
"Danii... Sumpah aku kali ini bener bener udah nggak kuat.... Kali ini aku bener bener udah nggak tahan sama kelakuan Syafiul. Dia itu diem diem main gila di belakang aku. Aku pengennya udahan aja. Aku pengen sampai disini aja. Aku bener bener udah.... Udah nggak kuat lagi" pagi pagi Anita sudah marah marah heboh cerita ke aku pengen putus sama Syaiful.
" Dia itu udah jelas jelas ada perempuan lain di hatinya. Tapi dia malah tuduh aku yang selingkuh sama cowok lain. Padahal dia cuma salah paham tentang aku. Dan aku juga udah jelasin ke dia. Dia nggak percaya Wardaniiii.... " lanjut Anita yang marahnya semakin menjadi jadi.
"Loh kamu tau dari mana kalau Syafiul itu bener selingkuh. Kamu udah lihat sendiri apa gimana? Kan kita beda sekolah. Toh kamu juga jarang ketemu sama dia akhir akhir ini" aku bertanya padanya
"Aku emang nggak ngelihat dia selingkuh secara langsung, tapi aku punya mata mata disana. Aku itu nggak sebodoh yang kamu kira Danii ! "
" Loh kok kamu ngomongnya gitu sih. Kapan aku bilang kamu bodoh Nit..! " aku ikut emosi.
" Udah deh lupain aja kalau tentang itu. Ini aku urusannya sama Syafiul gimanaaaaa....!!" Anita disitu tambah panas.
"Siapa mata mata kamu di sekolah Syafiul? ".
"Kefin...! Dia yang selalu cerita tentang apa aja yang di lakuin Syafiul di sekolahnya. Dia bilang ke aku kalau Kefin itu setiap hari di suruh temenin Syafiul pergi ke kelas 7. Dia itu suka sama adek kelasnya. Syafiul sering godain adek kelasnya itu " amarah Anita semakin memuncak.
"Siapa nama ceweknya, kali aja dia cuma temen deket sebagai kakak dan adik kelas". Aku mencoba menenangkan Anita dan mencoba mencari kebenaran lebih kuat lagi tentang Syafiul. Aku masih belum yakin kalau Syafiul selingkuhin Anita. Soalnya aku tau betul, setiap hari hubungan mereka terlihat baik baik aja dan nggak ada masalah yang memungkinkan terjadinya pertengkaran.
"Nggak mungkin kalau cuma sebatas adik dan kakak kelas. Aku yakin banget kalau di antara mereka pasti ada suatu hal. Ahhhkhhh.... Aku kesel tau nggak...!"
Bruuaakkkkkk......
Anita menggebrak meja dengan keras. Dia tampak sangat kesal dan emosi tingkat tinggi. Matanya memerah dan tubuhnya semua bergemetar karna marah. Seakan akan ia ingin memakan mangsa yang ada di depan nya.
"Sabar Nit... Sabar... Kamu jangan marah marah seperti itu... Kamu nggak malu di lihatin sama orang lain. Kamu coba dulu deh bicara baik baik sama dia. Dia pasti mau ngertiin kamu kok" aku menepuk pundak Anita berkali kali agar emosinya terkendali.
__ADS_1
" Mau bicara model gimana lagi sih Danii...! Kamu tau sendiri kan sifatnya Syafiul itu gimana ! Aku udah sabar sabarin dia berkali kali ! ".
"Mencoba lagi apa salahnya sih, siapa tau kali ini dia mau ngertiin kamu" untuk yang kedua kalinya aku bicara seperti itu.
"Danii... Andai kamu tau , dia juga mau putusin aku. Aku tau itu karena tadi pagi Martina mantan terakhirnya Syafiul yang nggak suka dengan hubunganku sama Syafiul chat aku, misal nanti siang kalau aku di putus Syafiul disuruh jangan kaget. Karena apa? Ya karena Syafiul itu suka sama adek kelasnya. " perlahan air mata Anita mulai Berjatuhan. Dia merasakan sedih yang sangat dalam. Orang yang sangat dicintainya akan pergi dengan perempuan lain.
"Tenang Nit tenang...."
"Nggak cuma itu, dia juga sering telfonan video call an sama Ristiani, hampir tiap hari malahan... Hiks... Hiks..."
