
Rumah sakit
Aelfdene tersadar"Fial!" ucap Aelfdene sambil memeluk Fial
"Fial, aku takut" ucap Aelfdene dalam dekapan Fial
"Mulai hari ini, tidak ada lagi yang akan menyakitimu selama ada aku" ucap Fial
"Terima kasih" ucap Aelfdene sambil terisak
"Ehem-ehem, disini rame loh, masa yang dapat pelukan cuma Fial" ucap Toni
"Ish apa sih ton, ganggu momen saja" ucap Albert
"Hehe ya maaf, aku cuma kaget saja, begitu sadar langsung peluk-pelukan gitu" ucap Toni
"Makasih ya semua yang udah ngejenguk" ucap Aelfdene sambil mengelap air mata nya
Mereka pun bersiap pulang ke rumah masing, Kecuali Fial
"Al ga ikut pulang?" ucap Toni
"Kalian duluan aja, masih ada yang mau aku bicarakan" ucap Fial
__ADS_1
"Jangan-jangan soal lamaran?" tebak Toni
"Enggak lah ton" ucap Fial
"Hahaha bercanda mas bro" ucap Toni
Akhirnya mereka pergi
"Masih ada rasa sakit Aelf?" tanya Fial
"Aku udah gapapa kok Al, gausah khawatir" ucap Aelfdene
"Ohh syukurlah kalau begitu" ucap Fial
"Terima kasih ya Al, kamu sudah menyelamatkan ku untuk yang kesekian kali" ucap Aelfdene
"Aku dulu nya ada dalam Federasi pahlawan yang kemudian berubah nama menjadi prajurit langit, Karena kami dibimbing dan dibantu oleh Michael, bisa dibilang federasi ini adalah kumpulan para pahlawan, kami bertugas untuk melawan para pasukan iblis dan membunuhmu" ucap Aelfdene
"Mengapa tidak Michael sendiri saja yang melawan kami?, mengapa dia malah membentuk Federasi seperti aitu?" tanya Fial
"Michael adalah malaikat yang paling tunduk kepada yang diatas, dia tidak bisa membasmi para iblis karena tidak mendapat perintah itu" ucap Aelfdene
"Dan sekarang mengapa prajurit langit menangkapmu?" tanya Fial
"Mereka mendapat perintah dari para tetua Federasi, karena mereka telah mencap ku sebagai pengkhianat" ucap Aelfdene
__ADS_1
"Ya mau bagaimanapun kita satu sekolah dan aku jadi sering bersamamu" lanjut Aelfdene
"Apakah aku harus menjauh dari mu?, agar kamu tidak terlibat lagi dengan ini" ucap Fial
"Tidak, bukannya malah makin bahaya kalau kamu gak ada?" ucap Aelfdene
"Kalau Fial pergi, yang sakit bukan cuma badan, hatiku bakal terus kesepian" pikir Aelfdene
"Baiklah, sekarang aku akan tanamkan sihir pelacak padamu, agar aku tahu kalau kamu dalam bahaya" ucap Fial
"Fial, aku tahu kamu khawatir, tapi gak perlu seperti itu, simpan saja energi sihirmu, sekarang ada ponsel, aku bisa menelponmu kapan saja, dan juga kau bisa melacakku dengan gps" ucap Aelfdene
"Hmm, baiklah kalau itu maumu" ucap Fial
"Oh iya Al, mereka menanyakan semua hal tentangmu saat aku diintrogasi, namun aku tidak memberi tahu apapun, makanya aku disetrum sampai lemas seperti itu, dan juga saat mereka menangkapku, mereka mecekoki ku ramuan penghilang sihir, sehingga aku tidak bisa kabur dari tempat itu" ucap Aelfdene
"Apakah artinya kau tidak bisa memakai sihir lagi?" tanya Fial
"Obat ini hanya bertahan beberapa hari, besok juga sudah pulih kembali" ucap Aelfdene
"Para manusia jika dibiarkan berkembang bisa bahaya juga ya, dengan rasa penasaran yang mereka miliki, mereka dapat membuat teknologi yang mutakhir" ucap Fial
"Oh iya al, mereka juga bertanya, tentang kelemahanmu" ucap Aelfdene
"Seharusnya kau jawab, kelemahanku adalah jika aku tidak diciptakan" ucap Fial sambil tersenyum
__ADS_1