
"Aduh Kemana sih si Fial ditelepon daritadi kok ga angkat-angkat" ucap Toni
Ditempat lain Fial dan Uriel sedang bertarung, Fial merubah dimensi dan memaksa Uriel untuk masuk ke dalam dimensi maya, agar tidak merusak yang ada di dimensi nyata.
"Uriel kau yang memaksa aku serius ya, jangan salahkan aku jika dunia atas bergoncang karena kehilangan salah satu malaikatnya hahaha!" Ucap Fial sambil menyerang Uriel
"Dasar iblis sombong, mari menarilah dan hibur aku lebih baik lagi" ucap Uriel
*Boom* serangan Uriel menghancurkan gedung-gedung tinggi
"Bisa gawat jika aku mengerahkan banyak kekuatanku, Albert bisa mati!" ucap Fial dalam hati
Fial pun berlari ke arah Albert
"Hei mau lari kemana kau pengecut?" ucap Uriel
"Saki limko"Fial merapal mantra
*Fial memindahkan Albert ke dunia nyata*
"Ok Uriel, sekarang saatnya kau mati!" ucap Fial
"Duh bocah iblis ini, kau sok kuat sekali, memang bisa apa kau? Hanya memindahkan anak manusia itu, dan sekarang berlagak seperti manusia itu menghalangimu untuk mengerahkan kekuatanmu" ucap Uriel
"Yahhh, memang aku tidak mengeluarkan kekuatanku karena takut anak itu terkena dampaknya, baiklah Uriel jangan banyak bicara, sekarang saatnya 'Bermain' " ucap Fial menyeringai
"Figi ni mar" Fial mengucap mantera
Kemudian tubuhnya bertransformasi menjadi wujudnya sebelum tertidur.
*Uriel bertepuk tangan*
__ADS_1
"Hahahahah! Keren sekali! Sekarang apa?" ucap Uriel kemudian menyerang
Uriel menusuk jantung Fial
"Hanya segini raja iblis yang agung?! HAHAHA!" ucap Uriel
lalu tubuh Fial berubah menjadi pasir
"Hei aku dibelakang" ucap Fial sambil memuluk wajah Uriel
"Savali, itu adalah sihir membuat tubuh palsu ku, ternyata malaikat agung mudah sekali dibodohi" ucap Fial
"mele wa bohata"Fial rapal mantera
Fial mengkloning tubuh nya menjadi banyak, kemudian lanjut menyerang Uriel
*boom* *boom* gedung gedung disekitar tempat mereka bertarung mulai rubuh dan rata dengan tanah
lalu menebaskan pedangnya ke sekitar.
Karena pertarungan hebat tersebut area itu dipenuhi oleh api
"Ehhh hebat juga bisa bertahan, pantas saja disebut malaikat agung, sepertinya aku terlalu meremehkanmu" ucap Fial
"Hanya jurus seperti itu, tergores pun tidak" ucap Uriel
"Levatein" Fial memanggil naga nya
Naga itu menyemburkan api panas namun jika terkena api tersebut, bukannya terbakar malah membeku
"Akhirnya datang juga hewan peliharaan yang melegenda itu, baiklah jika memang kau dan peliharaanmu ingin mati disini" ucap Uriel sambil terbang dan mulai menebaskan pedangnya ke arah naga itu
__ADS_1
Uriel terkena semburan naga itu, namun sayangnya tebasan Uriel pun mengenai sayap Levatein, dan Levatein terjatuh.
"Baiklah Levatein, tugas mu selesai, sekarang beristirahat lah" ucap Fial yang kemudian membuka portal untuk naga nya.
"Baiklah baiklah uriel, sekarang kau dibawah dan saksikanlah kemarahan api neraka"ucap Fial
"ꯑꯩꯍꯥꯛꯅꯥ ꯑꯗꯣꯃꯕꯨ ꯌꯥꯝꯅꯥ ꯄꯥꯝꯃꯤ꯫" Fial merapal mantera
Kemudian api besar mulai muncul dari tangan fial, semakin membesar dan membesar, hingga menyerupai Meteor.
"Kau harus mati sekarang Uriel" ucap Fial
Uriel yang tidak bisa bergerak karena kaki nya terkena semburan Levatein pun hanya dapat melihat meteor yang akan menimpa nya.
*Booom* Altrantos maya pun hancur lebur
"Sudah mati kah?" ucap Fial
"Ahhhh ternyata melarikan diri ya, yasudahlah jika ku kejar takutnya dia membawa Gabriel dan yang lain, akan repot jika berhadapan dengan mereka"ucap Fial
"Bajingan, aku dipermalukan oleh iblis rendahan itu" ucap Uriel yang terluka
Uriel yang kabur ke dunia atas berpapasan dengan Michael
"Hei Uriel kau buat onar lagi?, wajahmu kacau sekali" ucap Michael
"Diam kau, berisik sekali" ucap Uriel
"Siapa lawanmu sampai bisa membuatmu terluka begini?" tanya Michael
"Si brengsek raja iblis!" ucap Michael
__ADS_1
"Oooh" ucap Michael menyeringai, kemudian Michael pergi menuju pintu pemisah dunia atas dengan dunia Manusia