
Dimensi Maya
Fial sedang berlatih dan bermeditasi di dunia maya
*ting nung* Bel berbunyi
Ify membukakan pintu untuk Aelfdene
"Dimana Fial?" tanya Aelfdene
"Dia sedang di dunia maya, tuan tidak menutup portal yang ada di kamarnya" ucap Ify
lalu Aelf masuk ke portal yang ada di kamar Fial
"Rupanya kau sudah datang" ucap Fial
"Yah tentu saja, aku selalu tepat waktu" ucap Aelfdene
"Bagaimana keadaanmu?, apa sihirmu telah kembali?" tanya Aelfdene
"Yah keadaanku lebih baik dari kemarin" ucap Fial
Fial kemudian menunjukan kekuatannya
*Boom* *Duar* *Duar*
Aelfdene terkesima "Wah luar biasa sihir yang sama namun kekuatannya lebih mematikan, Tidak salah gelarnya sebagai Raja iblis yang mematikan, itu didapat bukan karena dia keturunan raja sebelumnya, tetapi karena memang kekuatannya yang luar biasa" pikir Aelfdene
"Kelihatannya kamu sudah sehat Fial, mau mulai berlatih kekuatan gelap dan suci lagi?" tanya Aelfdene
"Ayo kita mulai" ucap Fial
Beberapa saat kemudian Andromeda masuk
__ADS_1
""TUAN!" teriak Andromeda
"Ada apa Andromeda?" tanya Fial
"Di pusat kota ada Chimera mengamuk tuan, aku bisa bertarung dengannya namun, aku takut korban dari manusia akan banyak" ucap Andromeda
"Baiklah kita ke pusat kota" ucap Fial
Mereka pun menuju pusat kota
"Itu tuan chimera nya" ucap Andromeda
Fial mengucap mantra dan memaksa Chimera masuk ke dimensi Maya
"Aku ingin mencoba kekuatanku" ucap Fial
"Tidak kah kita coba kekuatan fusion elemen gelap dan suci?" tanya Aelfdene
"Ide yang bagus, namun kekuatan fusion ini bisa mengundang malaikat datang" ucap Fial
"Tuan, Izinkan aku melawannya" minta Andromeda
"Baiklah Andromeda, tapi jangan menghancurkan tubuhnya, aku akan melahap kekuatannya" ucap Fial
"Baik tuan" ucap Andromeda sambil terbang kearah Chimera
"Hei monster jelek! Lawanmu disini!" teriak Andromeda
*Huahhhh* Chimera menyemburkan api nya
"Wahai sabit kematian, belahlah kekuatan suci dan buatlah dunia menjadi sepi" Andromeda mengeluarkan sabitnya
"Wahai sabit bakarlah jiwa yang tersesat, masukan lah mereka ke neraka, jadikan lah mereka bahan bakarnya" Andromeda merapal mantra
__ADS_1
*Wusss* sabit Andromeda menyala mengeluarkan api
"Sayang sekali makhluk se indah ini harus mati disini" ucap Andromeda
"Makhluk indah katanya..." ucap Aelfdene menghela nafas
*sring* *boom*
"Wahahahahha" tawa Andromeda
"Jendral mu yang ini psikopat sekali Fial, bisa-bisanya bertarung sambil tertawa seperti iblis begitu" ucap Aelfdene
"Kan memang anak buah raja iblis" ucap Fial
"Rasakan ini makhluk kepala tiga" ucap Andromeda
"Baiklah sudahi permainan, sekarang matilah" lanjut Andromeda
Andromeda lalu menancapkan sabitnya menembus badan dari Chimera, badannya tidak terluka apapun, namun jiwa nya lah yang tertusuk sabit Andromeda
"Sehebat itu kah Andromeda, bisa membunuh tanpa melukai tubuh target" ucap Aelfdene
"Ya, dia anak ajaib yang kutemukan dulu" ucap Fial
"Tuann, hehe, urusanku sudah selesai" ucap Andromeda sambil melambai-lambai ke arah Fial
"Kerja yang bagus Andromeda, sekarang bawa mayatnya ke rumah, aku akan menghapus memori orang-orang di dunia nyata tentang Chimera ini" ucap Fial
Lalu mereka kembali ke dunia nyata
Fial melakukan sihir pemurnian pikirian dan menghapus memori tentang Chimera dari para manusia di pusat kota
"Baiklah selesai sudah, saatnya pulang" Ucap Fial
__ADS_1
Akhirnya mereka berjalan ke Apartemen Fial