"Ehh lu udah jadi PHO songong lagi. Ngomong apa lu tadi ?! Tau apa lo tentang hubungan gua sama Aan?!. Lo tuh baru kenal Aan kemaren sore dan lo juga baru jadi pacarnya kemaren! Lo tau apa hah?! Gua udah pacaran sama Aan lebih dari 2 bulan. Dan lo dengan sok polos anggep gua yang rebut pacar lu?!. Punya muka kaga sih lu! Mikir dong!" .
" Yah katanya Aan nggak punya pacar. Pacarnya dia lagi selingkuh sama cowok lain. Berarti kan kamu yang selingkuhan dia dulu. Salah aku dimana coba?"
" Apa lu bilang gua selingkuh?? Heh lu bocah jaga omongan lu ya! Lo tuh kalo nggak tau nggak usah banyak ngomong! Gua nggak pernah selingkuhin pacar gua! Paham nggak! Lo nya aja yang murahan!"
"Loh kok kamu semarah itu sih? Kamu tanya Aan aja dia pilih siapa, aku atau kamu?"
"Nggak usah banyak omong lu, awas aja, gua nggak bakalan dendam kok sama lo, tapi gua akan selalu ingat, kebahagiaan gua pernah hancur karena lo! Dan hukum karma masih berlaku, lo bakalan merasakan yang lebih sakit dari yang gua rasakan saat ini! Inget itu baik-baik!"
Kemarahan ku meledak. Sakit! Sakit banget Rasanya. Aku tak bisa berbuat apaapa setelah nya. Menangis pun sampai tak keluar suara. Bisa di bayangkan seberapa berat kecewanya. Namun meski begitu aku masih belum bisa melepas kan Aan begitu saja. Karena aku pikir dia mungkin masih mau berjuang bersamaku. Namun realita tak semanis ekspetasi. Aan masih menjalin hubungan dengan Azka. Aku tambah Kecewa disitu. Dan dalam keadaan setengah sadar, aku menyayat tanganku sendiri dengan cutter di depan Anita dan adik-adiknya. Membentuk huruf demi huruf dan merangkainya menjadi kata yang Bertuliskan AAN. Darah keluar, namun aku tak merasakan sakit sedikit pun. Mungkin rasa sakit hatiku lebih terasa dalam dibandingkan dengan sayatan di tanganku. Anita dan adiknya tak menyangka aku akan melakukan hal yang tak masuk akal itu. Anita pun juga geram dengan kelakuan bodoh ku yang masih mau bertahan dengan Aan walau sudah berulang kali dia menyakitiku.
" Kamu kok mau ya di perbudak cinta. Kenapa kamu masih sibuk mikirin dia? Kamu kan udah di sakiti berulang kali? Kenapa masih bertahan? Apa kamu nggak mikir sama keadaan kamu sendiri? Toh dianya aja nggak mikirin kamu" kata Anita padaku.
Aku tak banyak menjawab . Singkatnya saja, aku bilang aku tak mau kehilangan orang yang aku sayang. Dan kabar buruk juga kudengar dari Tatik. Dia diputus sama Youdha. Aku nggak tau banyak masalahnya. Tapi kata Anita dia diputus Youdha karena keegoisan Tatik. Dia sering ngambek nggak jelas ke Youdha. Dan Tatik juga sering putusin Youdha dengan masalah sepele. Namun Youdha masih tetap sabar dengan sikap Tatik. Tetapi kali ini Youdha sudah nggak tahan sama kelakuan Tatik. Dia memutuskannya dengan alasan ingin menenangkan diri. Aku berusaha menenangkan Tatik. Meski aku sendiri sudah hancur lebur, namun aku tak ingin melihat teman-temanku merasa sedih.
Aku hanya memendam kesedihan ku sendirian. Kadang kala aku juga cerita sih sama Youdha. Eh... ternyata dia asik juga loh di ajak chatingan. Aku nggak nyangka aja, awalnya aku kira dia bakalan cuek terus sama aku. Tapi ternyata enggak. Dia malah jadi temen curhat aku setiap hari. Aku cerita banyak pada Youdha tentang Aan. Youdha dukung aku terus untuk selalu semangat. Aku nggak tau juga, kenapa aku merasa nyaman dengan kehadiran Youdha. Sampai-sampai sejenak aku lupa dengan Aan. Hingga pada akhirnya aku yang hanya manusia biasa, dan aku juga punya rasa lelah, Aku membulatkan tekad ku untuk memutuskan hubungan ku dengan Aan. Tapi aku nggak sedih-sedih amat kehilangan dia. Karena aku punya orang-orang spesial yang bisa menghiburku. Ya..tepat sekali Youdha dan teman-temannya. Waktu itu ada 3 orang yang aku sematkan di WA. Salah satunya Youdha. Dan yang 2 lagi temen deketnya. Emang sih aku agak hilang akal, masa iya satu sahabat dekat di pdkt-in semua. Hahah....emang dasar aku :v. Salah satu dari mereka ada yang terus terang suka sama aku. Namanya Herman. Dia nembak aku malam itu, padahal dia bilang kalau aku mau di jodohin sama temennya, Yongen Saputra. Namanya unik sih , lucu juga. Tapi kalau aslinya aku belum tahu, karena aku belum pernah ketemu. Entah setan apa yang merasuki Herman waktu itu. Heran aja , padahal sebelumnya dia nggak pernah care sama aku. Tapi tiba-tiba dia nembak aku. Yah mungkin dianya lagi kesepian dan butuh teman, jadi apa boleh buat aku terima aja dia jadi pacar aku hehe.... Tapi sayang aku sama Herman nggak bisa bertahan lama. Kurang lebih cuma 5 hari :(. Bukan bosen sih tapi aku ngerasa belum nyaman aja sama dia. Dia bagiku terlalu bodoamat ke aku. Dia kaya nggak bener-bener tulus padaku. Dan parahnya lagi aku pacaran sama Herman nggak ngrasain sayang ke dia. Tapi aku ngerasa lebih sayang dan lebih nyaman sama temennya. Bukan Yongen. Yongen udah terlanjur deket sama sahabat aku dari kecil si Yeni. Yeni sudah seperti kakakku sendiri. Kalau bukan Yongen Berarti..... ? Iya tepat sekali Youdha. Aku merasa dia itu baik banget ke aku. Aku juga suka dengan kesederhanaan dia. Dia bukan tipe cowok yang mempunyai sikap judes tetap. Namun dia sangatlah perhatian. Sampai-sampai aku memendam rasa cinta padanya, namun aku tak sanggup mengungkapkan nya.
