
Malam hari Rumah Aelfdene
Aelfdene sedang terlelap di kamarnya
"Cepat masuk dan bunuh dia, Mumpung dia sedang terlelap, kalau nanti dia bangun akan bahaya jika kita menghadapi dia" suara berbisik
*tuk tuk tuk*
"Segera segel tempat ini agar tidak ada orang yang melihat" bisik suara itu
Mereka pun jalan masuk menerobos rumah Aelfdene
*prang* bunyi barang pecah
Aelfdene terkejut dan akhirnya terbangun karena suara itu
"Siapa itu??!" ucap Aelfdene
Aelfdene keluar dari kamarnya untuk memeriksa keadaan, sesampainya di depan pintu kamarnya, dia terkena jebakan lingkaran sihir.
"A..apa ini!" ucap Aelfdene
"Yah nyamuk masuk perangkap, tak perlu bersusah payah lagi" ucap salah satu orang
Aelfdene tidak bisa bergerak karena lingkaran sihir pengikat itu, lalu seseorang membuka topengnya
"Kau!!!!" ucap Aelfdene
"Apa kabar Aelfdene?" ucap salah seorang sambil membuka topengnya
"Arthur!? Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan" ucap Aelfdene
"Kudengar kau berkoalisi dengan para iblis sialan itu, apakah kau lupa tujuan mu selama ini?, atau mereka mencuci otakmu?" tanya Arthur
"Raja iblis itu tak seperti yang kita kira selama ini, kita salah paham mengenai tujuannya dan kita lah para manusia yang selama ini egois dan haus akan kekuasaan" ucap Aelfdene
"Wah wah, awalnya aku tidak percaya dengan para dewan tentang kau yang telah berkhianat, tapi sekarang aku sudah benar-benar mendengarnya dengan telingaku sendiri, kau sudah dalam pengaruh iblis, sampai kau membela nya, tak ingatkah dulu kita membasmi para iblis dari Altrantos karena apa?" ucap Arthur
"Itu hanya pemikiran ku dulu yang hanya menuruti perintah, sekarang aku tahu tujuan raja iblis dan mengapa dia menginvasi negeri manusia" ucap Aelfdene
"Sudahlah, ucapanmu tidak dapat diterima" *Buk* ucap Arthur sambil memukul Aelfdene sampai jatuh pingsan
__ADS_1
Keesokan harinya
Sekolah
"Al tumben sekali Aelfdene tidak masuk sekolah hari ini, dia kan anak yang rajin" ucap Albert
"Aku gak tau bert, mungkin dia ada urusan mendadak" ucap Fial
"Dia gak bilang apa-apa gitu sama mu?" tanya Albert
"Enggak bert, lagipula dia mau ada acara apapun juga bukan urusanku" ucap Fial
"Heee, bukan musim salju tapi kau dingin sekali" ucap Albert
"Dua sejoli ini sedang bertengkar kayanya bert, makanya Aelfdene malas ke sekolah karena takut melihat muka Fial" ucap Toni
"Hahaha, benar sekali, biasanya nempel terus kalo kemana-mana" ucap Albert
"Ish, apaan sih kalian, kami ga punya hubungan apapun" jelas Fial
"Mukamu banteng, gapunya hubungan tapi selalu bareng seperti suami-istri saja" ucap Toni meledek
"Huft kalian ini" ucap Fial "Padahal kami dekat karena dia selalu mengawasiku" pikir Fial
"Eh Fial,bert, kita pulang mampir ke warung internet dulu yuk, aku stres banget dengan tugas yang menumpuk, pengen healing sebentar" ucap Toni
"Ayoooo!" ucap Albert
"Kamu gimana Al?" tanya Toni
"Aku ikut aja Ton" ucap Fial
Mereka pun pergi ke warung internet, Setelah puas bermain Fial pun berpamitan pulang
"Ton, bert, aku pulang duluan ya" ucap Fial
"Iya Al, hati-hati" ucap Albert dan Toni
Fial berjalan sendiri menuju rumah
Sesampainya di depan gedung apartementnya dia berhenti dan tidak masuk ke dalam
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Aelf ya?" pikir Fial
"Apakah aku harus memeriksa ke rumahnya?" pikir Fial karena merasa khawatir
"Argghh perasaan ini mengganggu sekali" pikir Fial lalu pergi menuju rumah Aelfdene
Sesampainya di rumah Aelfdene, Fial mengetuk pintu *tok tok tok* namun Aelfdene tidak kunjung membuka kan pintu
Lalu Fial mengintip sedikit melalui jendela dekat pintu
Fial terkejut "Apa ini?! Ada bekas lingkaran sihir dan barang yang pecah, aku harus segera masuk!" ucap Fial
Fial kemudian menuju ke arah pintu, saat ingin mendobraknya, ia menyadari bahwa pintu itu tidak terkunci
"Aelf!, Aelf!" teriak Fial
Namun tak ada jawaban
"Kemana dia! Siapa yang melakukan ini?" tanya dalam hati
"Ini topeng Apa?!, kemana dia pergi?!" ucap Fial saat menemukan topeng
Fial bergegas pergi ke gudang tua menemui Oscar
"Oscar" ucap Fial
"Iya tuan, tumben sekali tuan mengunjungi ku, padahal jika tuan butuh sesuatu tinggal memanggilku saja, tuan tak perlu repot-repot kesini" ucap Oscar
"Sekarang sedang keadaan darurat!, segera utus anak buahmu, dan cari keberadaan dari pemilik topeng ini" ucap Fial sambil menyodorkan Topeng
"Tuan, ini adalah topeng Prajurit langit, berisi sekumpulan pahlawan yang kekuatannya setara atau bahkan lebih kuat dengan teman tuan pahlawan Aelfdene" ucap Oscar
"Bagaimana para manusia ini mendapatkan keabadian?, kukira hanya Aelfdene saja yang tersisa karena dia dapat berkah dari langit!" ucap Fial
"Segera pergi sekarang Oscar dan cari tempat persembunyian mereka, jika kau rasa tak mampu melawan mereka, segera lapor padaku, tugasmu hanya mencari mereka, jangan sia-siakan nyawa mu, biar aku yang menyelamatkan Aelfdene" ucap Fial
"Tapi tuan, mengapa anda sangat peduli dengan pahlawan Aelfdene?" tanya Oscar
"Sudah, pertanyaannya nanti lagi, sekarang segera berangkat dan cari bersama anak buahmu!" ucap Fial
"Baik tuan" ucap Oscar
__ADS_1
Oscar dan para penyihir bawahannya mencari keberadaan Aelfdene dan markas persembunyian koalisi pahlawan