FADED Alum Dalam Kisah Cintaku

FADED Alum Dalam Kisah Cintaku
Refreshing


__ADS_3

Sudah dua minggu lebih aku dan Youdha pacaran. Meski baru sebentar namun aku merasa sangat takut kehilangan dia. Dia adalah sosok yang sangat baik di hidupku setelah orang tua dan keluargaku. Aku tak pernah berpikir sebelumnya jika aku akan di pertemukan dengan Youdha. Namun aku yakin rencana Tuhan pasti yang terbaik.


Aku nggak mau Youdha pergi dariku. Aku sudah terlanjur sayang padanya. Walau kita lagi LDR-an tapi jarak bukan menjadi halangan. Iya.... Aku dan Youdha LDR-an aku ada di Wonogiri sedangkan Youdha ada di Jogja ikut bapaknya ke rumah paman nya . Dia ikut bapaknya untuk bekerja. Padahal dia baru aja lulus SMP. Entah kerja apa aku nggak tau tetapi LDR-an buatku semakin rindu padanya. Meski begitu aku setiap hari chatingan sama dia, sebagai penawar rindu ku untuknya.


Entah angin apa malam itu tiba-tiba Anita chat aku. Heran saja, nggak biasanya dia chat aku malam-malam. Sepertinya ada sesuatu yang nggak beres.


"P..."


"P..."


"Dan... Sumpah aku nggak kuat sama Syafiul lagi. Aku pengen udahan aja sama dia" .


"Loh....kamu udah yakin? Nggak nyesel nanti?"


"Enggak....habisnya dia cuek banget sama aku. Aku udah nggak tahan sama kelakuan dia. Aku udah capek di gitu in".


"Kamu jangan gitu lah...kasian dia. Kamu boleh marah tapi gak boleh asal memutuskan. Inget loh nyesel itu jatuhnya belakangan. Kamu mau nanti nyesel seumur hidup mutusin dia?"


kataku pada Anita. Aku nggak mau Anita putus dari Syafiul. Nanti kalau dia putus tinggal aku sendirian dong yang pacaran sama anak sana. Kan nggak asikk :( .


" Ya aku nggak kuat lagi sama dia. Aku kecewa banget sama dia. Rasanya sakit banget tau nggak :("


"Kamu tenang dulu, jangan gegabah. Udah percaya aja sama aku. Kamu jangan putusin dia. Kamu sabar in aja terus"


" Udah luber-luber tau sabarnya aku ke dia. Tapi dianya masih cuek aja"


"Udah-udah jangan bawel kek anak kecil. Pokoknya kamu jangan putusin dia dulu. Titik...!!"


" Iya deh kalau gitu"


"Beneran loh jangan putusin dulu. Kan setiap hubungan selalu ada permasalahan. Dan permasalahan harus di selesaikan dengan tenang. Karena emosi akan membuat semua hilang dan kisahnya mungkin nggak akan

__ADS_1


bisa terulang. Paham...!!"


" Iya iya....aku tau kok makasih yah udah nasehatin aku"


" Iya sama-sama, kan sahabat harus begitu. Selalu menasehati dan mengerti satu sama lain"


" :) "


" Aku nglarang kamu putus dari Syafiul nggak cuma bikin kamu sadar doang"


"Lah terus apa lagi dong alasannya?" tanya Anita penasaran.


"Ya biar aku ada temennya lah. Masa aku sendiri yang harus pacaran sama anak sana. Kan nggak asikk."


" Ya ampun Wardaniiiiii...!!! Kamu apa-apa an sih. Tau gitu mending aku putus aja sama Syafiul" kata anita dengan nada agak sedikit marah. Karena aku orangnya jail, sekalian aja aku ledekin dia.


"Sono lu putus aja sama dia. Emang lu bisa apa move on gitu aja sama dia"


"Yakin kamu bisa , ayok buktiin kalau gitu. Ngomong langsung sama dia di depan aku. Berani nggak?" kataku yang semakin menantang Anita.


"Kalau itu mah nggak bisa lah. Mau di taruh dimana coba muka aku. Masa aku ngomong langsung sama dia"


"Tuh kan kamu nggak berani. Berati kamu itu masih sayang banget sama dia. Kamu belum bisa kehilangan dia. Bener nggak kataku"


"Tau akh.. Kamu mah ngledek mulu. Sebel aku"


"Ihh... Siapa yang ngledekin kamu. Fakta atau mitos kamu beneran sayang sama Syafiul. Kamu nggak mau kan dia direbut sama orang lain?"


