Fial Sang Raja Iblis

Fial Sang Raja Iblis
Masa Lalu


__ADS_3

"Aku mencintaimu Aelfdene, ribuan tahun akan ku perangi siapapun yang menentang cinta kita" ucap Fial


"Aku pun begitu Fial"ucap Aelfdene


Lalu wajah mereka mendekat seakan mau berciuman


*kriiiiiiiiinngg* bunyi Alarm


"Ternyata cuma mimpi, masa aku sampai begitu suka nya dengan Fial sampai terbawa mimpi" ucap Aelfdene dengan wajah memerah saat bangun tidur


"Sudahlah tak usah kupikirkan, aku harus bersiap-siap berangkat sekolah" ucap Aelfdene


Lalu Aelfdene pun pergi mandi dan berdandan, setelah itu dia berangkat sekolah


Dijalan menuju sekolah, rupanya dia bertemu Fial


"Selamat pagi yang mulia" ucap Aelfdene


"Pagi Pahlawan" ucap Fial


"Aelf, kau pagi-pagi sudah se ceria ini, apakah kau salah makan?" ucap Fial


"Ah tidak, aku hanya sedang bersemangat saja" ucap Aelfdene


"heeh, anak ini aneh sekali, emosi nya tidak dapat ditebak, kadang cepat marah, kadang ceria" ucap Fial


"Ya namanya juga cewek!" ucap Aelfdene


Mereka pun tiba di sekolah


"Al nanti siang makan denganku, ada yang mau kubicarakan, aku tunggu di atap sekolah" ucap Aelfdene


"Cieeee agresif banget sih Aelf" ucap Toni


"Loh, aku kan cuma ada hal penting yang mau kubicarakan sama Fial" ucap Aelfdene


"Iya deh percaya" ucap Toni tersenyum tipis


"Sudahlah ton, jangan menggoda dia terus. Iya Aelf nanti aku kesana" ucap Fial

__ADS_1


*Kring* bel berbunyi dan mereka pun masuk ke dalam kelas


"Duh pelajaran matematika, males banget deh al sama pelajaran ini" ucap Toni


"Males kenapa? Semua pelajaran mudah kok asal kamu semangat" ucap Fial


"Kita hitung-hitung angka gajelas al, mending hitung duit aja sekalian" ucap Toni


"Gimana kamu mau pintar kalau pemikiranmu aja seperti itu" ucap Fial


*kring* bel istirahat berbunyi


"Ton, aku pergi makan bareng Aelf dulu ya" Ucap Fial


"Iya al, jang terlalu romantis ya, ini masih disekolah loh" ucap Toni


"Ya gak bakalan lah, dia juga cuma mau bicarain hal penting" ucap Fial


Sesampainya Fial di roof top sekolah


"Ada apa Aelf?" tanya Fial


"Oh cuma karena itu, kukira sesuatu yang penting" ucap Fial


"Jadi kamu gak mau cerita nih?" tanya Aelfdene


"Hmm, jadi gini" Fial mulai bercerita


"Aku adalah seorang anak raja iblis sebelumnya, bernama Leviathan, ayahku adalah seorang raja iblis yang memiliki bentuk transformasi sebagai Naga Es, dan sifatnya yang dapat membunuh orang dengan kejam tanpa rasa bersalah" ucap Fial


"Oh aku pernah dengar legenda itu" ucap Aelfdene


"Jadi suatu hari ayahku telah menang melawan seluruh kerajaan yang ada di Altrantos, jadi dia memutuskan untuk tidur selama nya dan menyerahkan takhta nya kepadaku disaat aku masih remaja, sama seperti para pendahulu nya, kalau tujuan mereka tercapai, mereka akan memilih untuk tidur selama nya atau bisa dikatakan mati" ucap Fial


"Lalu dengan itu kau menjadi raja iblis?, padahal kan ayahmu sudah menguasai seluruh Altrantos, kenapa bisa lepas dari kendali mu?" tanya Aelfdene


"Saat itu aku yang hanya seorang remaja, tidak haus akan kekuasaan dan aku berduka atas keputusan ayahku yang memilih meninggalkan ku dan kerajaannya, aku tidak tahu harus berbuat apa sebagai raja, dan takhta yang kutempati hanyalah kursi kosong, saat itu yang menjalankan kerajaan adalah pamanku gluthony" ucap Fial


