FADED Alum Dalam Kisah Cintaku

FADED Alum Dalam Kisah Cintaku
Jalan Kaki


__ADS_3

Awalnya Anita ajakin Syafiul ikut kita berdua ke Girimanik. Tapi Syafiul nggak bisa ikut. Katanya nggak ada kendaraan nya dan temen-temennya juga nggak ada yang mau temenin dia. So... Aku dan Anita cuma berduaan aja.


Di sepanjang perjalanan kita cuma ngoceh aja. Bicara teriak-teriak nggak jelas. Ketawa ketiwi kek orang gila. Udah pokoknya komplit deh kaya orang gak waras. Sampai-sampai banyak orang yang liatin kita berdua di sepanjang jalan. Mungkin mereka pikir kita lagi kurang obat kali ya... Hahah... Tapi gapapa lah ya namanya juga lagi seneng.


Selang beberapa saat kita sampai juga di wisata Girimanik. Anita yang beli tiketnya. Setelah usai kita berdua langsung menuju Air Terjun nya. Sebenarnya ada taman yang indah banget disitu. Banyak rumah pohon juga. Tapi kita berdua nggak mampir ke situ, karena tujuan kita adalah Air Terjun nya. Bukan tanpa alasan kita nggak berhenti di tamannya. Letaknya masih jauh dari taman. Oleh sebab itu, untuk menghemat waktu kita lebih memilih Air Terjun nya di bandingkan taman nya.


Medan jalan menuju Air Terjun lumayan rusak. Sebagian lagi masih berbatu. Lebih lagi Ada tikungan tajam yang di bawahnya adalah jurang. Salah sedikit saja bisa celaka. Waktu itu aku nggak tau kalau di tikungan ada polisi tidurnya. Aku langsung hantam aja tuh polisi sampai Anita kejedos badanku. Hampir nungsep kita berdua


" Aduuuuhhhhh....pelan-pelan bawa motor nya. Masa polisi tidur segede itu kamu nggak tau. Main hantam aja. Sakit nih kepalaku" celoteh Anita yang meringis kesakitan di belakang.


" Hahahah.... Ya mana aku tau kalau disitu ada polisinya. Kalau tau pasti aku suruh minggir deh...hahahh..." aku tertawa terbahak-bahak saat Anita gedumel nggak jelas di belakang.


"Akhh,, kamu mau ajakin aku mati apa? Segitu amat sama aku...aduuhh..."


" tenang sob...gw belum pengen mati dulu...gw masih banyak dosa. Masih mau insap dulu dah... Hahahah....."


" Ahh serah lu deh...bodoamat... penting lu bahagia -_-"


Percekcokan kita berdua hanya membawa gelak tawa bagiku. Aku suka sekali menjahili Anita. Hingga tak terasa kita udah sampai di post pertama. Tempatnya dingin , sejuk, dan berlokasi tepat di tengah hutan. Disana juga ada beberapa warung kecil. Lumayan sepi waktu itu saat aku kesana. Tapi masih ada beberapa pengunjung yang datang.


Aku memarkirkan sepeda motorku nggak jauh dari warung tersebut berada. Di salah satu pohon ada plakat bertuliskan beberapa macam Air Terjun yang bisa di kunjungi. Aku dan Anita memutuskan untuk memilih Air Terjun Manikwoyo. Aku pikir tempatnya nggak jauh dari post pertama. Jaraknya cuma 200 meter. Aku dan Anita hanya jalan kaki. Perjalanan kita bagiku lumayan serem juga. Bagaimana tidak. Lokasinya saja sudah berada di tengah hutan dan hanya aku dan Anita yang pergi ke air terjunnya. Dua anak yang belum berumur main ke hutan tanpa di dampingi orang dewasa. Belum lagi di setiap beberapa meter selalu ada pertigaan atau perempatan. Ya kalau bener milih jalannya untung kalau nyasar gimana? Mau minta tolong sama siapa coba? Di tengah hutan nggak ada orang? . Tapi masih mendingan ada penunjuk arah kemana kita mau pergi ke Air Terjunnya.


" Tempatnya mana sih ini, perasaan udah jalan jauh banget kok nggak nyampe-nyampe yah.." aku membuka pembicaraan di sela kelelahan kita berdua.


