Fial Sang Raja Iblis

Fial Sang Raja Iblis
Murid Baru


__ADS_3

"Dari kemarin hujan terus ya al" ucap toni


"Iya nih aku jadi gabisa kerumah Cecilia" jawab albert


"Kamu gimana al? Urusan kemarin, Lancar?"tanya Albert


"Lancar bert" jawab Fial


"Jalan sama cewe yang mana nih?"ucap Toni menggoda


"Oh, engga kok, aku cuma lagi ada urusan aja" jawab fial


Akhirnya mereka sampai di sekolah


"Anak-anak kita kedatangan murid baru dikelas" ucap pak Thomas


"Silahkan perkenalkan dirimu" lanjutnya


"Selamat pagi, namaku Aelfdene Chato Santana, aku pindah kesini karena איך וועל טייטן דעם שד מלך" ucap gadis itu


semua orang dikelas tidak mengerti ucapannya tekecuali Fial.


Fial kemudian terkejut dengan pernyataan itu


"Ternyata dia pahlawan yang di ceritakan kemarin!!!" ucap Fial dalam hati


"Dari bahasanya dia berasal dari kerajaan manusia 2000 tahun yang lalu, dan juga nama nya persis seperti yang diceritakan Clementine" lanjutnya

__ADS_1


"Apakah aku harus bertarung sekarang juga?"


Kemudian Raja Iblis Fial memberhentikan waktu namun pahlawan tidak terpengaruh jurusnya tersebut.


"Bagus, Raja Iblis mengantarkan kepala nya langsung kepadaku, aku akan membunuh mu tanpa rasa sakit" ucap aelfdene dengan wajah gembira


*Sring* Alefdene mengeluarkan senjatanya


lalu langsung menyerang Fial tanpa basa basi.


"Hanya segini kah kekuatan pahlawan yang menghancurkan kerajaanku?" ucap fial menyeringai


"Jangan sombong kau raja iblis, kau telah membunuh ayah dan ibu ku!!!" aelfdene sambil menunjukan murka nya


"Hey pahlawan kecil, aku tidak melakukan apapun pada ibu dan ayahmu, prajuritku lah yang melakukannya" ucap fial


Raja iblis Fial tidak berniat membunuh pahlawan, dia bahkan hanya mengeluarkan sedikit sihirnya, dan tidak berniat untuk menyerang balik, Fial hanya menghindar.


"Pengecut berengsek! Jangan hanya bisa lari kau! Sini lawan aku!" ucap Aelfdene


"Hee hanya segini kemampuanmu, malah berlaga sombong, aku tidak mengerti kenapa para jendral ku kalah melawanmu, apalagi kau sudah membunuh keturunanku" ucap Fial


"Baiklah, bagaimana kalau kita anggap ini impas?, tire kaldy aru luna" lanjut Fial sambil mengucap mantra


"Aaaaahhhhhhh apa yang kau lakukan, lepaskan!" kata Aelfdene


"Kau terlalu sombong pahlawan Aelf, bahkan aku bisa membunuhmu sebelum kau keluarkan pedang" ucap fial sambil mengelus kepala nya Aelf

__ADS_1


Aelf yang terkekang rantai tidak bisa berbuat apapun lagi, Raja Fial pun berdiri disebelah Aelf.


"Sudahlah Aelf, tidak ada gunanya kamu berisik seperti itu, tidak ada pasukan yang akan membantumu" ucap fial


"Bajingan, cepat bunuh saja aku" ucap aelf sambil berusaha agar terlepas


"Saki limko" aelf mengucap mantra


"Apa! Kenapa aku masih disini" Aelf heran


"Bukankah sudah kukatakan padamu?, kau tidak akan bisa menggunakan sihir teleportasimu itu, semua sihir mu sudah kusegel, apa kau selalu melawan orang yang lemah, sehingga hanya tersegel saja sudah terkejut?" ucap Fial


"Baiklah aku melepaskanmu pahlawan aelf" ucap Fial *menjentikan jari*


"Namun kekuatanmu aku segel untuk sementara" lanjutnya


"Apa yang kau lakukan!!!!!!" ucap aelfdene sambil mencoba menyerang lagi


"Saki Limko" fial ucap mantra


"Hey aku dibelakangmu" ucap fial


"Bukankah sudah kubilang padamu? Kau tidak lebih dari murid biasa sekarang"


Akhirnya Aelfdene menyimpan pedangnya dan terus memendam rasa malu sekaligus bencinya kepada raja Fial, lalu setelah Aelfdene duduk di kursi kosong tepatnya sebelah raja Fial, raja Fial pun membatalkan mantera penghenti waktu nya.


"Hemm gadis yang menarik" pikir Fial

__ADS_1


__ADS_2