
"Ehmmm.... Itu buat aku?" satu pesan balasan dari Youdha.
"Kalau bukan kamu siapa lagi sih, itu kan buat orang yang aku sayang" jawabku padanya.
"Beneran?" Youdha masih bertanya tanya.
"Iya beneran... Makanya kamu cepat pulang sayang..." kataku padanya.
"Iya nanti gampang" Youdha selalu bilang begitu. Seakan tak ada kata lain untuk membalas pesan dariku. Ia sebenarnya mengiyakan apa yang aku mau. Namun karena jarak memisahkan kita. Membuat kita berdua susah bertemu. Kita belum bisa langsung bertatap muka. Sejak dia pergi ke Jogja, ia sekali pun belum pernah pulang kerumahnya. Entah kapan dia mau pulang. Yang jelas saat ini dialah yang sangat aku rindukan.
Hari demi hari kita lewati bersama. Berhubungan tanpa ada pertemuan. LDR menyiksaku. Setiap menit yang berjalan membuatku selalu rindu akan hadirnya Youdha disisiku. Aku ingin dia pulang. Tapi tuntutan kerjanya membuat dia semakin tak bisa meninggalkan itu semua. Lebih lagi jarak Wonogiri Jogja atau sebaliknya lumayan jauh juga. Dan dia hanya naik sepeda motor saja. Bisa dibayangkan lelahnya perjalanan. Berjam jam di atas kendaraan.
"Iya kamu bilangnya gampang melulu. Tapi kapan pulangnya :( " ucapkan pada Youdha. Aku sedih dia nggak pulang pulang.
"Nanti aku coba ngomong sama bapak minta pulang kalau boleh" bujuk Youdha padaku.
"Harus boleh dong kan demi aku :( " aku semakin memaksa dia.
"Emm... Gimana yah...." Youdha semakin bingung.
"Ayo dong please... Kan demi aku... Kalau nggak demi aku demi ibu kamu yang dirumah sama adek adek kamu pasti dia rindu juga sama kamu, rindu kumpul bareng lagi sama kamu" aku terus memohon dan memohon padanya. Aku tak bisa mencegah lagi keinginanku. Aku ingin dia segera pulang. Aku sangat rindu padanya. Aku ingin bertemu dia. Aku ingin duduk bersama dia. Tertawa bersama dia. Dan bergurau bersama dia. Itulah impianku. Aku sering bermimpi tentang dia. Sebab itu aku ingin segera bertemu dengannya.
"Iya deh nanti gampang..." kalimat itu lagi yang di ucapkan Youdha. Aku bingung harus jawab apa selain mengiyakannya. Aku sudah kehabisan kata. Aku sudah berusaha membujuknya untuk pulang. Tetapi dia masih ragu dan bimbang. Pekerjaanya memang di butuhkan banyak orang. Namun tidak ada salahnya meminta beberapa hari untuk cuti. Lagi pula keluarga di rumahnya pasti juga merindukan kehadiranya. Teman temanya mungkin juga rindu ingin pergi jalan bersamanya. Aku berharap banyak Youdha bisa pulang bulan ini.
"Emm... Pulang dong... :( aku pen ketemu kamu... :(" bujuk ku terus terusan.
"Aku juga pengen ketemu kamu sayang... Tapi aku harus gimana, aku nggak bisa tinggalin pekerjaanku gitu aja" tolak Youdha padaku.
"Minta cuti beberapa hari aja, emangnya nggak boleh yah... :( "
"Aku belum tanya bosnya.... okedeh nanti aku coba minta ijin pulang"
"Kamu janji ya pulang bulan ini... :( "
"Iya aku janji, aku usahain buat kamu... "
"Beneran ya... Kamu jangan bohong... :) "
__ADS_1
"Iya aku nggak bohong kok... Kapan sih aku bohongin kamu... "
"Tiap hari... :b " aku mulai mengganggu dia lagi.
"Ihh... Nggak pernah taukk.... _- " dia mengelak. Aku tau dia memang tak pernah berbohong padaku. Atau hanya aku yang belum tau saja, entahlah hanya dia dan Tuhan yang mengetahuinya.
"Eh... Tuh kan bohong lagi, hayo ngaku.... Hahaha... " aku menertawakannya. Dan dia lagi lagi mengelak.
" Enggak bosku... Kamu yah kalau di bilangin ngeyel terus... Untung jauh kalau deket udah aku cubit kamu.... " rayuan Youdha padaku.