"Ristiani nya Youdha...? Eh maksudnya Ristiani mantannya Youdha"
"Iya Dani... Siapa lagi kalau bukan dia... Hiks... Hiks...." Tangis Anita semakin keras. Aku mengadahkan tissue ke Anita dan berkata padanya.
Hingga waktu pulang sekolah pun tiba, Anita masih terlihat sedih. Dia tampak kecewa. Entah hari ini adalah hari terakhirnya dengan Syafiul atau tidak aku tak tau. Aku harap ini bukanlah yang terakhir kalinya.
Aku mengantarnya pulang. Tiba dirumahnya dia langsung masuk ke rumahnya. Dia pergi tanpa Mengatakan sepatah kata pun padaku. Aku tak berani memanggilnya. Ku biarkan dulu dia menenangkan dirinya. Aku segera pulang. Di jalan aku merasa sangat khawatir.
"Entah apa yang akan terjadi pada sahabatku itu, " batinku mengatakan. Aku merasa iba padanya.
"Apakah kebahagiaannya selama ini akan hilang seketika karena ulah orang ketiga? Aku tak pernah melihatnya sedih seperti ini. Sebelumnya mungkin dia memang pernah menangis karena pria. Tapi tidak separah ini. Ya Allah... Aku tau takdir jalan-Mu selalu yang terbaik. Semoga rencana-Mu dapat lebih mentabahkan Anita" aku berdoa agar Anita di berikan kemudahan selalu oleh Allah. Aku tak tega melihatnya seperti itu. Lebih lebih lagi bagaimana nasibku nanti jika Anita putus dengan Syafiul. Jelas aku nggak ada temennya lagi pacaran sama anak sana. Oleh sebab itu aku nggak mau Anita putus sama Syafiul.
Hingga sampai waktu sudah sore pun, belum ada kabar dari Anita. Malam pun tiba. Aku sempat lupa dengan keputusan Anita yang ingin mengakhiri hubungannya dengan Syafiul. Tiba tiba ada chat dari dia.
"Dan... Boleh nangis nggak :( " satu pesan masuk dari Anita. Dari pesannya pun sudah dapat di tebak.
__ADS_1
"Kamu mau nangis kenapa? Di putus Syafiul?" aku bertanya padanya.
"Iya Dan... Dia putusin aku :( " jawab Anita.
"Jadi bener dia putusin kamu, bener bener nggak ada perasaan apa dia"
"Tapi aku bisa apa? Aku juga udah nggak kuat sama kelakuannya. Cewek mana Dani, yang tahan dengan kelakuan cowoknya yang diem diem punya simpenan"
"Jadi benar dia selingkuh? Atau cuma baru deket aja?"
"Aku nggak tau pasti, tapi aku udah lama curiga kalau dia itu ada cewek lain, dan banyak bukti juga kalau dia emang ada yang lain"
"Aku tau kok perasaan kamu, aku sendiri juga udah pernah ngrasain, kamu yang sabar yah"
"Aku kuat kok, aku pasti bisa lupain dia :) Tapi.... " kata Anita padaku.
"Tapi kenapa lagi...?" tanyaku padanya.
"Rasanya sakit tau nggak, dia tinggalin aku pas lagi sayang sayangnya. Aku tuh belum lama bisa sayang beneran sama dia. Dan sekarang aku udah tulus sayang sama dia malah dianya pergi dari aku... ;( "
"Udah... Udah... Kamu jangan sesali kepergian dia. Kamu percaya aja. Jika dia ditakdirkan jadi milikmu, sejauh apapun dia pergi, dan sesering apapun dia singgah, pasti akan kembali lagi kepadamu. Kamu tenang aja , Tuhan kita nggak akan pernah menguji umatnya melebihi apa yang kita bisa" . untuk yang ke sekian kalinya aku menasehati Anita.
"Iya... Makasih... :) ".
Percakapanku dengan Anita berakhir disitu. Aku tak menyangka, Syafiul akan melakukan hal seperti itu. Semoga saja Anita mendapatkan orang yang lebih baik lagi dari dirinya. Dan untuk Syafiul, semoga dia lekas sadar dengan perbuatannya.
__ADS_1