
Gedung tua
Para penyihir memasuki gedung tua, lalu Fial mengintip melalui jendela.
Lalu terlihat lah seseorang di singgasana yang duduk di singgasana tersebut.
"Sepertinya aku tidak asing dengan orang ini" ucap Fial
"Dari tingkah laku para penyihir tadi sepertinya dia adalah raja mereka"
Lalu Fial mengirimkan sinyal aura iblisnya kepada raja penyihir tadi, tanpa menunggu lagi raja iblis terkejut dan berlari keluar gedung itu.
"A..apa ini? aku merasakan aura iblis yang tak biasa" ucap raja penyihir
"Segera semua yang ada disini ikut aku keluar!" lanjutnya
Diluar gedung mereka tidak melihat apapun.
"Hei,keluar kau! Kau sengaja kan mengerahkan tekanan aura tadi?!" ucap raja penyihir
lalu Fial pun keluar dari tempat persembunyiannya
"Halo, sepertinya aku mengenalmu" ucap Fial
Raja penyihir pun terkejut.
"T...tuan Fial" ucap raja iblis sambil memberi hormat
__ADS_1
"Tuan, maaf hamba tidak tahu ini hari kebangkitan anda" ucap raja penyihir
"Ternyata benar, kau adalah Oscar perdana menteri ku" ucap Fial
"Benar tuan" jawab oscar
Lalu seketika semua penyihir tadi pun berlutut dan memberi hormat kepada Fial.
"Oh ya, apakah kalian yang mengendalikan minotaur kemarin?" tanya Fial
"Betul tuan, kami tak sengaja merasakan aura pahlawan dan kami akhirnya membawa minotaur kesana untuk bertarung melawan pahlawan" ucap Oscar
"Sebenarnya kekuatan pahlawan itu sudah ku segel, dan dia sudah tidak ada beda dengan manusia biasa yang memakai pedang, jadi jangan berbuat apapun terhadap pahlawan tanpa perintah dari ku" tegas Fial
"Baik tuan, sesuai permintaan anda" ucap para penyihir
"Ya sudah, aku pergi dulu" ucap Fial
Lalu Fial pun kembali ke Apartemen nya, dan memanggil para jendral nya untuk memberitahu bahwa dilarang menyerang pahlawan tanpa perintah dari nya.
Keesokan harinya Fial pergi ke sekolah dan bertemu dengan 2 sahabat karibnya, Toni dan Albert.
"Duh, Pr matematika ku belum kukerjakan, gimana ya, pasti kena omel nih, mana killer banget lagi guru itu, aku rasanya mau lompat aja ke sungai" ucap Toni
"Mau kubantuin lompatnya gak?" kata Albert sambil memukul kepala Toni
"Hahaha, eh eh Fial liat tuh cewe cantik banget, mana rambutnya putih, mirip orang luar negeri banget, kalo aku bisa dapetin dia, aku janji deh bakal jadi rajin, terus aku teraktir kalian main game" ucap Albert
__ADS_1
"Haduh, Clementine ini suka sekali cari perhatian pria" ucap Fial dalam hati
Lalu Clementine mendekati Fial
"Hai Fial, ada yang perlu aku bicarakan pada mu, bisa ga kita berangkat bareng berdua?" ucap Clementine
"Boleh kok" kata Fial
"WAHHHH Hancur sudah harapanku, ternyata dia mau nya sama Fial" ucap Albert
"Cie cie kena tikung" kata Toni meledek albert
"Sudah, sudah kalian, aku jalan duluan ya" ucap Fial
"Iya Al hati-hati jangan mampir dulu langsung ke sekolah" ucap Albert menggoda
"Haha, iya bert, bye" ucap Fial
Lalu mereka pun berpisah
"Jadi ada apa Clementine?" tanya Fial
"Tuan, semalam aku pergi ke arah timur dan aku merasakan tekanan energi sihir, sepertinya energi ini bukan energi biasa, apakah ada orang yang bisa mengeluarkan energi sebesar itu selain pahlawan?" ucap Clementine
"Tidak mungkin itu energi sihir dari pahlawan, karena sihir yang dia miliki telah kusegel" ucap Fial
"Iya tuan, hamba mengerti, hamba akan menyelidiki" ucap Clementine
__ADS_1
"Baik, setelah ada hasil segera laporkan padaku" ucap Fial
Lalu Clementine pergi ke timur dan mengajak Andromeda.