
Malam segera tiba. Aku merasa sangat lelah dengan perjalanan ku tadi. Kaki ku terasa sangat sakit. Setelah seselai sholat isya' aku langsung merebahkan badan ku ke tempat tidur. Biasanya tiap malam aku nonton tv bersama keluargaku dulu. Tapi kali ini tidak. Mataku sudah tak bisa lagi di ajak kompromi. Badanku rasanya sangat lemas.
Aku melihat ponselku menunjukkan pukul 19:15. Youdha belum ada kabar. Mungkin dia masih sibuk kerja dan belum pulang.
Dari sore Youdha belum ngechat aku. Aku menunggu balasan chat darinya. Tetapi belum kunjung di balas juga. Hingga tanpa tersadar aku terlelap tidur dengan masih memegang HP di tangan kananku.
"Tingg...." ponselku berbunyi. Nontifikasi chat dari Wa ternyata. Spontan aku terkejut dengan nada itu. Mataku yang terpejam membuka lebar dan melihat siapa yang chat. Ahh... Anita ternyata. Aku masih malas membuka chat darinya. Yang aku tunggu dari tadi malah belum membalas satu chat pun dariku. Entah jam berapa ia akan pulang. Aku belum tau pasti.
Aku melanjutkan tidurku tanpa membalas dulu chat dari teman teman ku. Dalam sekejap aku terlarut dalam tidurku. Kali ini ponselku berada di dada. Perjalanan ku tadi sampai terbawa mimpi. Bukan berjalan dengan Anita. Melainkan berdua dengan Youdha. Dalam mimpiku, aku dan Youdha naik ke atas rumah pohon. Aku yang tak bisa naik di bantu oleh Youdha. Ini adalah kali pertamaku aku berpegangan tangan dengan seorang lelaki. Aku hampir terjatuh. Tapi Youdha memegang tanganku erat erat. Sampainya di atas aku duduk tepat di sebelah Youdha. Dia menatapku tajam dan tersenyum manis padaku. Seakan ingin mengatakan suatu hal. Aku tersipu malu.
" Rist...." ucap Youdha dengan terus menatap mataku dengan tajam.
" Ii...ii...iya Dha..." kataku terbata bata menjawabnya. Aku juga menatapnya dengan tajam. Youdha memegang kedua tanganku. Dan berkata.
"Aku...."
" Ting... Ting.... "
"Ting Ting?" aku heran. Kok Youdha bilang ting ting.
"Ting .... Ting...." ternyata ponselku yang berbunyi. Aku kembali terbangun dan terkejut. Ini kali kedua aku terkejut dengan nada dering di WA.
"Hihh ! Siapa sih yang ganggu aku! Orang lagi mimpi indah juga brisik mulu dari tadi kagak ada kerjaan apa....Jadi buyar deh mimpi aku sebel deh... " sambil ngoceh dalam hati aku mengambil ponselku.
"Hoooaaaaahhhhhhh...... Epppp... " mulutku terbuka lebar. Aku menguap lama banget.
__ADS_1
"Hawhas adjha bhaakhal akhu mharhahin ohrhang yhang ghangghu thidhurkhu !" lanjut ku yang bicara dengan mulut masih menganga. Hahahah.... Dasar aku :v. Ku buka ponselku. Jam 21:00. Ternyata spam chat dari Youdha.
"Selamat malam rist.... Udah tidur yah..." salah satu pesan dari Youdha. Tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka chat darinya dan membalasnya.
" Iya maaf tadi aku ketiduran. Capek banget soalnya. Kamu udah pulang kerja?" tanya ku.
" Aku baru aja pulang, kamu tadi ke Girimanik sama Anita yah...? " Youdha balik tanya ke aku.
" Iya, jauh banget"
" Kenapa nggak milih yang deket deket aja sayank... Tuh kan jadi kecapekan.... Aku nggak mau kamu sakit"
"Aku nggak tau soalnya. Aku baru pertama kali dateng kesitu. Maaf yah kalau aku buat khawatir kamu... :( "
"Mampir ke rumah Youdha? Aku aja nggak tau rumahnya dimana?!. Disuruh mampir. Yang ada malah nyasar di jalan" . Batinku dalam hati.
