Fial Sang Raja Iblis

Fial Sang Raja Iblis
Kenapa?


__ADS_3

*Rintik hujan*


Aelfdene sedang berjalan dari rumah menuju ke sekolah


"Hari ini dingin sekali tidak seperti biasanya" ucap aelfdene dalam hati


"Kapan hujan ini akan berhenti" lanjutnya.


*jrenggg*


"Apa ini!?? Aku merasakan hawa pembunuh!, Fial? Atau para Iblis lain?" Ucap Aelfdene terkejut.


Tiba-tiba terlihat se sosok minotaur di sebelah tembok rumah yang berada di ujung jalan.


"Minotaur? Kenapa bisa muncul di sini?!!" ucap aelfdene


"Aku harus menghabisinya" lanjutnya.


"Groooaarrrr" raungan minotaur


"Ayo maju sini iblis jahat" ucap aelfdene sambil berlari ke arah minotaur.


*sring* *sring* *sring*


Aelfdene dan minotaur mulai bertarung hebat


yang Aelfdene tidak sadari bahwa minotaur yang dilawannya bukan minotaur biasa.


*duar*


"Apa!! Minotaur bisa mengeluarkan sihir?" ucap Aelfdene


"Seandainya si brengsek Fial tidak menyegel kekuatanku, pasti cecunguk ini akan mati dengan cepat" ucap Aelfdene kesal.

__ADS_1


Disisi lain Fial sedang memperhatikan duel mereka.


"Wah wah pahlawan melawan iblis kelas rendah saja sampai kewalahan" ucap Fial


"Eh aku lupa, mereka bisa melukai manusia jika mereka duel disini" lanjutnya.


Fial kemudian membuka ruang dimensi dan memindahkan mereka ke dimensi pararel.


"Ini?! Sihir pararel!" ucap Aelfdene


"Berarti si brengsek Fial ada di sekitar sini!".


Fial pun mendatangi dan menyaksikan dari dekat pertarungan itu.


"Hey Aelf, masa lawan minotaur saja tidak bisa?" ucap Fial


"Kalau kau tidak menyegel kekuatanku dia bisa kukalahkan hanya dalam 1 mantra brengsek!" ucap Aelfdene


Karena tidak fokus pada pertarungan, Aelfdene terkena palu minotaur dan terpental jauh dan pingsan.


"Groaaarrrrrr" Minotaur mengamuk


"Siapa kau berani menunjukan taring kepada tuan mu?" ucap Fial.


Minotaur kemudian berlari dan menyeruduk kepada Fial.


"Hais mau melawanku?, baiklah, sekarang bersujud" ucap fial.


Kemudian minotaur pun tidak bisa bergerak, bahkan tidak bisa mengedipkan matanya.


"Kau bahkan tidak tahu aku siapa?" ucap Fial


"Baiklah, kiko niki man" Fial mengucapkan mantera, dalam hitungan detik tubuh minotaur tercerai-berai.

__ADS_1


Lalu Fial pun mengangkat tubuh pahlawan dan membawanya kerumah Fial.


*Beberapa jam kemudian*


"Sudah sadar?" ucap Fial


"Mau apa kau bawa aku kesini!?" ucap Aelfdene


"Sudah ditolong, bilang terima kasih pun tidak" ucap Fial


"Untuk apa aku bilang terima kasih, kau penyebab dari semua ini, dan aku yakin minotaur tadi adalah suruhanmu" ucap Fial


"Maaf nona pahlawan yang cantik, minotaur tadi bukan lah suruhanku, namun aku telah membunuhnya" ucap Fial.


Pipi Aelfdene memerah dan tersipu malu.


"Kau mau makan apa nona?" tanya Fial


"Tidak usah, aku tidak lapar" jawab Aelfdene


*druut* bunyi perut Aelfdene


"Sudah kelaparan seperti itu masih saja berbohong, tenang saja Aelf aku tidak akan menganggap ini hutang" ucap Fial


"emm hmm" kata Aelfdene


Lalu Fial pergi ke minimarket untuk berbelanja bahan makanan untuk mereka berdua.


"Ada yang aneh dengan minotaur tadi, dia seperti dikendalikan oleh sesuatu" gumam Fial


"Apakah ini ulah dari para penyihir?, namun aku tidak pernah dengar tentang penyihir di jaman sekarang, sudahlah tidak perlu kupikirkan" lanjut Fial


Saat dijalan dia berpapasan dengan 7 orang aneh dengan pakaian yang aneh dengan penutup kepala dan juga memakai barang-barang aneh yang jarang ditemui di masa kini.

__ADS_1


"Pakaian mereka seperti penyihir, Aku harus mengikuti mereka!".


__ADS_2