
Pagi datang juga. Lelahku hilang. Mentari nampak sedikit memancarkan cahaya indahnya di balik gunung. Aku segera bangun dan sholat. Tak lupa aku mandi lalu melakukan persiapan untuk pergi ke sekolah. Sebelum berangkat sekolah aku sempat bertanya pada diriku.
"Mungkinkah mimpi ku semalam bisa jadi kenyataan?. Ahh sudahlah... Mungkin hanya kebetulan" pikir ku.
Selesai persiapan aku segera berjalan menuju garasi. Di depan rumah aku melihat kakak ku sedang duduk dan ngobrol sendiri. Aku mendekatinya. Aku bertanya tanya sedang apa dia?. Dua langkah dari tempatnya berada terlihat dia sedang memiringkan HP-nya.
" Dihh... Pagi pagi udah Ngegame... Emang bisa lu bang...."
" Udah pro dong...." jawabnya tanpa menoleh sedikitpun padaku.
"Bang... sini.... Bang... @%#-#%@+#...." teriak kakak ku. Entah dia lagi ngomong apa aku nggak paham.
" Lah gua kan adek lu... Masak di panggil bang sih...? " tanyaku bingung.
" Bukan lu dodol... Ahh... Jadi mati kan... Sono lu berangkat sekolah ajah..."
"Emang main game apa sih kok kayaknya seru banget"
"FREE FIRE...." jawab kakak ku singkat.
" Oh yaudah.... Nanti download ahh... "
"Serah luu... Udah sana berangkat ntar lu kesiangan"
"Ibuk mana?"
"Dapurr...."
Aku berjalan lagi menuju dapur cari ibuk. Aku berpamitan dengannya dan segera berangkat sekolah. Waktu menunjukan pukul 06:25. Aku buru buru mensetater motorku dan berangkat ke sekolah. Seperti biasa aku menghampiri Anita dulu. Tak membutuhkan waktu lama untukku sampai di rumah Anita. Tiba disana aku masih harus menunggu Anita selesai siap siap dan keluar dari rumahnya. Lama? Emm.... Nggak juga sih. 15 menitan lah. Lagi pula rumah Anita ada di belakang sekolah jadi nggak khawatir akan telat.
"Udah... Yok berangkat... " Anita keluar juga dari rumahnya. Dia naik ke motorku dan aku langsung gas motornya menuju ke sekolah. 2 menit sampai. Aku memarkirkan motorku di parkiran yang paling dekat dengan sekolah. Oh iya aku lupa, aku bersekolah di SMPN3JATISRONO. Salah satu sekolah favorit di Wonogiri. Sudah banyak prestasi yang di raih sekolahku. Maka tak sedikit juga siswa yang daftar di sana.
Sama seperti di kelas 8 tahun lalu, Aku berada di kelas B lagi. Sebenarnya aku masuk kelas 9A , tapi karena ada siswi di kelas B yang tidak terima dengan keberadaannya di kelas B di tambah lagi dianya nangis terus, maka dari itu aku ikhlas pindah dari kelas A ke kelas B. Sekalian biar enak bisa satu kelas dengan Anita. Anita memang sudah ada di kelas 9B sejak kenaikan kelas.
" Pagi Siti.....Pagi Putri... Ada PR nggak...?" salam ku pada Putri dan Siti. Mereka berdua teman kita juga. Mereka berdua termasuk anak yang pandai. Mereka sainganku dalam meraih prestasi di kelas. Mereka selalu membaca dan membaca setiap hari. Tapi kalau aku tidak. Jarang aku baca buku di sekolah. Nggak konsen soalnya. Tapi prestasiku selalu kejar kejaran dengan mereka.
"Gak ada...." jawab Siti.
"Hooh...." Putri menimpali.
__ADS_1
"Siip deh kalau gitu... Hehe" sahut Anita.
"Ih kamu ini kalau ndak ada PR senengnya minta ampon. Ndak pernah belajar yo Kamu..." kata Siti dengan bahasa khasnya dari Jepara.
"Belajarlah... Setiap hari kok malahan..." tukas Anita.
" Iya belajarnya di depan Tv sambil main Hp... Ya kan... Hahah..." celoteh Putri.
"Hehe... Kok tau sih..." sambil cengingiran Anita meletakkan tasnya di mejanya. Aku pun mengikutinya di belakang.
"Kamu mah mana pernah belajar" kataku sambil duduk di kursiku.
"Sering kalik.... Apalagi kalau ada ujian, pasti baru belajar... Lainnya itu sih jarang... Hehe.."
"Hahah...." tertawa kita ber empat di situ.
" Eh Nit.. Kamu punya Free Fire nggak... Kalau punya aku minta dong...." aku menghadap ke kebelakang bicara pada Anita.
"Free Fire? Aku nggak punya. Emang kenapa? Mau ngegame?" Anita balik tanya padaku.
