FADED Alum Dalam Kisah Cintaku

FADED Alum Dalam Kisah Cintaku
Espero


__ADS_3

Sudah berhari hari aku nggak keluar rumah untuk jalan jalan. Terakhir aku keluar pergi sama Anita dua minggu yang lalu. Aku malas ingin keluar. Toh juga nggak ada yang mau di ajak jalan. Ngajak Yeni di marahin terus sama mamanya. Kalau ajak Echa dia nggak mau pergi jauh jauh. Biasanya aku sering main sama Anita setelah pulang sekolah. Tetapi akhir akhir ini aku jarang sekali keluar kecuali sekolah.


" Bosen di rumah terus lama lama. Mau keluar tapi males banget. Enaknya ngapain nih" sambil rebahan aku main Ponsel.


Hari ini hari Minggu. Otomatis libur sekolahnya. Hari libur aku selalu bersih bersih rumah. Nyapu, nyuci baju, nyuci piring, dan lain lain. Kalau untuk ngepel aku jarang melakukannya. Setelah pekerjaaku selesai, aku hanya santai santai sambil main HP. Tak lupa setiap saat dan setiap waktu, aku selalu ada untuk menemani my belovedku Youdha. Aku akan selalu ada untuknya sampai kapan pun.


Malam pun tiba. Hampir setiap hari aku pergi ke masjid untuk mengaji. Sebelum tiba di masjid aku selalu menghampiri Yeni. Rumahnya dekat banget sama masjid. Cuma di atasnya doang.


" Mbak Yeni.... Mbak.... Berangkat nggak...? " aku selalu memanggilnya dengan mbak. Dia udah seperti kakakku sendiri. Dia adalah sahabat terbaik ku. Selain itu, umurnya dua tahun lebih tua dariku. Jadi nggak salah dong kalau aku panggil dia mbak. Hehe....


"Uiii.... Iya, masuklah ke rumah" terdengar dari dalam rumah, mama mbak Yeni menyuruhku masuk. Aku membuka pintu dan masuk ke dalam. Aku sudah terbiasa keluar masuk rumah Yeni tanpa di bukakan pintu seperti tamu.


" mbak Yeni ada tante...?" tanya ku pada mama Yeni.


" Ada di kamar masih dandan, kamu tunggu saja di situ "


Aku duduk dan menunggu Yeni di depan pintu kamarnya. Sambil chatan sama Youdha juga.


"Ceekreeekk.... Kreek...." terdengar suara pintu yang terbuka.


" Masuk tongg..." Yeni menyuruhku masuk ke kamarnya. Tong...? Dia selalu memanggilku itu. Kita udah kenal lama, jadi aku nggak keberatan kalau dia panggil aku dengan sebutan itu. Aku kadang juga panggil dia NOT. Jadi udah impas.


" Waduuhhh.. Duuhh.. Duuhh.... Dandan aja teross.... Hahah..." ledek ku pada Yeni.


"Hiyya dong.....wkwk..." Yeni menimpali.


"Hahahh... Udah siap kan.. Yok ke masjid"


"Ay...yooo .... " jawab Yeni dengan memberatkan suaranya. Aku dan Yeni keluar dan berangkat ke masjid.


Setiap deket sama Yeni aku nggak bisa diem. Yeni juga begitu. Ada aja kekonyolan yang aku lakuin sama dia.


"Broohh.... Besok sibuk nggak? Sambil jalan aku buka bicara.


"Nggak kayaknya, emang kenapa Tong?"


"Jalan yuk, boring di rumah terus"


" Mau jalan jalan kemana?"

__ADS_1


"Emmm kemana yah.... Ke Espero aja yuk... Tamannya indah banget disana..."


"Espero? Dimana tuh tempatnya"


"Deket rumahnya Youdha"


"Youdha pacar kamu?"


" Ya iya lah... Masa pacar kamu... Gimana mau nggak?"


"Ya deh besok gampang"


"Siip deh kamu emang the best Noot"


"Hooh.... "


Yeni sebenernya hobi banget kalau di ajak jalan. Apalagi mainnya sama aku, sampai lupa waktu. Tapi sayangnya dia jarang banget boleh keluar. Apalagi kalau keluarnya sama aku. Bawaannya curigaan terus. Mau main atau cuma aku suruh temenin cari sesuatu. Pasti keluarganya menyangka kita lagi kluyuran. Tapi Yeni itu keras kepala orangnya. Kalau dia di marahin pasti di bantah, selagi nggak sesuai dengan kenyataan, di selalu begitu.


