
Sekolah
Aelfdene kembali ke kelas setelah membeli makanan dari kantin
Lalu dia terhenti karena di depan kelas Fial sedang berbicara kepada seseorang
"Siapa dia? Kenalan Fial?" tanya Aelfdene dalam hati
"Aku penasaran apa yang mereka bicarakan" pikir Aelfdene
"Tapi kalau dari aura nya terasa kental sekali iblis dalam diri wanita ini" ucap Aelfdene
Lalu Wanita itu tiba-tiba memeluk Fial dan Fial merespon pelukannya
"Sedang apa mereka!? Berpelukan di sekolah! Apalagi di depanku" pikir Aelfdene dengan kesal
Lalu secara tak sadar Aelfdene membuang makanan di tangannya dan berlari pergi
"Aelfdene?" ucap Fial
Sambil berlari Aelfdene memikirkan pelukan tadi
"Apa yang kulakukan?, mengapa aku lari?, dan mengapa rasanya begitu sakit setelah melihat itu?" tanya Aelfdene dalam hati
"Apa mungkin dia adalah istri Fial?, dia kan mempunyai anak yang menggantikannya menjadi raja, yang telah kubunuh dulu" pikir Aelfdene
*Kring* bel masuk kelas berbunyi
Dalam Kelas
"Loh Al, kok Aelfdene tidak kembali ke kelas?, apa mungkin dia masih makan di kantin?" tanya Toni
"Aku tidak tahu, dia tadi membuang makanannya dan berlari pergi, sepertinya dia sakit perut" ucap Fial
"Masa sampai membuang makanan karena sakit perut" ucap Toni
__ADS_1
"Aku juga gak ngerti Ton, tadi aku lagi ngobrol sama adikku yang udah lama gak ketemu" ucap Fial
"Terus kamu ngapain lagi abis ngobrol?" tanya Toni
"Dia memelukku karena rindu Ton, setelah itu aku melihat Aelf berlari" ucap Fial
"Al, kamu ganteng tapi sedikit bego ya" ucap Toni
"Bego gimana ton?" tanya Fial
"Kejar Aelfdene sekarang, dia salah paham dengan kamu memeluk cewe lain!" ucap Toni
"Itu kan adikku ton" ucap Fial
"Ya, kan dia gak tahu kalau itu adikmu, dia cemburu Fial!" ucap Toni
"Kenapa cemburu? Aneh banget" ucap Fial
"Dia kan udah lama suka padamu!, kau tuh emang cowo ga peka" ucap Toni kesal
"Sudah, sekarang mending kamu kejar dia cepat!" ucap Toni
"Gampang itu urusaku, udah sana!" ucap Toni
Fial keluar kelas dan mencari Aelfdene, Fial mencari dari Lantai 1 sampai rooftop masih tidak ketemu
"Aku harus cari dimana lagi, daritadi aku bulak-balik lantai satu ke tiga sampai rooftop tapi tidak bisa menemukan dia" pikir Fial
"Apa mungkin dugaanku benar, kalau dia sebenernya hanya ingin ke toilet?, tapi aku gak bisa masuk toilet cewe lagi" pikir Fial
Fial yang mondar-mandir pun melihat ke jendela
"Ada seseorang di bawah pohon, rambutnya pirang, mungkin itu Aelfdene" pikir Fial
Fial pun berlari menuju tempat yang dilihat nya
Setelah sampai, Fial tidak langsung menegur Aelfdene, dia malah mengintip dibalik tembok karena merasa tidak enak jika harus menyamperi Aelfdene
__ADS_1
"Kenapa dia menangis disini?" pikir Fial
"Haruskah aku kesitu?, lalu apa yang aku lakukan?, aku selama ini tidak pernah menenangkan orang yang menangis" pikir Fial
Karena bingung harus berbuat apa, Fial pun pergi ke sebelah Aelfdene
"Aelf, kamu kenapa?" tanya Fial
"Eh enggak, gapapa" ucap Aelfdene sambil mengusap air matanya
"Cerita aja Aelf kalo ada masalah, kali aja aku bisa bantu" ucap Fial
"Kamu adalah masalahku, kenapa gak peka banget sih jadi orang" pikir Aelfdene
"Kalau kubilang gapapa ya gapapa, lagian aku cuma kelilipan kok, debu disini banyak banget" ucap Aelfdene
"Debu di padang rumput gini?" tanya Fial
"Ya kan debu bisa dimana aja!" ucap Aelfdene kesal
"Hmm, baiklah, ayo kembali ke kelas" ucap Fial
"Tidak, kembalilah duluan, aku akan menyusul" ucap Aelfdene
"Kau mirip sekali dengan adikku yang keras kepala, aku kira dia sudah tewas juga saat aku tertidur, ternyata aku bertemu dengannya di sekolah ini" ucap Fial
"Adikmu?" tanya Aelfdene
"Iya, adikku ternyata bersekolah disini, barusan dia menemuiku dan memelukku karena rindu" ucap Fial
"Jadi perempuan tadi adalah adikmu?" tanya Aelfdene
"Iya, memang kenapa?" tanya Fial
"Ti..tidak" ucap Aelfdene dengan wajah malu
"Yasudah, aku kembali ke kelas dulu" ucap Fial
__ADS_1
"Aku ikut" ucap Aelfdene sambil bergembira, berlari mendahului Fial
"Perempuan ini aneh sekali" pikir Fial