"Emm.... Aku nggak tau rumah kamu bee... Lain waktu aja aku main kerumah kamu kalau kamu udah pulang dari jogja. Eh... BTW kamu kerja apa sih sebenernya?" tanya ku penasaran padanya.
"Emm.... Ya gitu deh... " jawab Youdha.
" Gitu apaan? Ayo dong bilang sama aku pleasee... Masa aku sebagai pacar kamu nggak di kasih tau sih... :( " ucapku dengan memelas.
" Aku malu mau bilang sama kamu.... :( " Youdha tampak menyembunyikan perkerjaannya dariku. Dia tak ingin aku tau apa pekerjaan sehari harinya.
" Nggak usah malu lah... Ayo dong kasih tau aku.... " desak ku terus menerus. Aku sempat marah sama dia karena dia nggak mau kasih tau aku. Dan akhirnya dia memberi tau juga apa pekerjaannya.
__ADS_1
"AKU BEKERJA SEBAGAI TUKANG PARKIR DI DEPAN ATM...."
"Ouh ku kira kerja apa... Kamu jadi tukang parkir toh..."
" Iyah aku hanya seorang tukang parkir, kamu pasti malu yah punya pacar seorang tukang parkir kayak aku. Kalau kamu malu kamu boleh kok tinggalin aku :( " . Youdha sedih memperlihatkan pekerjaannya padaku. Dia merasa aku pasti malu memiliki pacar seorang tukang parkir. Namun aku tidak berpikir demikian. Kerja apa saja bagiku itu sama, Selagi tidak menentang agama.
"Apaa??? Aku malu punya kamu??? Hahaha... Kamu bercanda aja. Ya nggak mungkin lah aku malu punya kamu. Aku malah bangga bisa jadi milik kamu seutuhnya. Dan untuk ninggalin kamu?? Maaf aku tak akan bisa melakukannya. Karena aku sudah terlanjur nyaman denganmu" tulus kalimat itu ku tulis untuk Youdha. Aku tak mungkin bisa berpaling darinya. Aku sayang dia. Dia adalah sagalanya. Tak ada orang yang sebaik dia. Bagiku, bahagianya adalah kebahagiaan tersendiri di hidupku.
" Kamu yakin dengan perkataanmu tadi? Kamu janji nggak bakalan ninggalin aku. Kamu beneran nggk malu pacaran sama aku?" tanya Youdha yang kedua kalinya.
" Enggak.... Aku nggak bakalan mudah melepaskanmu begitu saja. Dan kamu harus janji sama aku jangan bilang lagi kalau aku mau ninggalin kamu. Kamu percaya sama aku. Aku tulus mencintaimu. Aku sayang kamu bukan berdasarkan rupa ataupun harta apalagi kasta. Tapi aku sayang sama kamu karena pribadi kamu jarang di temui di orang lain. Ini janjiku. Kamu pegang baik baik kata kata ku" ucap ku serius.
" Makasih yah kamu udah mau menerima aku apa adanya. Aku bakal pegang terus janji kamu dan akan terus setia sama kamu. Kamu adalah yang terbaik di antara yang paling baik. Nggak ada orang yang sesabar kamu. Aku akan terus menyangi kamu untuk hari ini, esok dan nanti :)" kata Youdha meyakinkan ku.
"Iya sama sama. Aku juga berterimakasih kamu udah mau menerima aku apa adanya. Percayalah ! cintaku akan terus mengalir untukmu dari kemarin, sekarang, esok dan untuk selamanya."
" Sekali lagi makasih ya Rist♡"
"Iya tukang parkir kesayangan nya akoh -,-"
Sejak malam itu aku tau, Youdha adalah seorang pekerja keras. Aku salut padanya. Dia sosok yang berbakti pada orang tua. Dia mau bekerja semata mata bukan untuk dirinya sendiri. Dia bekerja untuk membantu meringankan beban orang tuanya. Selain sebagai tukang parkir, dia juga berjualan bakso bakar di dekat Candi Prambanan membantu paman nya. Dia anak yang baik. Maka dari itu aku nyaman padanya.
>>MISS YOU TUKANG PARKIRKU<<
Batinku berkata.
__ADS_1