"Coba aja kalau bisa wleekkkk.... " tantang ku pada Youdha.
"Ihh.. Ngledekin... Awas aja yah nanti kalau aku ketemu... Tak pites kamu.... Hahah...." ancaman dari Youdha.
"Ihh... Bodoamad... Aku nggak takut... Wleekkk...." ejekku semakin menjadi jadi.
Itulah keseharianku bersama Youdha. Tak pernah bertengkar masalah besar. Tak Pernah marah meski salah satu dari kita salah. Saling memaafkan itulah makanan kita. Hari hari kita penuh dengan tawa bukan air mata. Youdha tak pernah membuatku menangis. Jikalau aku pernah menangis tentang dia, itu bukanlah salahnya. Melainkan egoku sendiri. Aku selalu nyaman dengannya. Meski dia bukan seseorang yang selalu hits dengan perkembangan jaman, tapi dia tetap tampan dengan gayanya sendiri. Kesederhanaan dialah yang membuatku selalu tertarik padanya.
Satu dua hari berlalu. Aku masih saja menunggu kepulangan Youdha. Tapi sekali pun dia belum mengabariku tentang jadi atau tidaknya pulang bulan ini. Aku khawatir dia tidak jadi pulang dan mengingkari janjinya. Selain gelisah tak bertemu dengannya, mau di kasih sama siapa gelang yang sudah kusiapkan untuknya?. Tak mungkin juga aku harus membuangnya. Sama saja aku mensia-siakan barang juga uang.
"Ting...." bunyi pesan masuk dari ponselku. Aku tak menghiraukannya. Aku masih berpikir terus tentang Youdha.
"Ting..."
"Ting..." aku masih belum meresponnya. Aku malas membukanya. Itu pasti hanya teman yang datang saat butuh doang. Itu pikirku.
"Ting... Ting... Ting... Ting... Ting.... Ting ..." suara semakin mengganguku. Membuatku mengalihkan pandanganku yang kosong ke ponsel di depanku. Aku mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan padaku. Youdha ternyata.
"Sayang...."
"Hey..."
"Sayang...."
"Kok nggak di bales...."
"Lagi sibuk ya...."
__ADS_1
"Yaudah deh kalau lagi sibuk...." beberapa pesan singkat ku terima dari Youdha. Dia mencariku.
"Ehh.... Maaf yah aku tadi lagi bantu ibuk" alasanku padanya. Padahal aku nggak lagi ngapain ngapa in. Yah sekali sekali gitu biar percaya.
"Owh... Ya udah deh kamu bantu ibu kamu dulu" jawab Youdha.
"Udah selesai kok, ini aku tinggal santai aja"
"Aku ada kabar baik nih..." kata Youdha padaku.
"Kabar baik apa?" aku penasaran padanya. Dia ingin mengatakan apa padaku.
"Aku nggak boleh pulang bulan ini"
"Hahhh.... Kamu nggak jadi pulang?! dan itu kabar baik bagi kamu?!" aku terhenyak mendengarnya. Dia nggak jadi pulang. Yang aku khawatirkan benar benar akan terjadi.
"Iya aku nggak boleh pulang sama Bos aku, maaf yah...." sesal Youdha.
"Kamu yang bener masa nggak jadi pulang sih... Aaaaaaa....." aku sedih disitu. Aku tak menyangka bosnya akan sejahat itu. Masa iya pulang kerumahnya sendiri nggak boleh.
"Tapi boong.... Yeyy..... kena prank juga... Hahahahahah..... Wkwkwk..." kata Youdha padaku. Mungkin jauh disana dia tertawa terbahak bahak diatas penderitaan ku.
"Emmmmmmmmmmmmmmmmmmm........ -_- " aku kesel banget di prank. Udah sampai mau nangis tapi ternyata di bohongin.
" Ututututu.... Maaf ya sayang.... Hahah.... "
"Hahahaha.... -_- , nggak lucu tauk.... -_- "
"Iya deh .... Besok aku jadi pulang... Kamu jangan marah yah..." bujuk Youdha lagi.
"Bener kan besok pulang, ntar udah di tungguin tapi nggak pulang pulang" cetus ku padanya.
"Iya aku janji besok pulang... Udah jangan marah yah.... "
"Iya deh kalau gitu... :) "
Itulah Youdha ku. Selalu menepati janjinya. Dia tak pernah membuatku kecewa. Aku bangga punya dia.
__ADS_1