Fial Sang Raja Iblis

Fial Sang Raja Iblis
Prajurit Suci (2)


__ADS_3

Markas Prajurit Suci


"Sebaiknya kau menyerah saja Aelf, aku mulai suntuk mengintrogasi mu, cepat bilang padaku apa kelemahan dari raja iblis" ucap Lion Heart


"Mau kau siksa bagaimana pun, aku tetap pada pendirianku, bahwa raja iblis tak sejahat yang kita kira" ucap Aelfdene


*Prang* Lion heart membanting gelas


"Sudah cukup bualanmu Aelfdene, aku masih memberikan belas kasih karena jasa mu di perang dulu, sekarang raja iblis itu akan bangkit dan menginvasi manusia kembali, dan kau malah membela nya?!" ucap Lion heart


"Dia tak lebih dari remaja SMA yang ingin mewujudkan cita-cita nya sekarang, dia tak ada niat untuk menginvasi manusia lagi" ucap Aelfdene


"Omong kosong, apa kau dalam kendali sihirnya, sampai kau berani bertahan seperti ini" ucap Lion heart


*Bzzzt* "Ahhhhhh" teriak Aelfdene sambil disengat listrik


"Masih tidak mau bilang?, kau akan kesakitan seharian" ucap Lion heart


"Kumohon hentikan" ucap Aelfdene lemas dan akhirnya pingsan


"Sudah lah Lion jangan terlalu kasar padanya" ucap Arthur


"Biar saja dia rasakan penderitaan yang tidak ada apa-apanya, dibandingkan jika kita biarkan raja iblis itu berkuasa kembali" ucap Lion heart


Ditempat Lain


"Tuan, kami menemukan jejak dari kekuatan suci" ucap salah satu penyihir


"Bagus, tunjukan padaku dimana tempat nya" ucap Oscar


Kemudian mereka berjalan


"Itu tuan" sambil menunjuk ke arah bangunan



"Baiklah, kalian laporkan hal ini kepada Tuan Fial!, aku akan menunggu disini sambil memantau" ucap Oscar


Rumah Fial


"Tuan, nampaknya tuan gelisah sekali, apa yang terjadi?" tanya Ify


"Aku sedang menunggu laporan Oscar tentang Aelfdene" ucap Fial


"Tuan akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan manusia itu ya, jangan-jangan...." ucap Ify


*Ting nung* bel berbunyi


"Buka kan pintu dulu Ify" ucap Fial

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Ify


Ify kemudian membuka pintu


"Nona, aku ingin bertemu tuan" ucap Penyihir


"Tuan, penyihir Oscar mencarimu" ucap Ify


"Biarkan dia masuk" ucap Fial


Penyihir pun masuk


"Salam Baginda, aku diperintah tuan Oscar untuk meeberitahu, bahwa kami telah menemukan tempat yang dicurigai markas dari para prajurit suci" ucap penyihir


"Baiklah, antar aku kesana cepat!" ucap Fial


"Baik tuan" ucap Penyihir


"Oh ya, Ify kau, Clementine, dan Andromeda


jaga rumah ini, jika aku tak kembali, segeralah cari tempat yang aman" ucap Fial sambil tersenyum


"Tuan, apakah ini kata-kata perpisahan!?" ucap Ify dengan lirih


"Mungkin, aku tidak tahu kekuatan musuh" ucap Fial


"Kalau begitu, biarkan tubuhku menjadi tameng mu, Tuan" ucap Ify


Lalu Fial dan penyihir pun pergi ke tempat Oscar


"Oscar, kalian tunggu lah disini, biar aku yang masuk" ucap Fial


"Ijinkan kami bersamamu tuan" ucap Oscar


"Kalian bisa mati jika ikut masuk" ucap Fial


"Nyawa kami adalah milik mu tuan!" ucap Oscar dan para penyihir serentak


"Baiklah, kalau mau kalian begitu" ucap Fial


Mereka pun memasuki bangunan tersebut


Tiba-tiba mereka disergap oleh pasukan prajurit suci


"Tuan, anda masuklah duluan, biar kami yang menghadapi mereka" ucap Oscar


"Berhati-hatilah Oscar" ucap Fial sambil masuk lebih dalam ke bangunan tersebut


"Hoi jangan biarkan dia lari" ucap salah satu prajurit suci

__ADS_1


"Siapa kalian berani menghalangiku!" ucap Fial


*Cetrek* Fial menjentikan jari nya lalu mereka yang mengejar pun *crat* memercikan darah yang keluar dari sekujur tubuh


Fial lanjut masuk ke dalam, lalu dia menemukan sebuah ruangan dan memasuki ruangan tersebut



"Aelfdene!" teriak Fial


"Brengsek, siapa yang melakukan ini padamu" ucap Fial


"Fi.. Fial" ucap Aelfdene lemas


"Awas dibelakangmu" teriak Aelfdene


*Boom* "Tikus, telah masuk perangkap" ucap Lion heart


"Jadi, kalian yang melakukan ini!" ucap Fial


"HIAAAAAAAKKKKKK" teriak Fial



"Jangan harap dapat melihat matahari setelah hari ini" ucap Fial


"Apa ini!, Aura yang mengerikan sekali!" ucap Lion Heart


"Jangan diam saja Lion, cepat kita serang dia" ucap Arthur


"Excalibur, datanglah" ucap Arthur memanggil pedang nya


"Ayo maju bersama-sama" ucap Arthur


*Sring* *boom* *duar*


"Luar biasa, dia hanya diam saja namun kita tidak dapat melukai nya, begini kah kekuatan sebenarnya raja iblis?!" ucap Lion Heart


"Sudahi main-mainnya, sekarang mati" ucap Fial sambil berlari kearah mereka dan mencekik leher mereka


"Apa itu? Bahkan aku tidak dapat melihatnya, apakah aku akan mati disini?" ucap Arthur


"Pergilah ke neraka" teriak Fial


*Boom* *crat*


Lalu kepala mereka berdua pun meledak dan darah terciprat kemana-mana


Lalu Oscar datang

__ADS_1


"Tuan, kami telah membereskan yang diluar" ucap Oscar


"Baiklah kita pulang sekarang!" ucap Fial sambil menggendong Aelfdene


__ADS_2