"Iyah... Kita ngegame yuk.. Seru kayaknya main Free Fire... Toh Syafiul juga main kan?"
"Tuh kan pacar kamu aja jago, masa kamu nggak mau main. Main yok kita download aplikasinya"
"Youdha emang bisa main juga?" tanya Anita
" Emm.. Belum tau juga. Bisa seh dia kayaknya" jawabku
" Kena setan apa kamu tiba tiba ngotot pengen ngegame?" Anita penasaran.
" Gini loh.. Aku tadi lihat kakak aku lagi ngegame seru banget. Terus aku tanya main game apa? Dianya jawab Free Fire."
" Terus....?",
"Terus aku bilang mau download lah. Aku pengen banget main Free Fire. Ayo lah mau download yah.. Please.... " aku memohon pada Anita.
"Ya deh nanti gampang... Terus nanti minta di ajarin siapa coba?"
" Kamu kan ada Syafiul, minta ajarin dia dong. Terus aku nanti minta ajarin Youdha."
__ADS_1
"Oke deh....."
Deng deng deng... Deng deng deng deng.... Saatnya jam pertama dimulai... Deng deng deng... Deng deng deng deng....
Bel masuk kelas berbunyi. Semua murid mulai memasuki kelas. Jam pertama dimulai. Pendidikan Agama. Masih banyak murid laki laki yang belum masuk ke kelas. Mereka pasti meremehkan gurunya. Bagaimana tidak! Pak guru selalu sabar dengan kelas kami. Padahal kelas kami termasuk kelas yang murid muridnya kategori nakal semua. Banyak guru yang enggan dan malas memasuki Kelas kami. Dengan sabarnya pak guru, menjadikan Siswa di kelas kami meremehkan dan memanfaatkan kesempatan itu untuk nongkrong di kantin. Ketka mereka masuk kelas selalu saja buat ulah. Dan ketika di tanya pak guru dari mana, pasti mereka menjawab habis sarapan di kantin pak. Memang kelas kami sudah tercoreng nama baiknya.
8 jam pelajaran setiap hari selama di sekolah kecuali hari jum'at. Hanya 4 jam pelajaran. Pulang nya pukul 13:35 untuk hari hari biasa.
Waktu pulang tiba juga. Aku tak sabar ingin segera sampai di rumah. Seperti yang ku bicarakan dengan Anita tadi. Tekad ku sangat kuat ingin bisa main Free Fire. Untuk yang kedua kalinya aku mengajak Anita untuk mau mendownload aplikasinya. Dan ia meng-iya-kannya. Selesai mengantar Anita pulang, aku segera balik kerumah tanpa mampir kerumahnya dulu. Aku pulang dengan cepat. Tiba dirumah aku langsung mencari HP ku dan segera mencari lalu menginstal aplikasinya. Cukup besar kapasitasnya. Tapi tidak masalah yang penting aku bisa dulu.
Sambil menunggu aplikasinya terpasang, aku ngechat Youdha dulu. Pasti dia lagi break jam segini.
"Bee...? Masih kerja apa lagi break?"
"Ini lagi break, kamu udah pulang sekolah? " Tannya Youdha.
"Iya baru aja pulang nih...",
"Ouh tumben udah pulang. Biasanya sore kamu baru pulang. Kenapa? "
" Emmm... Nggak papa kok aku tadi nggak mampir aja di rumah Anita. Aku buru buru pulang soalnya. Aku kepengen banget main Free Fire."
"Loh... kamu bisa main Free Fire? Sejak kapan? Kok cewek ngegame sih... Ada ada aja kamu ini."
" Sejak tadi sih, aku belum pernah main kok. Ini baru download aplikasinya. Kamu bisa kan main Free Fire?" aku bertanya pada Youdha. Aku yakin dia pasti bisa, karena aku dulu pernah tanyakan soal ini padanya.
" Ya bisa lah, udah pinter malahan."
"Ajarin aku dong... Please.... Aku pengen banget bisa FF an."
"Iya nanti aku pasti ajarin kamu kok.." kata Youdha.
"Beneran kamu mau ajarin aku? Serius yah sayank kamu mau kan ajarin aku..." kataku dengan sangat gembira.
" Iya bawelku... Aku pasti ajarin kamu kok... Soal gampang itu... "
" Makasih bee... Aku sayank kamu... "
"Sama sama sayank...."
__ADS_1
Aplikasi terpasang. Aku segera meng-updatenya. Selang beberapa waktu Anita ngechat aku. Dia juga bilang kalau aplikasinya berhasil di pasang. Awalnya aku nggak tau cara mainnya gimana. Tapi berkat arahan dari Youdha sedikit demi sedikit aku bisa melakukannya. Walau hanya lewat chat saja, tapi aku paham setiap perkataannya. Mulai hari itu aku suka dengan FF. Begitupun dengan Anita. Dia malah sering mabar sama Syafiul. Dan kita juga sering menang. Dan kalau kita menang maka kita BOOYAH.