Hingga pada akhirnya hal yang tak pernah kupikirkan sebelumnya terjadi padaku. Aku tak menyangka kalau Youdha juga suka sama aku. Duarrr...dia nembak aku. Dia tawarin ke aku mau nggak jadi pacarnya. Haduuhh....aku bingung banget posisinya disitu. Gimana enggak? Aku kan masih menyandang status pacaran dengan Herman.
"Aku mau bilang sesuatu ke kamu, boleh nggak?" Kata Youdha lewat chat.
" Boleh aja kok kenapa nggak ? kamu mau bilang apa?"
"Emm...nggak jadi deh, malu aku"
" Nggak papa kok bilang aja nggak usah malu-malu"
"Sebenernya aku suka sama kamu, KAMU MAU NGGAK JADI PACAR AKU?"
" Kamu seriusan? Nggak bohong kan?" aku kaget bercampur bahagia disitu. Bingung juga sih mau jawab apa. Kan aku masih pacaran sama Herman dan dia nggak tau itu.
"Iya serius, kalau kamu nggak mau nggak papa kok, aku nggak maksa, toh kamu juga udah punya pacar kan :("
"Nggak! Aku nggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini adalah harapan ku. Aku nggak mau jika harus membohongi perasaan ku dan perasaan dia. Aku harus terus terang sama dia". guman ku dalam hati. Dan nggak perlu basa basi lagi aku terus terang sama Youdha.
"Kalau boleh jujur sih, sebenernya aku juga suka sama kamu udah lama malahan. Dan aku juga mau minta maaf sama kamu, selama ini aku sematkan chat kamu. Maaf banget ya aku lancang :( "
" Nggak papa kok aku sebenernya juga sematkan chat kamu, maaf juga ya aku nggak sopan. Kamu mau nggak jadi pacar aku?" tanya Youdha sekali lagi padaku. Di waktu bersamaan aku ngechat Herman dan meminta putus darinya. Dia sih iya aja. Aku juga sekalian minta maaf ke dia. Dia tau kalau aku mutusin dia demi Youdha.
"Iya aku mau kok jadi pacar Kamu ^_^" jawab ku dengan tulus dan bahagia.
"Kamu beneran?seriuska mau sama aku?" Youdha kelihatan seneng banget.
"Iya aku seriusan masa bohong sih sama kamu"
"Makasih yah kamu sudah mau menerima aku, aku janji akan selalu bersama mu. Makasih yah sayank (^з^)♡"
"Iya sayank sama-sama , aku juga makasih kamu sudah mau sama aku ^_^"
__ADS_1
Aku menerima Youdha pada malam hari. Tepatnya tanggal 29 Juni 2019. Dan dia membuat story pertamanya tentang aku sebuah video yang menceritakan tentang cinta barunya dan menjadikan cerita lamanya sebagai masalalu belaka. Dia memberi caption *Rist❤* sebagai panggilan kesayangan padaku. Aku bahagia banget disitu. Aku ngerasa belum pernah sebahagia ini sebelumnya. Dan sejak malam itu semuanya tentang Youdha. Mulai dari Info ku, profil wa, Story dan lain lain tentang Youdha. Tak ada yang terlepas dari satu nama yaitu Youdha. Begitupun Youdha padaku. Segalanya tentang aku. Kita berdua selalu berjanji akan selalu bersama melewati suka duka berdua dan akan selalu setia tanpa menghadirkan orang ketiga.
Hari-hari ku penuh dengan warna sejak hadirnya Youdha. Aku nggak menyangka, Orang yang pertamanya aku nggak suka dengan sikapnya, malah kini dia jadi orang yang sangat aku takut kehilangan dia. Kali ini aku bener-bener nggak mau dia pergi. Aku nggak mau mengulangi lagi kejadian yang aku alami saat bersama Aan. Aku selalu berharap Youdha akan selalu setia padaku sampai kapan pun.