Keesokan harinya, apa yang kita rencanakan berdua kita lakukan. Kita cari alasan dulu. Aku bilang sama Yeni untuk izin sama mamanya buat beli jaket. Jam dua siang usai sekolah aku langsung siap siap dan pergi kerumah Yeni. Semua orang di rumah Yeni nggak ada. Mereka lagi ke sawah. Jadi aku dan Yeni lebih bebas.


Lagi lagi aku yang bawa motornya. Kali ini pakai motornya Yeni. Arah jalan ke Espero sama dengan jalan ke arah Girimanik. Bedanya sampai di pertigaan pasar Kembang, Girimanik ke arah utara sedangkan Espero ke arah selatan. Kenapa aku tau?. Ya karena aku pernah kesana sebelumnya sama Anita ketemuan sama Herman.


"Misimi jah u a anya?" Yeni bertanya padaku.


"Masih jauh nggak tempatnya...." Yeni berteriak tepat di telingaku.


"Ohh.. Nggak kok udah deket, nanti kalau ada pertigaan kita udah mau sampai"


"Ohh oke ...."


Aku makin ngebut seperti biasa. Dan akhirnya kita berdua sampai di pertigaan. Aku belok kanan. Espero sudah dekat. Kurang lebih 200 meter lagi sampai. Tiba di lokasi aku tidak lewat jalan depan. Aku lewat jalan kecil yang ada di samping. Aku masuk bersama Yeni. Sepi banget waktu itu. Aku lihat ada warung es. Aku ajak Yeni untuk beli.


"Beli es yuk, haus nih, panas".


"Kamu yang beli ya..."


"Oke deh siapp...."


Aku beli dua bungkus es campur. Satu untuk ku dan yang satu untuk Yeni. Kita duduk di tangga dan menikmati minuman kita. Selesai minum kita keliling Espero. Mulai dari bawah sampai atas. Tak lupa juga kita foto foto dulu. Aku mengambil gambar tamannya dan lalu buat story pcc. Banyak yang tau kalau aku ada di Espero. Youdha juga tau. Dia tanya padaku.

__ADS_1


"Kamu ngapain kesitu, sama siapa kamu sekarang?"


"Eh... Aku main aja kesini, sama Yeni aku ".


Kemudian Youdha video call aku. Aku mengangkatnya dan aku arahkan ponselku ke belakang.


"Kamu ada di bawah ya" suara Youdha yang terdengar dari ponsel. Aku hanya diam. Aku tak berani menjawabnya. Aku jarang sekali mau bicara lewat ponsel.


"Hey.. Kok diem..."


"Eh.. Iya..." jawabku singkat.


"Kamu baru dateng apa udah dari tadi" tanya Youdha lagi.


"Udah dari tadi ini dah mau pulang" Yeni yang menimpali pertanyaan Youdha.


"Ouh ya udah nanti pulangnya hati hati ya"


"Iyha zeyenkkkk...." jawaban dari yeni. Lalu Youdha mematikan vc nya.


"Ihh... Kamu apaan sih... Zeyenk zeyenk... Nggak jelas tau nggak..." aku memarah i Yeni.


"Busyyett.... Gitu aja marah. Nggak kok enggak gue nggak bakalan rebut pacar lo... Bukan tipe gue dia mah... Hahaha... Ups..." sambil tertawa dia bilang begitu tentang Youdha.


"Eh... Mak...maksudnya kan Youdha itu pacar dan aku juga udah punya pacar sendiri... Jadi nggak mungkin lah aku suka sama Youdha"


Aku hanya memasang wajah datar. Dia mulai khawatir.


"Ehh.. Kamu marah ya... Yah aduh.. Maaf aku nggak bermaksud gitu kok...jangan marah dong"


Tetap pada posisi yang sama aku memasang wajah datar. Dia tambah tegang disitu sambil memegang tanganku. Aku mengibaskan tangannya. Dia kaget. Lalu aku mengangkat tanganku. Dan...


"Hahahahahahaahhhhhh....." aku memegang perutku dan tertawa terbahak bahak.


"Ekspresi kamu itu loh... Hahahahah...... Ketakutan banget kek lihat setan... Hahahahhahhh...." aku terpingkal pingkal melihat tingkah laku lucunya.


"Ihhh... Emang lihat setan nih pas depan aku. Ku kira kamu tadi mau nampar aku tau nggak... Udah mau copot nih jantung kirain tadi marah beneran" kata Yeni yang kesal dengan sikapku.


"Hahahh.... Dodol banget sih kamu.. Ya nggak mungkin lah aku sejahat itu sama kamu... Hahaha....."

__ADS_1


"Ya udah deh pulang aja yok, nanti keburu mama ku naik darah lihat kita berdua keluyuran."


"Iya udah ayok....... " Kata terakhir ku. Setelah itu kita berdua pergi dari Espero.


__ADS_2