"Jika ada pamanmu, mengapa semua pengaruh raja iblis hilang dari benteng-benteng manusia?" tanya Aelfdene

__ADS_1


"Pamanku adalah orang yang rakus akan harta, dan dia lebih berpihak kepada manusia, dia adalah orang yang korup, sampai uang untuk persediaan makanan dan gaji tentara kami saja dia simpan untuk dirinya, sementara para rakyatku hanya mengerti bahwa ini perintah kerajaan yang bahkan saat itu aku tidak mengerti politik" ucap Fial


"Apakah kau pernah akan dikudeta oleh rakyatmu?" tanya Aelfdene


"Tidak, untungnya saja rakyatku tidak seperti itu, aku yang hanya merasakan depresi bertahun-tahun setelah tidurnya ayahku pun mendengar sesuatu dari balik pintu masuk istana, seseorang berteriak 'Raja tolong ambil alih kekuasaan dari perdana menteri mu yang korup' dia pun ditangkap oleh pengawal istana dan akan dipenggal kepala nya karena menerobos masuk, saat hari dimana hukumannya akan diberikan, untuk pertama kali nya aku pergi ke pusat kota setelah bertahun-tahun mengurung diri dalam istana, disana aku menghentikan hukuman kepada dirinya dan rakyat pun bersorak" ucap Fial


"Lalu kemana kah orang tersebut?" tanya Aelfdene


"Ada sampai sekarang, dia ku angkat menjadi jendralku, dia adalah Clementine, saat itu aku mulai bertanya-tanya seputar kerajaan dimasa itu, lalu sebulan kemudian aku merubah kerajaan ku, mulai dari pemecatan besar-besaran sampai mengeksekusi pamanku, 'aku akan berada di pihak rakyatku' itu yang kuucapkan saat itu, kemudian ketika semua stabil, aku pergi berkelana bersama jendralku, disana lah kami bertemu dengan Ify dan Andromeda"


"Lalu siapa yang berkuasa saat itu menggantikanmu?" tanya Aelfdene


"Saat itu yang memegang kendali kerajaan tentu saja perdana menteri ku, Oscar, dia adalah iblis yang jenius dan juga ahli sihir" ucap Fial


"Mengapa kau berkelana?" tanya Aelfdene


"Yah karena aku merasa bosan di istana, mengatur pemerintahan, dan aku juga masih merasa kesepian di tempat yang ramai, seperti tidak ada adrenalin" ucap Fial


"Setelah berpetualang lalu apa yang kau lakukan?" tanya Aelfdene


"Setelah petualangan yang melelahkan, aku mendapat tujuan baru, yaitu menyebarkan keadilan di seluruh Altrantos" ucap Fial


"Maksud keadilanmu adalah membunuh seluruh umat manusia?!" tanya Aelfdene marah


"Tentu saja tidak, aku selalu berpesan kepada prajuritku yang akan menginvasi agar memberi pilihan menyerah dan tunduk dibawah kekuasaanku, dengan begitu aku akan membuat keadilan dan membersihkan kerajaan-kerajaan yang membuat rakyatnya menderita" ucap Fial


"Tapi yang selalu kudengar adalah raja iblis tidak kenal ampun dan ingin membunuh umat manusia" ucap Aelfdene


"Tidak seperti itu, itu hanyalah bualan para manusia yang tidak ingin kekuasaannya hilang, aku tidak pernah memberi perintah seperti itu, saat ada 2 kerajaan yang menyerah apakah aku membantai mereka?, seperti kerajaan Bultera dan Puldio?" ucap Fial


"Yah tidak sih, mereka malah terlihat hidup makmur setelah kau Invasi, temanku pernah bercerita itu padaku" ucap Aelfdene


"Yah seperti itulah tujuanku, agar kemakmuran merata tidak hanya di kalangan bangsawan saja" ucap Fial


*Kring* bel berbunyi tanda istirahat selesai


"Eh Fial kita kembali ke kelas yuk, nanti kita lanjutkan cerita nya" ucap Aelfdene


"Ayo" ucap Fial

__ADS_1


Mereka pun kembali ke kelas


__ADS_2