" Ya fakta lah, cewek mana sih yang rela pasangan nya di ambil sama orang lain. Apalagi yang mengambil orang yang kita kenal. Terus di rela in aja gitu dia bahagia sama orang itu. Kalau aku sih nggak mau ngalah" ejek Anita padaku.


"Heyy... Kamu ngejek aku balik ya?!"

__ADS_1


"Siapa yang ngejek kamu, kan aku nggak nyebutin nama kamu disitu"


"Sama aja... itu kan cerita aku sama Aan yang direbut Azka"


"Hahahh....siapa suruh mau di bodoh i sama Aan. Untung aja aku nggak kenal dan nggak ada ikatan sama dia" ejek Anita semakin menjadi-jadi.


"Iya deh terserah luu...awas aja lu besok gua cincang-cincang terus gua rebus habis itu gua kasih ke kambing biar di makan tau rasa luu...!!"


"Iihhh....bodoamat coba aja kalau bisa... wlleekkkkk.... 😝"


"Aaaniitaaaaaaaaaaa...........😡"


"Emang enak di ledekin, rasain tuh pembalasan ku... Wllekk..."


":7 :7....?"


"Hahahahh......"


Semalaman suntuk Anita curhat tentang Syafiul ke aku. Aku tau dia kecewa berat. Aku juga pernah merasakan apa yang dirasakan Anita sebelumnya. Malah lebih parah lagi. Karena Anita lagi badmood, besoknya aku ajakin dia refreshing. Aku ajak dia ke wisata Girimanik. Sebelumnya dia udah mau pergi kesana sama Tatik dan Syafiul. Tapi nggak jadi. Katanya Tatik nggak berani naik ke atas. Padahal tinggal beli tiketnya doang tapi Tatik ngotot minta pulang. Udah jauh-jauh tapi nggak jadi jalan-jalan? Percuma dong buang-buang waktu sama tenaga. Anita kesel banget disitu, tapi dia agak mendingan karena dia udah ketemu sama Syafiul. Berhari-hari dia nggak ketemu sama Syafiul. Sebagai pacarnya Anita rindu sama Syafiul itu Wajar lah.


Karena Anita nggak jadi pergi sama Tatik, aku yang giliran ajakin dia ke Girimanik. Usai pulang sekolah aku nggak langsung pulang ke rumah. Tapi aku mampir ke rumahnya Anita sekalian antarin dia pulang. Aku udah izin ke orang tua aku pagi sebelum berangkat sekolah. Aku bakalan pulang sedikit terlambat. Aku udah bawa pakaian ganti dari rumah sekalian bawa HP hehe.... Padahal ke sekolah nggak boleh bawa HP. Tapi aku tetep aja nekat. Untung aja nggak ketahuan, kalau seandainya ada yang tahu kalau aku bawa HP, Pasti langsung disita sama guru BK. Haha... Untunglah nggak ada yang tau.


Sampai dirumah Anita, tanpa makan siang dulu kita langsung gas ke Girimanik. Kita cuma ganti baju biasa terus berangkat gitu aja.


"Buuk... Aku mau jalan sama Wardani" teriak Anita dari halaman rumahnya.


"Mau pergi kemana siang-siang begini? Kamu nggak makan siang dulu?" tanya Ibu Anita yang hanya terlihat setengah badannya dari balik pintu. Ibu Anita menatap ke arah ku. Aku yang merasa di perhatikan tersenyum kecil padanya sebagai isyarat keakraban ku dengan ibu Anita.


"Nanti aja buk aku makannya... Aku pergi dulu ya...daahh..."


Kita berdua langsung beranjak pergi dari rumahnya Anita. Perjalanan kita cukup jauh kali ini. Tapi karena yang bawa motor aku, nggak sampai 30 menit sampai di tempat tujuan kita. Ya iyalah, orang aku bawa motornya ngebut kek Rossy. Anita aja yang ngebonceng di belakang sampai glagepan engap. Saking banternya juga nih sampai-sampai mata kita berdua ngeluarin air. Bukan karena nangis takut , tapi karena kena ingin kenceng banget. Hahah....maaf yah Nit kaya nggak tau aku aja. Aku kan gitu orangnya... hehe...

__ADS_1


__ADS_2