" I don't know...! Aku nggak tau, pernah kesini aja enggak nanyain ke aku" sahut Anita yang napasnya udah ngos-ngosan kembang kempis. Dia sangat kelelahan. Dia nampak tak terbiasa berjalan jauh seperti ini.


" Ya kan cuma tanya Nit... Kamu tadi baca nggak plakat yang di tempel di pohon tadi? Jarak nya cuma 200 meter kan?"

__ADS_1


" Iya aku tadi baca, jaraknya kalau nggak salah segitu. Tapi kalau cuma 200 meter kok jauh banget perasaan. Nggak sampai-sampai lagi".


" Iya nih kayaknya bukan 200 meter tapi 2000 meter , mana suara air juga belum kedengeran lagi. Sumpah capek banget aku jalan. Tau gini tadi bawa motor aja yah..."


" Apalagi aku nggak pernah aku tuh jalan kaki sejauh ini. Udah aku kapok aku nggak mau kesini lagi..."


"Ahh .... Lu jangan nyerah disini bentar lagi pasti kita sampe kok..."


" Huuuh....."


Setelah hampir satu jam kita berjalan, akhirnya kita berdua sampai juga di tujuan.


"Buuusssssyeeetttttt...... Juuuuaaauuhhhhh.....buuaaanggeetttt nih tempat.....heehhhhh....." Teriak ku ketika sampai di Air Terjunnya.


Tempatnya adem banget. Air nya juga dingin. Rasa lelahku seakan terobati saat menyentuh air disana. Tak ingin melewatkan momen ini, aku dan Anita berinisiatif mengambil beberapa foto. Lumayan buat kenangan nanti. Siapa tau nggak bisa dateng ke situ lagi. Tapi mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan yang terakhir kalinya.


" Kalau di pikir-pikir lagi, kayaknya bukan 200 meter deh jaraknya dari sana ke sini"


" Menurutku sih iya... Kayaknya kita tadi salah baca deh..."


" Mungkin...."


" Tapi nggak papa lah, sekalian buat pengalaman kita berdua. Belum tentu kita nanti bisa kesini lagi..."


" Tapi aku kapok sumpah....ini jauh banget soalnya...."


" Iya juga sih...."

__ADS_1


Berulang kali Anita mengatakan kapok tak ingin kembali lagi ke tempat ini. Namun aku berpikir sebaliknya. Aku malah ingin kembali lagi kesini lain waktu lagi. Berharap bisa pergi sama Youdha malahan. Sejenak aku terdiam dan menghayalkan. Dalam hati aku berkata.


" Gimana yah rasanya jalan sama Youdha? " Aku tersenyum kecil membayangkannya. Tak sadar Anita ternyata memandangku dari tadi.


"Wooyyy.... Nglamun aja dari tadi. Mikirin apa sih? Lagi mikirin Youdha yah...." Anita menepuk pundakku dan mengejutkanku. Dalam sekejap lamunanku buyar.


" Ihh apaan sih... Kaget tauk... Eng...eng...enggak kok siapa yang lagi mikirin Youdha. Nggak lagi mikir dia kok, enggak ". Ucapku terbata-bata menjawab pertanyaan Anita.


" Hayo ngaku jangan boong..."


" Enggak Anitaaa... Kamu nih apa-apaan sih..."


" Dih... Ketahuan banget tuh boong nya.... Hahaha... "


" Iya deh iya aku lagi mikirin dia, emang kenapa nggak boleh?"


" Ya boleh aja sih, tapi nggak usah senyum-senyum sendiri kek orang nggak waras. Ntar di kira kesambet setan di hutan ini...hahahah....." . Ejek Anita menjadi-jadi. Aku yang kesel disitu hampir kepleset jatuh ke air karena ingin mengejar Anita.


"Ah tau ah... Anita mah gitu... Ngledekin mulu..." sedikit memanyunkan mulut aku berpaling dari hadapan Anita.


" Ciee marah.... Enak kan di ledekin... Sekarang udah impas... Kamu tadi ledekin aku ... Sekarang giliran aku deh yang ledekin kamu.... Hahahh...."


"Nyenyenye...... -_-


Udah pulang aja yok udah mau sore nih... " ajak ku pada Anita.


" Skuyy... Udah Jam 3 juga tutupnya jam 4 wisata ini...."

__ADS_1


"Go...."


__ADS_2